"Hi :)"
"Hi, who are you?"
"Diana, hbu?"
"Rasyid, asl?"
"19 y.o female, Indonesia, u?"
"20 y.o male,India,"
"Nice to know you,"
"Nice to know you too,"
Inilah awal pertemuanku dengan Rasyid di dunia maya. Awalnya hanya mencoba-coba nomor di 'whatsapp' dan kemudian secara tidak sengaja bertemu dengan dia.
Sudah dua bulan kami saling berkomunikasi, sebagai teman awalanya, tapi aku berharap lebih. Mungkinkah?
"Di, hp ditaro dulu napa. Mau ujian juga," ucap Renata sahabatku
"Iya, nanggung ini," jawabku santai
"Pasti lu lg WA sama si orang India itu kan?" tanya Kania
"Iya, abis sama siapa lagi? Cowok gak punya yaudah sama yang ada aja. Hahaha," jawabku asal
"Yaudah semoga bahagia yah sama orang yang gak pernah ketemu itu. Hahahaha," sindir Renata
25 April 2011
"Di, what are you doing?"
"Hmm, watching. You?"
"Reading a novel. Di, I want to ask you something,"
"What's that?"
"Hmm, this is crazy. Would you be my girlfriend?"
"Hmm, of course,"
Dan tepat pada tanggal itu gw dan Rasyid jadian. Entah apa yang ada di otak gw sampai gw bisa suka sama orang yang gak pernah gw temuin bahkan beda negara.
Inikah yang namanya cinta sejati? Entah, gw sendiri ragu. Tapi entah kenapa gw juga sayang sama dia. Terlalu cepat dan terlalu aneh memang tapi ini adanya.
"Rena, Nia, gw mau cerita nih," ucap gw pada dua sahabat gw yang sedang asik nonton drama Korea
"Yaudah cerita aja, tinggal ngomong aja," jawab Renata
"Hmm, gw udah jadian,"
"Sama siapa?" Tanya Kania walaupun matanya tetap tertuju pada drama Korea
"Hmm, sama Rasyid,"
"WHATT??" Jawab mereka bersamaan
"Rasyid yang orang India itu?"
"Rasyid yang lu kenal dari Whatssap?"
Gw hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan mereka.
"Kok bisa Di? Dia yang nembak apa gimana?" Tanya Kania
"Yah begitu deh, gw juga gak tau kenapa bisa begitu. Yah dia yang nembak lah, masa gw,"
"Tapi kan lu ga pernah ketemu Di, kok lu bisa sayang sama dia?" kali ini giliran Renata yang bertanya
"Yah gw juga gak tau, semua terjadi begitu aja. Gw juga gak bisa jelasin kenapa,"
"Tapi lu gak serius kan Di? Kan lu belum pernah ketemu," sambung Kania
"Hmm, gw serius kok. Soalnya dia bilang dia juga mau serius,"
"Tapi Di, gimana lu bisa percaya sama orang yang belum pernah lu liat dan dia itu jauh banget," sambung Kania lagi
"Yah emang kenapa sih? Emang gw salah kalo sayang sama dia? Emang gw ngerugiin lu? Gak kan," Jawab gw dengan nada meninggi
"Oke, terserah lu," ucap Kania singkat
"Udh Nia, biarin aja lah, kan Diana juga bahagia kan," ucap Renata yang membelaku
Hubungan gw dan Kania memang agak merenggang selama beberapa hari, namun kami sudah kembali seperti biasa. Dan Kania tidak pernah mau mebicarakan Rasyid di depannya.
3 Mei 2011
Today is my special day, because today is my birthday! Yeay!
My special day? Hmm, mungkin hari ini akan jadi hari yang biasa-biasa aja karena papa dan mama sibuk seperti biasa.
Tok tok tok
"Duh siapa coba pagi-pagi gini ke rumah, ini kan hari libur," ucapku sambil berjalan membuka pintu
"HAPPY BIRTHDAY DIANA!!"
Ternyata kedua sahabatku, ya cuma mereka sepertinya yang ingat ulang tahunku
"Make a wish dulu dong," ucap Renata
"Oke," balas gw dan langsung memjamkan mata
"Tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga sekarang juga," kedua sahabatku itu kompak bernyanyi
"First cakenya buat siapa nih?" tanya Kania seolah meledekku
"Yah buat kalian berdua lah, kan ga ada orang lagi di sini. Hahahaha,"
"Jadi kalo ada orang kita gak dianggap nih?" ujar Renata
"Gak dong, kalian kan sahabat baik gw sampai kapan pun," ucap gw dan kami pun bertiga saling berpelukan seperti Teletubbies. Hahahaha.
" Especially for you, I wanna let you know what i was going through....”
Lagu tersebut mengalun dari handphone gw dan itu berarti ada panggilan masuk.
"Happy Birthday sweetie,"
Ternyata Rasyid! Oh my God! Dia bela-belain telepon gw cuma buat bilang itu, padahal kan telepon dari India ke Indonesia lumayan mahal.
"Thankyou Rasyid," balas gw
"I want to give you something. Check your email,"
Dan setelah itu teleponnya langsung dimatikan. Dan secepat kilat gw langsung melihat email gw, dan benar saja ada email dari Rasyid yang berisi 2 attachment. Yang satu berisi foto gw yang diedit beserta ucapan "Happy Birthday" beserta harapan-harapannya dan yang kedua adalah video yang sangat membuat gw penasaran.
Ternyata isi video itu adalah dia bersama teman-temannya sedang menyanyikan lagu Happy Birthday buat gw. OMG! Ini mimpi apa ga sih, ternyata dia serius sama gw.
Gw langsung chat dia lewat WA setelah puas memutar video itu berkali-kali
"Hai Darl, thankyou very much,"
"You are welcome. Hope you like it,"
"Of course I like it,"
Sampai saat ini, chat dengan Rasyid adalah salah satu rutinitas gw dan kadang gw juga suka stalking fbnya dia, suka liat foto-foto dia sama temen-temennya sama keluarganya dan gw gak sengaja ngeliat foto dia sama cewek. Memang bukan dia yang upload. Tapi foto itu di tag oleh seorang temannya dan cukup banyak.
"Darl, I want to ask something,"
"Ya, what's that?"
"Who is she?" Tanyaku sambil mengirimkan sebuah foto Rasyid dengan perempuan itu
"My friend,"
"Are you sure? Just friend?"
"Yes, Just friend. Why?"
"Nothing. I just want to know your friends :)"
Ya, untuk saat ini gw masih bisa percaya. Tapi gak dengan Kania, seperti biasa dia selalu menentang gw
"Di, cowok yang gak pernah lu temuin itu mana bisa dipercaya sih. Lu jangan gila deh!" Bentak Kania
"Tapi Nia, dia kan cuma teman," Ucap Renata yang membela gw sementara gw hanya bisa terdiam mencerna kata-kata Kania yang ada benarnya
"Teman? Bisa gila gw lama-lama di sini. Temenan sama siapa aja itu boleh tapi pacaran serius sama orang yang gak pernah ketemu dan dia beda negara itu mustahil! Satu banding satu juta kalau itu berhasil," ucap Kania lagi
"Tapi kan Diana udah sayang Nia, jadi musti gimana?" ujar Renata yang kembali membelaku
"Sayang? Bullshit! Orang boleh bilang kalau cinta itu buta, tapi ga rasional bagi gw! Kenapa sih lu gak coba buat lupain dia. Gampang kok, lu tinggal block kontaknya di WA dan semua media sosial lainnya," kata Kania
"Tapi, gw ga bisa Nia," jawab gw dengan sangat lemah bahkan hampir gak terdengar
"Lu bisa Di, gw tau lu gak bener-bener sayang kan sama dia. Gw tau dia itu cuma jadi pelampiasan lu karena lu kesepian kan?" ujar Kania
Gw terkejut mendengar ucapan Kania kali ini, dia memang keras tapi dia gak pernah menyinggung kami, sahabatnya.
"Cukup Nia! Lu mau bilang gw kesepian karena bokap nyokap gw ga pernah ada buat gw dan gw cuma cewek yang hidup sendiri dan gak ada cowok yang mau deketin gw, jadi gw kebetulan ketemu Rasyid di dunia maya dan cuma dia yang mau sama gw!" ucap gw yang tak sudah bisa menahan emosi dan air mata.
Renata hanya memandang kami tanpa berani ikut campur
"Bukan gitu maksud gw Di," ucap Kania dengan bibir yang bergetar
"Iya! Gw emang cewek kesepian! Gw bukan kayak kalian yang punya keluarga yang hangat yang selelu ada buat kalian. Gw cuma cewek yang kesepian," ucap gw dengan air mata semakin membanjir di pipi
Kania hanya memandang gw tanpa berucap sepatah kata pun. Dia memandang gw dalam seakan matanya ingin mengatakan kalau dia meminta maaf. Tapi gw enggan menatap matanya lebih dalam karena di situ gw akan melihat kepedulian seorang sahabat yang tulus. Gw gak sanggup melihat itu setelah semua kata yang gw ucapkan.
"Sebaiknya kalian pulang aja," Ucap gw dan langsung masuk ke kamar
Mereka berdua pun meninggalkan rumah gw tanpa sepatah kata pun.
"Hi sweetie, what are you doing?" Tiba-tiba muncul chat dari Rasyid
"Nothing," jawab gw singkat karena gw sedang ga mood buat chat sama dia
"What happen? Do I have a mistake?"
"No,"
"So?"
"Nothing. I'm sleepy,"
"Ok. Good night, have nice dream. Love you,"
"Bye,"
Sepanjang malam gw terus memikirkan kata-kata Kania, apa benar gw seperti itu. Apa benar bahwa gw cewek kesepian yang begitu mudah bilang sayang.
"Non, bangun non. Udah pagi," ucap Bi Imah sambil mengetuk pintu kamar gw
"Iya Bi," gw langsung bangkit dari tempat tidur dan merasakan teriakan cacing-cacing di perut gw. Oh iya, gara-gara kejadian kemarin gw kan ga makan malam pantes aja gw lapar.
"Papa sama mama kemana Bi?"
"Loh, non ga tau yah? Kan tuan sama nyonya ke luar kota," jawab Bibi sambil menyiapkan sarapan gw
"Kapan berangkatnya Bi? Kok aku gak tau," tanya gw sambil menyantap nasi goreng yang Bibi masak
"Oh iya, kemarin kan Non tidur cepat jadi Tuan sama Nyonya langsung pergi aja,"
"Oh," jawab gw singkat.
Gw bermaksud menelepon dua sahabat gw untuk hangout bersama, tapi gw teringat akan kejadian kemarin. Gw rasa Kania masih marah.
Hmm, sepertinya memang benar yang dikatakan Kania kalau gw ini adalah cewek kesepian.
Seharian gw hanya mengurung diri di kamar. Tidak biasanya di hari Sabtu gw seperti ini.
Gw menghabiskan waktu gw untuk chat dengan Rasyid.
"Kau teman sehati, kita teman sejati hadapilah dunia genggam tanganku...."
Lagu itu mengalun dari handphone gw dan gw tahu siapa itu pasti di antara kedua sahabat gw. Maklum, gw suka memasang ringtone khusus untuk orang-orang terdekat gw.
Pasti itu Renata, mana mungkin Kania menelepon gw setelah kejadian semalam.
"Tuh kan benar Renata," ucapku pelan
"Lama banget sih ngangkatnya Di, baru bangun lu yah? Hahaha," suara Renata terdengar sangat bersemangat
"Apaan sih Re? Kan hari Sabtu wajar dong kalo gw bangun siang,"
"Ok ok, terserah lu, tapi sekarang lu musti mandi dan dandan yang cantik,"
"Ha? Buat apaan? Kayanya gw ga ada jadwal kondangan hari ini," tanya gw bingung
"Ada pembukaan kafe baru, punya temen gw dan kita diundang buat dateng,"
"Kita? Lu aja kali. Kan gw ga kenal," ucap gw yang sebenarnya malas pergi ke tempat itu
"Udah pokoknya lu siap-siap, setengah jam lagi gw jemput," ucap Renata dan langsung menutup telepon
"Apa-apaan sih Renata, ngajak orang seenaknya terus tiba-tiba lagi. Tapi boleh deh buat cari suasana baru," pikir gw
Tepat setengah jam setelah Renata telepon ia sampai di rumah gw.
"Re, emang kita mau ke mana sih?" Tanya gw
"Udah ikut aja deh," jawab Renata yang duduk di kusri kemudi
Setengah jam kemudian kita tiba di sebuah kafe di kawasan Kemang, setelah gw mengamati kafe itu ternyata namanya adalah 'Hoshi Cafe'. Memang sepertinya kafe ini baru buka karena gw melihat ada spanduk promo di depan kafe itu.
Kami pun mengambil tempat duduk di taman, tempatnya cukup nyaman. Interior dalamnya didominasi oleh kayu dan di bagian luarnya ada taman yang diisi beberapa meja dan kursi untuk pelanggan.
Dari kejauhan gw melihat ada sepasang laki-laki dan perempuan berjalan menuju kursi kami. Sepertinya gw kenal perempuan itu, ya itu Kania dan bersama seorang pria muda yang cukup tampan. "OMG! Apa itu cowoknya?" Pikir gw
"Hai Di, Re. Udah lama?" Tanya Kania santai
"Baru kok," jawab Renata cepat
"Oh iya kenalin ini temen gw yang punya kafe ini, namanya Roland," ucap Kania sambil mengambil tempat duduk di sebelah gw
"Roland," kata pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Renata dan Renata pun membalasnya dengan mengucapkan nama juga
"Roland," kata pria itu sambil kembali mengulurkan tangannya,kali ini ke arah gw.
"Diana," balas gw
"Nama yang bagus," ucap Roland dan gw hanya tersenyum
"Re, katanya yang punya kafe ini temen lo," bisik gw pada Renata
"Yah kan temen Kania temen kita juga, hehehe" jawab Renata pelan
"Oh iya, Roland ini seumuran kita loh. Umurnya baru 20an tapi udah punya usaha sendiri. Keren kan," jelas Kania
"Hmm, 20an 20 berapa yah Nia?" Tanya Renata polos
"Umur gw 23. Hehehehe," jawab Roland sambil tersenyum malu
"Oh iya, dan dia ini masih jomblo loh. Hahahaha," ucap Kania lantang
"Nia, jangan bikin malu deh. Hehehe," kata Roland dan mukanya langsung berubah merah.
Lucu banget pas mukanya merah dan tanpa sadar gw senyam senyum sendiri. Hehehehe
Setelah ngobrol cukup lama kita saling tukar pin BB, whatssap, Line, twitter, facebook, path, instagram. Pokoknya semua media sosial yang gw punya deh. Hahahaha.
Semenjak saat itu gw mulai intens berhubungan dengan Roland. Sebenernya dia orangnya asik sih. Bahkan Kania dan Renata menyuruh gw untuk putus dengan Rasyid dan jadian dengan Roland saja, terutama Kania. Dia semangat banget buat ngejodohin gw sama Roland. Tapi sepertinya hati gw masih buat Rasyid.
Sebenernya gw belum cerita sama Roland kalau gw punya pacar yang ada di negara lain dan gw belum pernah ketemu sama dia. Gw cuma bilang kalau gw LDR. Udah sampai situ aja, gw gak mau Roland tahu lebih banyak tentang itu, Tapi dia sepertinya gak mundur buat ngedeketin gw. Dia sering ngajak gw jalan bareng, awalnya sama Renata dan Kania tapi lama-lama dia cuma ngajak gw.
"Di, besok ada acara ga?" Pesan singkat yang dikirmkan Roland
"Gak ada, napa?"
"Nonton yuk, katanya sih lagi ada film bagus,"
"Hmm, boleh deh,"
"Oke deh, gw jemput besok jam 7 yah,"
"Oke. sipp,"
Rasyid tahu kalau gw sering pergi sama Roland dan gw bilang ke dia kalau gw sama Rasyid cuma temenan karena sampai saat ini kita memang masih temenan kok.
"Darl, what are you doing?" Rasyid mengirimkan pesan di facebook gw
"Waiting your message. Hehehe :P" Balas gw
"Miss you," kata Rasyid
Gw dan Rasyid udah 2 minggu ga chat atau apa pun sejenisnya. Katany sih dia lagi konsentrasi buat ujiannya dan gw juga maklum kok.
Gak sengaja gw klik profile Rasyid, padahal gw mau bales message dia itu. Yah karena sudah terlanjur jadi gw liat-liat aja sebentar, hehehe.
Seperti biasa, wall facebooknya penuh dengan game-game yang ada di facebook. Tapi ada 1 yang menarik perhatian gw. Ada cewek yang ngirim wall ke Rasyid dan cewek itu adalah cewek yang foto berdua sama Rasyid, yah karena gw penasaran jadi gw baca dengan seksama dan gw baca comment yang Rasyid kirim dan ternyata mereka bales-balesan comment. Dan yang membuat gw lebih syok lagi adalah tanggal commentnya, 7 Juni 2011 itu berarti 1 minggu yang lalu dan Rasyid gak menghubungi gw selama 2 minggu. Itu berarti dia lebih milih bales-balesan comment sama cewek itu dibanding chat sama gw yang ceweknya ini. Kalau Kania tahu dia pasti bakal nyuruh gw putus sama Rasyid.
"Darl, who is Kanaya?" Akhirnya gw memberanikan diri buat bertanya sama Rasyid
“My friend, why?” Jawab Rasyid seperti biasa
“Are you sure?”
“Of course,”
“Why did you reply her comment but didn’t text me?”
“Because I had final exam last week Sweetie,”
“But, why did u can reply her comment?”
“She asked me about exam,”
Gw sebenernya percaya gak percaya sih soalnya mereka berdua bales-balesan comment pakai bahasa India.
“I will try to believe you, Bye,” kata gw dan langsung menyudahi pembicaraan, entah kenapa gw semakin ragu sama Rasyid.
Selama satu bulan gw membalas chat Rasyid dengan ogah-ogahan dan entah kenapa hal itu bisa terjadi, padahal hubungan gw dengan Roland belum ada kemajuan, gw belum memiliki perasaan khusus sama Roland. Hati gw masih milik Rasyid.
“Sweetie, what happen with you?” Sepertinya Rasyid menyadari keanehan gw
“Nothing :)”
“Sweetie, I really love you,”
“Hmm Rasyid, I want to ask you something,”
“Yes, what?”
“Can we break?”
“Why?”
“I just want to focus. Because I will have many exams,” hanya itu alasan yang gw bisa berikan
“Okay, I will try.”
-to be continue..
No comments:
Post a Comment