Ini adalah kelanjutan dari cerita saya yang berjudul sama (Cinta Online)
-||-
Satu
minggu pun berlalu dan gw sepertinya sudah gak tahan dengan ini. Hati gw
memberontak. Gw gak terbiasa hidup tanpa Rasyid walaupun hanya di dunia maya.
Gw ga terbiasa kalau ga stalking facebooknya.
Gw gak terbiasa sehari ga chat sama dia dan semua ketidakbiasaan gw ini membuat
gw menyerah.
“Rasyid,
I can’t do this anymore. Miss you,”
“Me
too Sweetie. I really miss you,”
“Love
you Darl,”
“Love
you too sweetie,”
Dan
kehidupan gw kembali seperti sedia kala. Sepertinya gw gak bisa hidup tanpa dia
dan dia pun juga demikian. Gw lebih intens lagi chat dengan Rasyid dan
sepertinya gw benar-benar jatuh cinta. Cinta buta lebih tepatnya. Walaupun ada
sosok nyata di samping gw, yaitu Roland tapi hati gw hanya untuk Rasyid.
20
Oktober 2011
Hari
ini Rasyid ulang tahun. Dari satu bulan sebelumnya gw sudah sibuk memikirkan
kado apa yang akan gw kasih. Kalau barang, ongkos kirim sama barangnya mahalan
ongkos kirimnya. Akhirnya setelah gw coba searching di youtube gw menemukan
yang namanya stop motion, yaitu video
yang terdiri dari foto-foto yang berurutan sehingga terlihat seperti bergerak,
padahal itu adalah kumpulan foto. Tepat pkl 00.00 (waktu India tentu saja) gw
chat dia dan gw langsung upload video yang kemarin gw buat dengan bantuan
Renata di facebook.
“HAPPY
BIRTHDAY DARL! Wish u all the best. Love you ”
“Thankyou
sweetie, love you too,”
“Check
your facebook Darl,”
“Ok,
wait,”
Kira-kira
15 menit kemudian Rasyid chat gw,
“Thankyou so much sweetie! You are so sweet :*”
“Hope
you like it,”
“Of
course, I very very like it,”
“Happy
to hear that :),”
“I
think this is my best birthday, because of you ”
Semalaman
gw susah tidur gara-gara kata-kata yang diucapkan Rasyid, so sweet banget. Dan
gw yakin dia serius sama gw. Tentu saja keesokan harinya gw langsung cerita
pada Renata dan Kania walaupun Kania ogah-ogahan mendengarnya.
“Di,
coba dong lihat videonya,” ucap Kania
“Pasti
lu iri deh Nia kalau lu jadi cowok. Soalnya videonya tuh so sweet banget,” ucap
Renata yang membantu gw bikin video ini.
Berhubung
gw ga bawa laptop jadi gw buka video itu lewat facebook, tentu saja menggunakan
handphone karena datanya ada di laptop gw. Karena gw mengirimkan melalui wall
facebook jadi video gw itu tertimbun banyak sekali ucapan dari teman-temannya.
Saat sedang mencari, lagi-lagi gw dikejutkan dengan sebuah foto. Foto dengan
wanita yang sama. Air mata gw seketika menetes. Untung kedua sahabat gw sedang
asik mengerjakan tugas jadi mereka gak melihat air mata gw dan gw langsung
pergi ke toilet untuk menenangkan diri. Kenapa Rasyid bisa sejahat itu sama gw,
padahal kemarin dia bilang kalau gw ini spesial. Tapi kenapa begini? Kenapa
sampai ada foto seorang cewek yang megang kue , ngasih surprise ke dia dan mereka terlihat bahagia. Sepertinya benar kata
Kania bahwa dia emang gak bisa dipercaya, yang kelihatan aja bisa selingkuh
apalagi yang gak.
“Di,
dimana? Kok lu tiba-tiba ngilang? Dosen udah dateng nih,” Ternyata Nia bbm gw.
Gw
langsung cuci muka supaya gak ada yang tahu kalau gw abis nangis dan berusaha
seperti biasa di depan mereka.
“Lu
tadi ke mana sih Di? Tiba-tiba ngilang. Gw kan takut lu diculik,” ucap Renata
“Tadi
gw kebelet pipis makanya gw langsung ke toilet. Lagian siapa yang mau nyulik gw
coba. Hahahaha,” jawab gw. Kami bertiga tertawa bersama-sama, bersenda gurau.
Ini lah arti persahabatan. Seberapa sering pun kalian bertengkar akan ada suatu
masa dimana kalian akan kembali tertawa bersama-sama.
“Rasyid,
who is she?” Kata gw tanpa basa basi
“She?
What do you mean?” Balas Rasyid yang sepertinya bingung
“The
girl that gave you cake,”
“That
is my friend. Have I told you?”
“You
just told me that she is only your friend. And I don’t belive!”
“Ok,
I will tell you the truth,”
“Ok,”
“Kanaya
is my friend. She loves me but I don’t. I just love you,”
“Enough
Rasyid. I can’t beleive you anymore,”
“I
really love you Diana,”
“Sorry
Rasyid. I can’t. Thanks for everything. Bye,”
PUTUS!
Yap putus. Putus dengan cowok yang gak pernah lu temuin itu gimana yah? Tiap
hari lu selalu chat sama dia, lu selalu cerita segala sesuatu sama dia.
Walaupun kadang gw bingung sendiri sih soalnya Bahasa Inggris gw kan masih
standar banget. Tapi entah kenapa hati gw ga peduli dengan kendala bahasa. Hati
gw seakan berkata bahwa dia orangnya. Tapi logika berkata mana mungkin, bukan
dia. Dan kenyataan mendukung logika dengan menjawab, memang bukan dia.
Temen-temen
gw pun menyadari perubahan ini. Mulai dari gw suka update status yang galau,
pasang DP galau, repath gambar-gambar yang isinya cuma kata-kata galau,
pokoknya semua yang berbau galau deh.
“Di,
lu kenapa sih akhir-akhir ini?” Tanya Renata saat kami sedang berkumpul mengerjakan
tugas kelompok
“Kenapa
gimana? Gw biasa aja kok. Hahaha,” sampai saat ini gw belum memberitahu mereka
kalau gw udah putus.
“Cerita
dong Di sama kita. Kan kita temenan udah lama. Kita pasti tahu kalau lu ada
apa-apa,” Kania menimpali
“Hmm,
gw udah putus sama Rasyid,” jawab gw singkat
“What?
Kok bisa?” ucap Renata yang sangat terkejut
“Wah,
bagus dong. Sekarang lu sama Roland aja kalau gitu Di,” ucap Kania disertai
senyum di bibirnya.
“Nia,
kok Diana putus lu malah seneng sih? Kan kasian dia sedih,” ujar Renata
“Putusnya
sama Rasyid ini, lagian cowok kaya gitu mana bisa dipercaya sih,”
“Tapi
kan kasian Diana,”
Mereka
berdua sahut menyahut tentang gw. Tapi gw hanya bisa terpaku memperhatikan
mereka.Pikiran gw kosong. Apa benar Rasyid yang gak pernah gw temuin itu bisa
berpengaruh sangat besar di hidup gw? Hanya karena seorang yang belum pernah gw
temui hidup gw jadi berantakan. Mungkin ini memang jalan yang tepat, putus
adalah satu-satunya jalan terbaik daripada gw terlalu lama berharap.
1
bulan setelah putus gw jadian dengan Roland. Kenapa? Karena Kania yang mendesak
gw. Sebenernya gw gak mau, gw kasian sama Roland. Masa dia jadi pelarian gw.
Tapi Kania meyakinkan gw.
“Roland
udah nembak lu kan Di? Tunggu apa lagi?” Ucap Kania
“Tapi
Nia, gw gak ada perasaan apa-apa sama dia,”
“Coba
aja dulu Di,” Renata menimpali
“Yee,
emang lu pikir apaan dicoba-coba,” balas gw
“Di,
cinta akan tumbuh dengan sendirinya saat lu berdua mulai bersama. Asal lu mau
membuka hati lu,” ucap Kania mantap
Dan
berkat kata-kata Kania itu gw berusaha menerima Roland. Karena gw udah pernah
merasakan gimana rasanya mencintai tanpa dicintai, jadi gw ngerti gimana
perasaan Roland yang selama ini nungguin gw.
“Di,
thanks yah,” ucap Roland
“Thanks?
Buat apa?” Tanya gw bingung
“Thanks
buat segalanya,” ucap Roland sambil tersenyum dan dia langsung balik ke mobil
setelah mengantar gw pulang dan pergi begitu saja.
Roland
emang beda banget sama Rasyid. Roland tuh lebih dewasa, atau mungkin karena
Roland bisa gw lihat setiap hari, sedangkan Rasyid ketemu sekali aja belum
pernah.
***
2
tahun berlalu tanpa gw berhubungan dengan Rasyid dan dengan Roland, gw udah
putus dari tahun lalu. Gw gak bisa nyakitin dia lebih lama lagi. Selama setahun
gw udah coba buat sayang sama dia tapi gak bisa, hati gw gak bisa menerima
kehadiran Roland.
“Roland,
sorry sebelumnya,” ucap gw tepat di satu tahun anniversary kita
“Kenapa
beb?” tanya Roland santai
“Aku
rasa, kita sebaiknya udahan aja deh,” ucap gw tanpa melihat mata Roland. Gw gak
sanggup melihat ketulusan di mata Roland. Gw gak sanggup melihat wajah yang
hampir setiap hari menemani gw dan gak pernah menuntut gw.
“Tapi
kenapa?” Jawab Roland dengan suara yang masih tenang
“Sebenernya
aku udah coba buat sayang sama kamu selama satu tahun ini, tapi aku gak bisa,”
“Di,”
Roland memegang tangan gw, “Aku udah tahu kok,”
“Tapi
kenapa kamu gak mutusin aku?”
“Karena
aku sayang kamu, setiap hari aku berusaha supaya kamu sayang sama aku. Tapi
sepertinya aku gak berhasil. Hehehhe,”
“Maaf
udah nyakitin kamu,”
“Aku
gak sakit kok, justru aku bahagia. Bahagia karena kamu udah ngasih kesempatan
buat aku, makasih karena kamu udah percaya sama aku selama satu tahun ini,”
“Maaf
yah,” ucap gw pelan bahkan hampir tak terdengar
“Gak
usah minta maaf Di, kamu gak salah. Aku yang salah. Aku seakan-akan maksa kamu
buat sayang sama aku. Padahal aku tahu itu gak bisa. Thanks yah Di buat
semuanya,” kata Roland sambil tersenyum
Saat
ini gw sedang sibuk menyiapkan liburan gw. Yeay! Mama dan papa ngasih tiket
gratis ke Bali bersama kedua sahabat gw untuk merayakan kelulusan kita.
Akhirnya jadi sarjana. Hehehe
Sebelum
pergi gw mau update semua media sosial yang gw punya, semenjak ngurusin skripsi
sampai sekarang gw jarang banget update. Saat gw cek facebook gw ternyata
notifikasi hanya game. Hahahaha. Tapi ada 1 pesan dan itu dari Rasyid
“Hi Di, how are you? I miss you.
Sorry I can’t be the best for you but I will always love you sweetie,”
Pesan
itu dikirim 3 Maret, itu berarti 1 minggu yang lalu. Gw bingung harus bales apa
gak. Soalnya gw udah lama gak berhubungan sama Rasyid, walaupun di hati ini
masih ada dia. Tapi gw berusaha untuk menghapus itu. Jadi gw memutuskan untuk
ga bales dan fokus sama liburan gw.
11
Maret 2013
Akhirnya
sampai di Bali. Holiday I’m coming! Hahahaha. Bukan Diana namanya kalau gak
update status. Jadi gw update status dulu di semua media sosial yang gw punya.
Hari ini jadwal kita hanya di hotel, soalnya kita sampai Bali malam hari, jadi
kita memutuskan untuk jalan-jalan besok hari.
12
Maret 2013
Kata
orang kalau mau melihat sunset yang bagus di Bali salah satunya ada di tanah
Lot. Jadi kami bertiga memutuskan untuk menunggu sunset di Tanah Lot, sambil
menunggu kami memutuskan untuk foto-foto selain karena memang hobby foto tapi
ini buat kenang-kenangan karena mungkin nanti kami gak akan bisa seperti ini
lagi.
Langit
sudah mulai memerah tapi masih terang, jadi kita sepertinya masih harus
bersabar untuk melihat pemandangan yang indah itu.
“Sorry,
are you Diana?” Seorang pria asing menghampiri gw. Bukan bule, sepertinya ia
orang Asia dan gw merasa gak asing sama muka orang ini
“Yes,
Who are you?” Tanya gw bingung
“I’m
your ex,” kata orang itu disertai senyum yang seakan berkata ‘ayo tebak siapa
gw’
Ex?
Nih orang salah apa gak sih, perasaan mantan gw Cuma Roland deh. Tapi tunggu,
ada satu orang lagi, “Rasyid?” Tanya gw sedikit ragu.
“Hahahaha.
Yes, you’re right sweetie,”
“How
do you know?” Tanya gw bingung
“Your
facebook,” jawab dia sambil tersenyum.Ternyata senyumnya lebih manis dari yang
di foto.
Ternyata
dia akan kerja di Jakarta dan ada di sini karena ingin liburan sebelum memulai
hari kerjanya. Dia tahu gw ada di sini
karena gw update status. Hehehhe. Gak nyangka bisa ketemu dia di sini. Karena
ngobrol lumayan lama gw sampe gak sadar kalau kedua sahabat gw telah menghilang
yang menyebabkan gw celingak celinguk nyariin mereka.
“What
happen?” Tanya Rasyid
“Hmm,
nothing,” jawab gw sambil tersenyum
“Diana,
I think I love you at the first sight,”
“Hmm,
are you sure?”
“Yes,
but not now, since two years ago,” tepat dua tahun yang lalu gw pertama kali
bertemu Rasyid di dunia maya dan hari ini gw bertemu Rasyid di dunia nyata.
“I
love you and will always love you,” lanjut Rasyid
Gw
hanya terdiam. Sejujurnya gw juga masih sayang sama dia. Hati gw masih milik
dia walaupun gw gak ketemu sama dia hari ini.
Rasyid
mengajak gw berdiri memandang ke langit, dia menggenggam tangan gw, “Would you be
my girlfriend?”
Di
bawah langit senja yang kemerahan gw menjawab dengan yakin,”Yes I would,”
Mungkin
sebagian orang gak percaya sama cinta buta. Tapi gw percaya karena cinta gak
pernah salah. Cinta gak pernah mencintai orang yang salah tapi cinta bisa
memilih siapa yang harus ia cintai.
****
No comments:
Post a Comment