Friday, February 14, 2014

Cinta Online (2)

Ini adalah kelanjutan dari cerita saya yang berjudul sama (Cinta Online)
-||-

Satu minggu pun berlalu dan gw sepertinya sudah gak tahan dengan ini. Hati gw memberontak. Gw gak terbiasa hidup tanpa Rasyid walaupun hanya di dunia maya. Gw ga terbiasa kalau ga stalking facebooknya. Gw gak terbiasa sehari ga chat sama dia dan semua ketidakbiasaan gw ini membuat gw menyerah.
“Rasyid, I can’t do this anymore. Miss you,”
“Me too Sweetie. I really miss you,”
“Love you Darl,”
“Love you too sweetie,”
Dan kehidupan gw kembali seperti sedia kala. Sepertinya gw gak bisa hidup tanpa dia dan dia pun juga demikian. Gw lebih intens lagi chat dengan Rasyid dan sepertinya gw benar-benar jatuh cinta. Cinta buta lebih tepatnya. Walaupun ada sosok nyata di samping gw, yaitu Roland tapi hati gw hanya untuk Rasyid.

20 Oktober 2011
Hari ini Rasyid ulang tahun. Dari satu bulan sebelumnya gw sudah sibuk memikirkan kado apa yang akan gw kasih. Kalau barang, ongkos kirim sama barangnya mahalan ongkos kirimnya. Akhirnya setelah gw coba searching di youtube gw menemukan yang namanya stop motion, yaitu video yang terdiri dari foto-foto yang berurutan sehingga terlihat seperti bergerak, padahal itu adalah kumpulan foto. Tepat pkl 00.00 (waktu India tentu saja) gw chat dia dan gw langsung upload video yang kemarin gw buat dengan bantuan Renata di facebook.
“HAPPY BIRTHDAY DARL! Wish u all the best. Love you
“Thankyou sweetie, love you too,”
“Check your facebook Darl,”
“Ok, wait,”
Kira-kira 15 menit kemudian Rasyid  chat gw, “Thankyou so much sweetie! You are so sweet :*”
“Hope you like it,”
“Of course, I very very like it,”
“Happy to hear that :),”
“I think this is my best birthday, because of you

Semalaman gw susah tidur gara-gara kata-kata yang diucapkan Rasyid, so sweet banget. Dan gw yakin dia serius sama gw. Tentu saja keesokan harinya gw langsung cerita pada Renata dan Kania walaupun Kania ogah-ogahan mendengarnya.
“Di, coba dong lihat videonya,” ucap Kania
“Pasti lu iri deh Nia kalau lu jadi cowok. Soalnya videonya tuh so sweet banget,” ucap Renata yang membantu gw bikin video ini.
Berhubung gw ga bawa laptop jadi gw buka video itu lewat facebook, tentu saja menggunakan handphone karena datanya ada di laptop gw. Karena gw mengirimkan melalui wall facebook jadi video gw itu tertimbun banyak sekali ucapan dari teman-temannya. Saat sedang mencari, lagi-lagi gw dikejutkan dengan sebuah foto. Foto dengan wanita yang sama. Air mata gw seketika menetes. Untung kedua sahabat gw sedang asik mengerjakan tugas jadi mereka gak melihat air mata gw dan gw langsung pergi ke toilet untuk menenangkan diri. Kenapa Rasyid bisa sejahat itu sama gw, padahal kemarin dia bilang kalau gw ini spesial. Tapi kenapa begini? Kenapa sampai ada foto seorang cewek yang megang kue , ngasih surprise ke dia dan mereka terlihat bahagia. Sepertinya benar kata Kania bahwa dia emang gak bisa dipercaya, yang kelihatan aja bisa selingkuh apalagi yang gak.

“Di, dimana? Kok lu tiba-tiba ngilang? Dosen udah dateng nih,” Ternyata Nia bbm gw.
Gw langsung cuci muka supaya gak ada yang tahu kalau gw abis nangis dan berusaha seperti biasa di depan mereka.
“Lu tadi ke mana sih Di? Tiba-tiba ngilang. Gw kan takut lu diculik,” ucap Renata
“Tadi gw kebelet pipis makanya gw langsung ke toilet. Lagian siapa yang mau nyulik gw coba. Hahahaha,” jawab gw. Kami bertiga tertawa bersama-sama, bersenda gurau. Ini lah arti persahabatan. Seberapa sering pun kalian bertengkar akan ada suatu masa dimana kalian akan kembali tertawa bersama-sama.

“Rasyid, who is she?” Kata gw tanpa basa basi
“She? What do you mean?” Balas Rasyid yang sepertinya bingung
“The girl that gave you cake,”
“That is my friend. Have I told you?”
“You just told me that she is only your friend. And I don’t belive!”
“Ok, I will tell you the truth,”
“Ok,”
“Kanaya is my friend. She loves me but I don’t. I just love you,”
“Enough Rasyid. I can’t beleive you anymore,”
“I really love you Diana,”
“Sorry Rasyid. I can’t. Thanks for everything. Bye,”

PUTUS! Yap putus. Putus dengan cowok yang gak pernah lu temuin itu gimana yah? Tiap hari lu selalu chat sama dia, lu selalu cerita segala sesuatu sama dia. Walaupun kadang gw bingung sendiri sih soalnya Bahasa Inggris gw kan masih standar banget. Tapi entah kenapa hati gw ga peduli dengan kendala bahasa. Hati gw seakan berkata bahwa dia orangnya. Tapi logika berkata mana mungkin, bukan dia. Dan kenyataan mendukung logika dengan menjawab, memang bukan dia.

Temen-temen gw pun menyadari perubahan ini. Mulai dari gw suka update status yang galau, pasang DP galau, repath gambar-gambar yang isinya cuma kata-kata galau, pokoknya semua yang berbau galau deh.
“Di, lu kenapa sih akhir-akhir ini?” Tanya Renata saat kami sedang berkumpul mengerjakan tugas kelompok
“Kenapa gimana? Gw biasa aja kok. Hahaha,” sampai saat ini gw belum memberitahu mereka kalau gw udah putus.
“Cerita dong Di sama kita. Kan kita temenan udah lama. Kita pasti tahu kalau lu ada apa-apa,” Kania menimpali
“Hmm, gw udah putus sama Rasyid,” jawab gw singkat
“What? Kok bisa?” ucap Renata yang sangat terkejut
“Wah, bagus dong. Sekarang lu sama Roland aja kalau gitu Di,” ucap Kania disertai senyum di bibirnya.
“Nia, kok Diana putus lu malah seneng sih? Kan kasian dia sedih,” ujar Renata
“Putusnya sama Rasyid ini, lagian cowok kaya gitu mana bisa dipercaya sih,”
“Tapi kan kasian Diana,”
Mereka berdua sahut menyahut tentang gw. Tapi gw hanya bisa terpaku memperhatikan mereka.Pikiran gw kosong. Apa benar Rasyid yang gak pernah gw temuin itu bisa berpengaruh sangat besar di hidup gw? Hanya karena seorang yang belum pernah gw temui hidup gw jadi berantakan. Mungkin ini memang jalan yang tepat, putus adalah satu-satunya jalan terbaik daripada gw terlalu lama berharap.

1 bulan setelah putus gw jadian dengan Roland. Kenapa? Karena Kania yang mendesak gw. Sebenernya gw gak mau, gw kasian sama Roland. Masa dia jadi pelarian gw. Tapi Kania meyakinkan gw.
“Roland udah nembak lu kan Di? Tunggu apa lagi?” Ucap Kania
“Tapi Nia, gw gak ada perasaan apa-apa sama dia,”
“Coba aja dulu Di,” Renata menimpali
“Yee, emang lu pikir apaan dicoba-coba,” balas gw
“Di, cinta akan tumbuh dengan sendirinya saat lu berdua mulai bersama. Asal lu mau membuka hati lu,” ucap Kania mantap
Dan berkat kata-kata Kania itu gw berusaha menerima Roland. Karena gw udah pernah merasakan gimana rasanya mencintai tanpa dicintai, jadi gw ngerti gimana perasaan Roland yang selama ini nungguin gw.
“Di, thanks yah,” ucap Roland
“Thanks? Buat apa?” Tanya gw bingung
“Thanks buat segalanya,” ucap Roland sambil tersenyum dan dia langsung balik ke mobil setelah mengantar gw pulang dan pergi begitu saja.
Roland emang beda banget sama Rasyid. Roland tuh lebih dewasa, atau mungkin karena Roland bisa gw lihat setiap hari, sedangkan Rasyid ketemu sekali aja belum pernah.
***
2 tahun berlalu tanpa gw berhubungan dengan Rasyid dan dengan Roland, gw udah putus dari tahun lalu. Gw gak bisa nyakitin dia lebih lama lagi. Selama setahun gw udah coba buat sayang sama dia tapi gak bisa, hati gw gak bisa menerima kehadiran Roland.
“Roland, sorry sebelumnya,” ucap gw tepat di satu tahun anniversary kita
“Kenapa beb?” tanya Roland santai
“Aku rasa, kita sebaiknya udahan aja deh,” ucap gw tanpa melihat mata Roland. Gw gak sanggup melihat ketulusan di mata Roland. Gw gak sanggup melihat wajah yang hampir setiap hari menemani gw dan gak pernah menuntut gw.
“Tapi kenapa?” Jawab Roland dengan suara yang masih tenang
“Sebenernya aku udah coba buat sayang sama kamu selama satu tahun ini, tapi aku gak bisa,”
“Di,” Roland memegang tangan gw, “Aku udah tahu kok,”
“Tapi kenapa kamu gak mutusin aku?”
“Karena aku sayang kamu, setiap hari aku berusaha supaya kamu sayang sama aku. Tapi sepertinya aku gak berhasil. Hehehhe,”
“Maaf udah nyakitin kamu,”
“Aku gak sakit kok, justru aku bahagia. Bahagia karena kamu udah ngasih kesempatan buat aku, makasih karena kamu udah percaya sama aku selama satu tahun ini,”
“Maaf yah,” ucap gw pelan bahkan hampir tak terdengar
“Gak usah minta maaf Di, kamu gak salah. Aku yang salah. Aku seakan-akan maksa kamu buat sayang sama aku. Padahal aku tahu itu gak bisa. Thanks yah Di buat semuanya,” kata Roland sambil tersenyum

Saat ini gw sedang sibuk menyiapkan liburan gw. Yeay! Mama dan papa ngasih tiket gratis ke Bali bersama kedua sahabat gw untuk merayakan kelulusan kita. Akhirnya jadi sarjana. Hehehe
Sebelum pergi gw mau update semua media sosial yang gw punya, semenjak ngurusin skripsi sampai sekarang gw jarang banget update. Saat gw cek facebook gw ternyata notifikasi hanya game. Hahahaha. Tapi ada 1 pesan dan itu dari Rasyid
“Hi Di, how are you? I miss you. Sorry I can’t be the best for you but I will always love you sweetie,”
Pesan itu dikirim 3 Maret, itu berarti 1 minggu yang lalu. Gw bingung harus bales apa gak. Soalnya gw udah lama gak berhubungan sama Rasyid, walaupun di hati ini masih ada dia. Tapi gw berusaha untuk menghapus itu. Jadi gw memutuskan untuk ga bales dan fokus sama liburan gw.

11 Maret 2013
Akhirnya sampai di Bali. Holiday I’m coming! Hahahaha. Bukan Diana namanya kalau gak update status. Jadi gw update status dulu di semua media sosial yang gw punya. Hari ini jadwal kita hanya di hotel, soalnya kita sampai Bali malam hari, jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan besok hari.

12 Maret 2013
Kata orang kalau mau melihat sunset yang bagus di Bali salah satunya ada di tanah Lot. Jadi kami bertiga memutuskan untuk menunggu sunset di Tanah Lot, sambil menunggu kami memutuskan untuk foto-foto selain karena memang hobby foto tapi ini buat kenang-kenangan karena mungkin nanti kami gak akan bisa seperti ini lagi.
Langit sudah mulai memerah tapi masih terang, jadi kita sepertinya masih harus bersabar untuk melihat pemandangan yang indah itu.
“Sorry, are you Diana?” Seorang pria asing menghampiri gw. Bukan bule, sepertinya ia orang Asia dan gw merasa gak asing sama muka orang ini
“Yes, Who are you?” Tanya gw bingung
“I’m your ex,” kata orang itu disertai senyum yang seakan berkata ‘ayo tebak siapa gw’
Ex? Nih orang salah apa gak sih, perasaan mantan gw Cuma Roland deh. Tapi tunggu, ada satu orang lagi, “Rasyid?” Tanya gw sedikit ragu.
“Hahahaha. Yes, you’re right sweetie,”
“How do you know?” Tanya gw bingung
“Your facebook,” jawab dia sambil tersenyum.Ternyata senyumnya lebih manis dari yang di foto.
Ternyata dia akan kerja di Jakarta dan ada di sini karena ingin liburan sebelum memulai hari kerjanya.  Dia tahu gw ada di sini karena gw update status. Hehehhe. Gak nyangka bisa ketemu dia di sini. Karena ngobrol lumayan lama gw sampe gak sadar kalau kedua sahabat gw telah menghilang yang menyebabkan gw celingak celinguk nyariin mereka.
“What happen?” Tanya Rasyid
“Hmm, nothing,” jawab gw sambil tersenyum
“Diana, I think I love you at the first sight,”
“Hmm, are you sure?”
“Yes, but not now, since two years ago,” tepat dua tahun yang lalu gw pertama kali bertemu Rasyid di dunia maya dan hari ini gw bertemu Rasyid di dunia nyata.
“I love you and will always love you,” lanjut Rasyid
Gw hanya terdiam. Sejujurnya gw juga masih sayang sama dia. Hati gw masih milik dia walaupun gw gak ketemu sama dia hari ini.
Rasyid mengajak gw berdiri memandang ke langit, dia menggenggam tangan gw, “Would you be my girlfriend?”
Di bawah langit senja yang kemerahan gw menjawab dengan yakin,”Yes I would,”


Mungkin sebagian orang gak percaya sama cinta buta. Tapi gw percaya karena cinta gak pernah salah. Cinta gak pernah mencintai orang yang salah tapi cinta bisa memilih siapa yang harus ia cintai.

****

No comments:

Post a Comment