Sunday, August 17, 2014

Suara untuk Bangsa

INDONESIA
Tanah kelahiran beta
69 tahun sudah engkau MERDEKA
Tapi sepertinya belum sepenuhnya MERDEKA
Rakyat miskin bertambah di mana-mana
Para tikus berdasi semakin kaya
Kesejahteraan seakan mimpi belaka
Kemakmuran hanya kata-kata
Inikah yang namanya MERDEKA?
Kita seakan dijajah kawan lama
Bukan oleh asing tapi oleh para orang terhormat yang pandai berpura-pura
Bukan oleh penjajah tapi oleh petinggi yang gila harta
Bukan dari luar tapi dari dalam negara tercinta
Negara dengan sejuta problematika
Menyerukan ingin menjadi negara yang dipandang dunia
Ingin kembali menjadi macan Asia
Tapi mengaum pun belum bisa
Salah siapa?
Salah pemimpin bangsa?
Salah petinggi yang suka makan gaji buta?
Tugas siapa?
Tugas orang nomor satu di negeri tercinta
Tugas para aparatur negara?
Bukan! Ini tugas KITA
Tugas setiap insan yang lahir di tanah dengan sejuta pesona                    
Tugas setiap anak yang tumbuh dari Aceh sampai Papua
Tugas setiap manusia yang tinggal di negeri penuh budaya
Tugas KITA semua sebagai ANAK BANGSA
Masa depan bangsa ada di tangan ANAK MUDA
ANAK MUDA yang mengaku darahnya merah membara                  
ANAK MUDA yang berani menyingsingkan lengan bajunya
Yang semangatnya sekuat baja
Yang mimpinya setinggi langit di angkasa
Yang merasa tanah airnya Indonesia
Pemuda yang tidak pernah berkata "Apa yang negara berikan untuk saya?"
Tapi yang berkata "Apa yang sudah saya berikan untuk INDONESIA?"
Dirgahayu negeriku. Jayalah Indonesia. MERDEKA!

Sunday, June 1, 2014

Cinta Permen Karet

Udah lama ga nge-blog dan akhirnya sekarang bisa nge-blog lagi.. Yeaayyyy!! Hahahah (agak lebay yah)
Di tulisan kali ini gw gak akan bikin cerpen kali ini gw mau membagi pikiran gw tentang CINTA. Ya CINTA!
Entah kenapa gw tertarik membicarakan ini, mungkin karena kemarin-kemarin gw baca buku Raditya Dika yang berbicara tentang cinta.
Oke, langsung aja ke topik bahasan. CINTA bukan sesuatu yang asing lagi bagi kita. Setiap kita pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta dan ada juga yang bilang kalau "namanya juga 'jatuh' pasti sakit" terkadang banyak orang yang beranggapan begitu. Tapi bukankah cinta seharusnya membuat segalanya lebih baik?
Dari pengalaman gw atau bahkan orang-orang disekitar gw, mereka sering bilang kalau cinta tuh kaya PERMEN KARET. Maksudnya? Ya, jadi CINTA tuh manisnya di awal doang. Misalnya, ada orang yang udah pacaran selama 3 tahun terus manisnya tuh cuma pada saat PDKT dan tahun pertama aja, sisanya hambar. Atau yang lebih parah cuma pada saat PDKT aja manisnya. Memang sih gak semuanya kaya gitu, tapi banyak yang bilang gitu. Gw pribadi bingung kalau katanya cinta itu kaya permen karet terus kalau udah pahit kenapa masih dipertahanin. Kita kalau makan permen karet kalau udah pahit dibuang kan? Kalau buat yang masih pacaran mungkin bisa dengan gampangnya bilang PUTUS. Tapi, kalau orang yang udah nikah gimana? Masa mau cerai?
Gw kembali berpikir apa benar cinta itu kaya gitu? Kalau benar kenapa banyak pasangan yang sampai kakek nenek? Dan kalau memang kaya permen karet kenapa lu rela berkorban buat pacar lu padahal nanti akan pahit juga?
Tapi menurut gw, kalau memang cinta itu kaya permen karet terus kenapa? Pada saat permen karet itu mulai pahit lu malah bisa bikin balon kan? Lu malah bisa bermain-main sama permen karet yang pahit itu. Jadi kenapa lu gak lakuin itu sama CINTA lu? Saat lu pikir udah mulai pahit kenapa gak lu mengubah itu jadi menyenangkan, bukan malah mencari yang baru. Saat terasa sudah mulai pahit, belajarlah membuat balon agar rasa pahit tidak terasa karena tetap menyenangkan.
Jangan salahkan mengapa orang lain berubah. Setiap orang pasti berubah. Yang jadi masalah bukanlah perubahan tersebut, tapi diri kita. Apakah kita bisa menerima perubahan itu atau tidak.

Sepertinya cukup dulu pembahasan tentang CINTA kali ini. Jadi bagaimana CINTA menurut definisi kalian?

Friday, February 14, 2014

Cinta Online (2)

Ini adalah kelanjutan dari cerita saya yang berjudul sama (Cinta Online)
-||-

Satu minggu pun berlalu dan gw sepertinya sudah gak tahan dengan ini. Hati gw memberontak. Gw gak terbiasa hidup tanpa Rasyid walaupun hanya di dunia maya. Gw ga terbiasa kalau ga stalking facebooknya. Gw gak terbiasa sehari ga chat sama dia dan semua ketidakbiasaan gw ini membuat gw menyerah.
“Rasyid, I can’t do this anymore. Miss you,”
“Me too Sweetie. I really miss you,”
“Love you Darl,”
“Love you too sweetie,”
Dan kehidupan gw kembali seperti sedia kala. Sepertinya gw gak bisa hidup tanpa dia dan dia pun juga demikian. Gw lebih intens lagi chat dengan Rasyid dan sepertinya gw benar-benar jatuh cinta. Cinta buta lebih tepatnya. Walaupun ada sosok nyata di samping gw, yaitu Roland tapi hati gw hanya untuk Rasyid.

20 Oktober 2011
Hari ini Rasyid ulang tahun. Dari satu bulan sebelumnya gw sudah sibuk memikirkan kado apa yang akan gw kasih. Kalau barang, ongkos kirim sama barangnya mahalan ongkos kirimnya. Akhirnya setelah gw coba searching di youtube gw menemukan yang namanya stop motion, yaitu video yang terdiri dari foto-foto yang berurutan sehingga terlihat seperti bergerak, padahal itu adalah kumpulan foto. Tepat pkl 00.00 (waktu India tentu saja) gw chat dia dan gw langsung upload video yang kemarin gw buat dengan bantuan Renata di facebook.
“HAPPY BIRTHDAY DARL! Wish u all the best. Love you
“Thankyou sweetie, love you too,”
“Check your facebook Darl,”
“Ok, wait,”
Kira-kira 15 menit kemudian Rasyid  chat gw, “Thankyou so much sweetie! You are so sweet :*”
“Hope you like it,”
“Of course, I very very like it,”
“Happy to hear that :),”
“I think this is my best birthday, because of you

Semalaman gw susah tidur gara-gara kata-kata yang diucapkan Rasyid, so sweet banget. Dan gw yakin dia serius sama gw. Tentu saja keesokan harinya gw langsung cerita pada Renata dan Kania walaupun Kania ogah-ogahan mendengarnya.
“Di, coba dong lihat videonya,” ucap Kania
“Pasti lu iri deh Nia kalau lu jadi cowok. Soalnya videonya tuh so sweet banget,” ucap Renata yang membantu gw bikin video ini.
Berhubung gw ga bawa laptop jadi gw buka video itu lewat facebook, tentu saja menggunakan handphone karena datanya ada di laptop gw. Karena gw mengirimkan melalui wall facebook jadi video gw itu tertimbun banyak sekali ucapan dari teman-temannya. Saat sedang mencari, lagi-lagi gw dikejutkan dengan sebuah foto. Foto dengan wanita yang sama. Air mata gw seketika menetes. Untung kedua sahabat gw sedang asik mengerjakan tugas jadi mereka gak melihat air mata gw dan gw langsung pergi ke toilet untuk menenangkan diri. Kenapa Rasyid bisa sejahat itu sama gw, padahal kemarin dia bilang kalau gw ini spesial. Tapi kenapa begini? Kenapa sampai ada foto seorang cewek yang megang kue , ngasih surprise ke dia dan mereka terlihat bahagia. Sepertinya benar kata Kania bahwa dia emang gak bisa dipercaya, yang kelihatan aja bisa selingkuh apalagi yang gak.

“Di, dimana? Kok lu tiba-tiba ngilang? Dosen udah dateng nih,” Ternyata Nia bbm gw.
Gw langsung cuci muka supaya gak ada yang tahu kalau gw abis nangis dan berusaha seperti biasa di depan mereka.
“Lu tadi ke mana sih Di? Tiba-tiba ngilang. Gw kan takut lu diculik,” ucap Renata
“Tadi gw kebelet pipis makanya gw langsung ke toilet. Lagian siapa yang mau nyulik gw coba. Hahahaha,” jawab gw. Kami bertiga tertawa bersama-sama, bersenda gurau. Ini lah arti persahabatan. Seberapa sering pun kalian bertengkar akan ada suatu masa dimana kalian akan kembali tertawa bersama-sama.

“Rasyid, who is she?” Kata gw tanpa basa basi
“She? What do you mean?” Balas Rasyid yang sepertinya bingung
“The girl that gave you cake,”
“That is my friend. Have I told you?”
“You just told me that she is only your friend. And I don’t belive!”
“Ok, I will tell you the truth,”
“Ok,”
“Kanaya is my friend. She loves me but I don’t. I just love you,”
“Enough Rasyid. I can’t beleive you anymore,”
“I really love you Diana,”
“Sorry Rasyid. I can’t. Thanks for everything. Bye,”

PUTUS! Yap putus. Putus dengan cowok yang gak pernah lu temuin itu gimana yah? Tiap hari lu selalu chat sama dia, lu selalu cerita segala sesuatu sama dia. Walaupun kadang gw bingung sendiri sih soalnya Bahasa Inggris gw kan masih standar banget. Tapi entah kenapa hati gw ga peduli dengan kendala bahasa. Hati gw seakan berkata bahwa dia orangnya. Tapi logika berkata mana mungkin, bukan dia. Dan kenyataan mendukung logika dengan menjawab, memang bukan dia.

Temen-temen gw pun menyadari perubahan ini. Mulai dari gw suka update status yang galau, pasang DP galau, repath gambar-gambar yang isinya cuma kata-kata galau, pokoknya semua yang berbau galau deh.
“Di, lu kenapa sih akhir-akhir ini?” Tanya Renata saat kami sedang berkumpul mengerjakan tugas kelompok
“Kenapa gimana? Gw biasa aja kok. Hahaha,” sampai saat ini gw belum memberitahu mereka kalau gw udah putus.
“Cerita dong Di sama kita. Kan kita temenan udah lama. Kita pasti tahu kalau lu ada apa-apa,” Kania menimpali
“Hmm, gw udah putus sama Rasyid,” jawab gw singkat
“What? Kok bisa?” ucap Renata yang sangat terkejut
“Wah, bagus dong. Sekarang lu sama Roland aja kalau gitu Di,” ucap Kania disertai senyum di bibirnya.
“Nia, kok Diana putus lu malah seneng sih? Kan kasian dia sedih,” ujar Renata
“Putusnya sama Rasyid ini, lagian cowok kaya gitu mana bisa dipercaya sih,”
“Tapi kan kasian Diana,”
Mereka berdua sahut menyahut tentang gw. Tapi gw hanya bisa terpaku memperhatikan mereka.Pikiran gw kosong. Apa benar Rasyid yang gak pernah gw temuin itu bisa berpengaruh sangat besar di hidup gw? Hanya karena seorang yang belum pernah gw temui hidup gw jadi berantakan. Mungkin ini memang jalan yang tepat, putus adalah satu-satunya jalan terbaik daripada gw terlalu lama berharap.

1 bulan setelah putus gw jadian dengan Roland. Kenapa? Karena Kania yang mendesak gw. Sebenernya gw gak mau, gw kasian sama Roland. Masa dia jadi pelarian gw. Tapi Kania meyakinkan gw.
“Roland udah nembak lu kan Di? Tunggu apa lagi?” Ucap Kania
“Tapi Nia, gw gak ada perasaan apa-apa sama dia,”
“Coba aja dulu Di,” Renata menimpali
“Yee, emang lu pikir apaan dicoba-coba,” balas gw
“Di, cinta akan tumbuh dengan sendirinya saat lu berdua mulai bersama. Asal lu mau membuka hati lu,” ucap Kania mantap
Dan berkat kata-kata Kania itu gw berusaha menerima Roland. Karena gw udah pernah merasakan gimana rasanya mencintai tanpa dicintai, jadi gw ngerti gimana perasaan Roland yang selama ini nungguin gw.
“Di, thanks yah,” ucap Roland
“Thanks? Buat apa?” Tanya gw bingung
“Thanks buat segalanya,” ucap Roland sambil tersenyum dan dia langsung balik ke mobil setelah mengantar gw pulang dan pergi begitu saja.
Roland emang beda banget sama Rasyid. Roland tuh lebih dewasa, atau mungkin karena Roland bisa gw lihat setiap hari, sedangkan Rasyid ketemu sekali aja belum pernah.
***
2 tahun berlalu tanpa gw berhubungan dengan Rasyid dan dengan Roland, gw udah putus dari tahun lalu. Gw gak bisa nyakitin dia lebih lama lagi. Selama setahun gw udah coba buat sayang sama dia tapi gak bisa, hati gw gak bisa menerima kehadiran Roland.
“Roland, sorry sebelumnya,” ucap gw tepat di satu tahun anniversary kita
“Kenapa beb?” tanya Roland santai
“Aku rasa, kita sebaiknya udahan aja deh,” ucap gw tanpa melihat mata Roland. Gw gak sanggup melihat ketulusan di mata Roland. Gw gak sanggup melihat wajah yang hampir setiap hari menemani gw dan gak pernah menuntut gw.
“Tapi kenapa?” Jawab Roland dengan suara yang masih tenang
“Sebenernya aku udah coba buat sayang sama kamu selama satu tahun ini, tapi aku gak bisa,”
“Di,” Roland memegang tangan gw, “Aku udah tahu kok,”
“Tapi kenapa kamu gak mutusin aku?”
“Karena aku sayang kamu, setiap hari aku berusaha supaya kamu sayang sama aku. Tapi sepertinya aku gak berhasil. Hehehhe,”
“Maaf udah nyakitin kamu,”
“Aku gak sakit kok, justru aku bahagia. Bahagia karena kamu udah ngasih kesempatan buat aku, makasih karena kamu udah percaya sama aku selama satu tahun ini,”
“Maaf yah,” ucap gw pelan bahkan hampir tak terdengar
“Gak usah minta maaf Di, kamu gak salah. Aku yang salah. Aku seakan-akan maksa kamu buat sayang sama aku. Padahal aku tahu itu gak bisa. Thanks yah Di buat semuanya,” kata Roland sambil tersenyum

Saat ini gw sedang sibuk menyiapkan liburan gw. Yeay! Mama dan papa ngasih tiket gratis ke Bali bersama kedua sahabat gw untuk merayakan kelulusan kita. Akhirnya jadi sarjana. Hehehe
Sebelum pergi gw mau update semua media sosial yang gw punya, semenjak ngurusin skripsi sampai sekarang gw jarang banget update. Saat gw cek facebook gw ternyata notifikasi hanya game. Hahahaha. Tapi ada 1 pesan dan itu dari Rasyid
“Hi Di, how are you? I miss you. Sorry I can’t be the best for you but I will always love you sweetie,”
Pesan itu dikirim 3 Maret, itu berarti 1 minggu yang lalu. Gw bingung harus bales apa gak. Soalnya gw udah lama gak berhubungan sama Rasyid, walaupun di hati ini masih ada dia. Tapi gw berusaha untuk menghapus itu. Jadi gw memutuskan untuk ga bales dan fokus sama liburan gw.

11 Maret 2013
Akhirnya sampai di Bali. Holiday I’m coming! Hahahaha. Bukan Diana namanya kalau gak update status. Jadi gw update status dulu di semua media sosial yang gw punya. Hari ini jadwal kita hanya di hotel, soalnya kita sampai Bali malam hari, jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan besok hari.

12 Maret 2013
Kata orang kalau mau melihat sunset yang bagus di Bali salah satunya ada di tanah Lot. Jadi kami bertiga memutuskan untuk menunggu sunset di Tanah Lot, sambil menunggu kami memutuskan untuk foto-foto selain karena memang hobby foto tapi ini buat kenang-kenangan karena mungkin nanti kami gak akan bisa seperti ini lagi.
Langit sudah mulai memerah tapi masih terang, jadi kita sepertinya masih harus bersabar untuk melihat pemandangan yang indah itu.
“Sorry, are you Diana?” Seorang pria asing menghampiri gw. Bukan bule, sepertinya ia orang Asia dan gw merasa gak asing sama muka orang ini
“Yes, Who are you?” Tanya gw bingung
“I’m your ex,” kata orang itu disertai senyum yang seakan berkata ‘ayo tebak siapa gw’
Ex? Nih orang salah apa gak sih, perasaan mantan gw Cuma Roland deh. Tapi tunggu, ada satu orang lagi, “Rasyid?” Tanya gw sedikit ragu.
“Hahahaha. Yes, you’re right sweetie,”
“How do you know?” Tanya gw bingung
“Your facebook,” jawab dia sambil tersenyum.Ternyata senyumnya lebih manis dari yang di foto.
Ternyata dia akan kerja di Jakarta dan ada di sini karena ingin liburan sebelum memulai hari kerjanya.  Dia tahu gw ada di sini karena gw update status. Hehehhe. Gak nyangka bisa ketemu dia di sini. Karena ngobrol lumayan lama gw sampe gak sadar kalau kedua sahabat gw telah menghilang yang menyebabkan gw celingak celinguk nyariin mereka.
“What happen?” Tanya Rasyid
“Hmm, nothing,” jawab gw sambil tersenyum
“Diana, I think I love you at the first sight,”
“Hmm, are you sure?”
“Yes, but not now, since two years ago,” tepat dua tahun yang lalu gw pertama kali bertemu Rasyid di dunia maya dan hari ini gw bertemu Rasyid di dunia nyata.
“I love you and will always love you,” lanjut Rasyid
Gw hanya terdiam. Sejujurnya gw juga masih sayang sama dia. Hati gw masih milik dia walaupun gw gak ketemu sama dia hari ini.
Rasyid mengajak gw berdiri memandang ke langit, dia menggenggam tangan gw, “Would you be my girlfriend?”
Di bawah langit senja yang kemerahan gw menjawab dengan yakin,”Yes I would,”


Mungkin sebagian orang gak percaya sama cinta buta. Tapi gw percaya karena cinta gak pernah salah. Cinta gak pernah mencintai orang yang salah tapi cinta bisa memilih siapa yang harus ia cintai.

****

Thursday, February 13, 2014

Cinta Online

12 Maret 2011
"Hi :)"
"Hi, who are you?"
"Diana, hbu?"
"Rasyid, asl?"
"19 y.o female, Indonesia, u?"
"20 y.o male,India,"
"Nice to know you,"
"Nice to know you too,"

Inilah awal pertemuanku dengan Rasyid di dunia maya. Awalnya hanya mencoba-coba nomor di 'whatsapp' dan kemudian secara tidak sengaja bertemu dengan dia.
Sudah dua bulan kami saling berkomunikasi, sebagai teman awalanya, tapi aku berharap lebih. Mungkinkah?
"Di, hp ditaro dulu napa. Mau ujian juga," ucap Renata sahabatku
"Iya, nanggung ini," jawabku santai
"Pasti lu lg WA sama si orang India itu kan?" tanya Kania
"Iya, abis sama siapa lagi? Cowok gak punya yaudah sama yang ada aja. Hahaha," jawabku asal
"Yaudah semoga bahagia yah sama orang yang gak pernah ketemu itu. Hahahaha," sindir Renata

25 April 2011
"Di, what are you doing?"
"Hmm, watching. You?"
"Reading a novel. Di, I want to ask you something,"
"What's that?"
"Hmm, this is crazy. Would you be my girlfriend?"
"Hmm,  of course,"

Dan tepat pada tanggal itu gw dan Rasyid jadian. Entah apa yang ada di otak gw sampai gw bisa suka sama orang yang gak pernah gw temuin bahkan beda negara.
Inikah yang namanya cinta sejati? Entah, gw sendiri ragu. Tapi entah kenapa gw juga sayang sama dia. Terlalu cepat dan terlalu aneh memang tapi ini adanya.

"Rena, Nia, gw mau cerita nih," ucap gw pada dua sahabat gw yang sedang asik nonton drama Korea
"Yaudah cerita aja, tinggal ngomong aja," jawab Renata
"Hmm, gw udah jadian,"
"Sama siapa?" Tanya Kania walaupun matanya tetap tertuju pada drama Korea
"Hmm, sama Rasyid,"
"WHATT??" Jawab mereka bersamaan
"Rasyid yang orang India itu?"
"Rasyid yang lu kenal dari Whatssap?"
Gw hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan mereka.
"Kok bisa Di? Dia yang nembak apa gimana?" Tanya Kania
"Yah begitu deh, gw juga gak tau kenapa bisa begitu. Yah dia yang nembak lah, masa gw,"
"Tapi kan lu ga pernah ketemu Di, kok lu bisa sayang sama dia?" kali ini giliran Renata yang bertanya
"Yah gw juga gak tau, semua terjadi begitu aja. Gw juga gak bisa jelasin kenapa,"
"Tapi lu gak serius kan Di? Kan lu belum pernah ketemu," sambung Kania
"Hmm, gw serius kok. Soalnya dia bilang dia juga mau serius,"
"Tapi Di, gimana lu bisa percaya sama orang yang belum pernah lu liat dan dia itu jauh banget," sambung Kania lagi
"Yah emang kenapa sih? Emang gw salah kalo sayang sama dia? Emang gw ngerugiin lu? Gak kan," Jawab gw dengan nada meninggi
"Oke, terserah lu," ucap Kania singkat
"Udh Nia, biarin aja lah, kan Diana juga bahagia kan," ucap Renata yang membelaku
Hubungan gw dan Kania memang agak merenggang selama beberapa hari, namun kami sudah kembali seperti biasa. Dan Kania tidak pernah mau mebicarakan Rasyid di depannya.

3 Mei 2011
Today is my special day, because today is my birthday! Yeay!
My special day? Hmm, mungkin hari ini akan jadi hari yang biasa-biasa aja karena papa dan mama sibuk seperti biasa.

Tok tok tok
"Duh siapa coba pagi-pagi gini ke rumah, ini kan hari libur," ucapku sambil berjalan membuka pintu
"HAPPY BIRTHDAY DIANA!!"
Ternyata kedua sahabatku, ya cuma mereka sepertinya yang ingat ulang tahunku
"Make a wish dulu dong," ucap Renata
"Oke," balas gw dan langsung memjamkan mata
"Tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga sekarang juga," kedua sahabatku itu kompak bernyanyi
"First cakenya buat siapa nih?" tanya Kania seolah meledekku
"Yah buat kalian berdua lah, kan ga ada orang lagi di sini. Hahahaha,"
"Jadi kalo ada orang kita gak dianggap nih?" ujar Renata
"Gak dong, kalian kan sahabat baik gw sampai kapan pun," ucap gw dan kami pun bertiga saling berpelukan seperti Teletubbies. Hahahaha.

" Especially for you, I wanna let you know what i was going through....”
Lagu tersebut mengalun dari handphone gw dan itu berarti ada panggilan masuk.
"Happy Birthday sweetie,"
Ternyata Rasyid! Oh my God! Dia bela-belain telepon gw cuma buat bilang itu, padahal kan telepon dari India ke Indonesia lumayan mahal.
"Thankyou Rasyid," balas gw
"I want to give you something. Check your email,"
Dan setelah itu teleponnya langsung dimatikan. Dan secepat kilat gw langsung melihat email gw, dan benar saja ada email dari Rasyid yang berisi 2 attachment. Yang satu berisi foto gw yang diedit beserta ucapan "Happy Birthday" beserta harapan-harapannya dan yang kedua adalah video yang sangat membuat gw penasaran.

Ternyata isi video itu adalah dia bersama teman-temannya sedang menyanyikan lagu Happy Birthday buat gw. OMG! Ini mimpi apa ga sih, ternyata dia serius sama gw.
Gw langsung chat dia lewat WA setelah puas memutar video itu berkali-kali
"Hai Darl, thankyou very much,"
"You are welcome. Hope you like it,"
"Of course I like it,"
Sampai saat ini, chat dengan Rasyid adalah salah satu rutinitas gw dan kadang gw juga suka stalking fbnya dia, suka liat foto-foto dia sama temen-temennya sama keluarganya dan gw gak sengaja ngeliat foto dia sama cewek. Memang bukan dia yang upload. Tapi foto itu di tag oleh seorang temannya dan cukup banyak.
"Darl, I want to ask something,"
"Ya, what's that?"
"Who is she?" Tanyaku sambil mengirimkan sebuah foto Rasyid dengan perempuan itu
"My friend,"
"Are you sure? Just friend?"
"Yes, Just friend. Why?"
"Nothing. I just want to know your friends :)"

Ya, untuk saat ini gw masih bisa percaya. Tapi gak dengan Kania, seperti biasa dia selalu menentang gw
"Di, cowok yang gak pernah lu temuin itu mana bisa dipercaya sih. Lu jangan gila deh!" Bentak Kania
"Tapi Nia, dia kan cuma teman," Ucap Renata yang membela gw sementara gw hanya bisa terdiam mencerna kata-kata Kania yang ada benarnya
"Teman? Bisa gila gw lama-lama di sini. Temenan sama siapa aja itu boleh tapi pacaran serius sama orang yang gak pernah ketemu dan dia beda negara itu mustahil! Satu banding satu juta kalau itu berhasil," ucap Kania lagi
"Tapi kan Diana udah sayang Nia, jadi musti gimana?" ujar Renata yang kembali membelaku
"Sayang? Bullshit! Orang boleh bilang kalau cinta itu buta, tapi ga rasional bagi gw! Kenapa sih lu gak coba buat lupain dia. Gampang kok, lu tinggal block kontaknya di WA dan semua media sosial lainnya," kata Kania
"Tapi, gw ga bisa Nia," jawab gw dengan sangat lemah bahkan hampir gak terdengar
"Lu bisa Di, gw tau lu gak bener-bener sayang kan sama dia. Gw tau dia itu cuma jadi pelampiasan lu karena lu kesepian kan?" ujar Kania
Gw terkejut mendengar ucapan Kania kali ini, dia memang keras tapi dia gak pernah menyinggung kami, sahabatnya.
"Cukup Nia! Lu mau bilang gw kesepian karena bokap nyokap gw ga pernah ada buat gw dan gw cuma cewek yang hidup sendiri dan gak ada cowok yang mau deketin gw, jadi gw kebetulan ketemu Rasyid di dunia maya dan cuma dia yang mau sama gw!" ucap gw yang tak sudah bisa menahan emosi dan air mata.
Renata hanya memandang kami tanpa berani ikut campur
"Bukan gitu maksud gw Di," ucap Kania dengan bibir yang bergetar
"Iya! Gw emang cewek kesepian! Gw bukan kayak kalian yang punya keluarga yang hangat yang selelu ada buat kalian. Gw cuma cewek yang kesepian," ucap gw dengan air mata semakin membanjir di pipi
Kania hanya memandang gw tanpa berucap sepatah kata pun. Dia memandang gw dalam seakan matanya ingin mengatakan kalau dia meminta maaf. Tapi gw enggan menatap matanya lebih dalam karena di situ gw akan melihat kepedulian seorang sahabat yang tulus. Gw gak sanggup melihat itu setelah semua kata yang gw ucapkan.
"Sebaiknya kalian pulang aja," Ucap gw dan langsung masuk ke kamar
Mereka berdua pun meninggalkan rumah gw tanpa sepatah kata pun.

"Hi sweetie, what are you doing?" Tiba-tiba muncul chat dari Rasyid
"Nothing," jawab gw singkat karena gw sedang ga mood buat chat sama dia
"What happen? Do I have a mistake?"
"No,"
"So?"
"Nothing. I'm sleepy,"
"Ok. Good night, have nice dream. Love you,"
"Bye,"

Sepanjang malam gw terus memikirkan kata-kata Kania, apa benar gw seperti itu. Apa benar bahwa gw cewek kesepian yang begitu mudah bilang sayang.
"Non, bangun non. Udah pagi," ucap Bi Imah sambil mengetuk pintu kamar gw
"Iya Bi," gw langsung bangkit dari tempat tidur dan merasakan teriakan cacing-cacing di perut gw. Oh iya, gara-gara kejadian kemarin gw kan ga makan malam pantes aja gw lapar.
"Papa sama mama kemana Bi?"
"Loh, non ga tau yah? Kan tuan sama nyonya ke luar kota," jawab Bibi sambil menyiapkan sarapan gw
"Kapan berangkatnya Bi? Kok aku gak tau," tanya gw sambil menyantap nasi goreng yang Bibi masak
"Oh iya, kemarin kan Non tidur cepat jadi Tuan sama Nyonya langsung pergi aja,"
"Oh," jawab gw singkat.
Gw bermaksud menelepon dua sahabat gw untuk hangout bersama, tapi gw teringat akan kejadian kemarin. Gw rasa Kania masih marah.
Hmm, sepertinya memang benar yang dikatakan Kania kalau gw ini adalah cewek kesepian.
Seharian gw hanya mengurung diri di kamar. Tidak biasanya di hari Sabtu gw seperti ini.
Gw menghabiskan waktu gw untuk chat dengan Rasyid.

"Kau teman sehati, kita teman sejati hadapilah dunia genggam tanganku...."
Lagu itu mengalun dari handphone gw dan gw tahu siapa itu pasti di antara kedua sahabat gw. Maklum, gw suka memasang ringtone khusus untuk orang-orang terdekat gw.
Pasti itu Renata, mana mungkin Kania menelepon gw setelah kejadian semalam.
"Tuh kan benar Renata," ucapku pelan
"Lama banget sih ngangkatnya Di, baru bangun lu yah? Hahaha," suara Renata terdengar sangat bersemangat
"Apaan sih Re? Kan hari Sabtu wajar dong kalo gw bangun siang,"
"Ok ok, terserah lu, tapi sekarang lu musti mandi dan dandan yang cantik,"
"Ha? Buat apaan? Kayanya gw ga ada jadwal kondangan hari ini," tanya gw bingung
"Ada pembukaan kafe baru, punya temen gw dan kita diundang buat dateng,"
"Kita? Lu aja kali. Kan gw ga kenal," ucap gw yang sebenarnya malas pergi ke tempat itu
"Udah pokoknya lu siap-siap, setengah jam lagi gw jemput," ucap Renata dan langsung menutup telepon
"Apa-apaan sih Renata, ngajak orang seenaknya terus tiba-tiba lagi. Tapi boleh deh buat cari suasana baru," pikir gw
Tepat setengah jam setelah Renata telepon ia sampai di rumah gw.
"Re, emang kita mau ke mana sih?" Tanya gw
"Udah ikut aja deh," jawab Renata yang duduk di kusri kemudi

Setengah jam kemudian kita tiba di sebuah kafe di kawasan Kemang, setelah gw mengamati kafe itu ternyata namanya adalah 'Hoshi Cafe'. Memang sepertinya kafe ini baru buka karena gw melihat ada spanduk promo di depan kafe itu.
Kami pun mengambil tempat duduk di taman, tempatnya cukup nyaman. Interior dalamnya didominasi oleh kayu dan di bagian luarnya ada taman yang diisi beberapa meja dan kursi untuk pelanggan.
Dari kejauhan gw melihat ada sepasang laki-laki dan perempuan berjalan menuju kursi kami. Sepertinya gw kenal perempuan itu, ya itu Kania dan bersama seorang pria muda yang cukup tampan. "OMG! Apa itu cowoknya?" Pikir gw
"Hai Di, Re. Udah lama?" Tanya Kania santai
"Baru kok," jawab Renata cepat
"Oh iya kenalin ini temen gw yang punya kafe ini, namanya Roland," ucap Kania sambil mengambil tempat duduk di sebelah gw
"Roland," kata pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Renata dan Renata pun membalasnya dengan mengucapkan nama juga
"Roland," kata pria itu sambil kembali mengulurkan tangannya,kali ini ke arah gw.
"Diana," balas gw
"Nama yang bagus," ucap Roland dan gw hanya tersenyum
"Re, katanya yang punya kafe ini temen lo," bisik gw pada Renata
"Yah kan temen Kania temen kita juga, hehehe" jawab Renata pelan
"Oh iya, Roland ini seumuran kita loh. Umurnya baru 20an tapi udah punya usaha sendiri. Keren kan," jelas Kania
"Hmm, 20an 20 berapa yah Nia?" Tanya Renata polos
"Umur gw 23. Hehehehe," jawab Roland sambil tersenyum malu
"Oh iya, dan dia ini masih jomblo loh. Hahahaha," ucap Kania lantang
"Nia, jangan bikin malu deh. Hehehe," kata Roland dan mukanya langsung berubah merah.
Lucu banget pas mukanya merah dan tanpa sadar gw senyam senyum sendiri. Hehehehe
Setelah ngobrol cukup lama kita saling tukar pin BB, whatssap, Line, twitter, facebook, path, instagram. Pokoknya semua media sosial yang gw punya deh. Hahahaha.

Semenjak saat itu gw mulai intens berhubungan dengan Roland. Sebenernya dia orangnya asik sih. Bahkan Kania dan Renata menyuruh gw untuk putus dengan Rasyid dan jadian dengan Roland saja, terutama Kania. Dia semangat banget buat ngejodohin gw sama Roland. Tapi sepertinya hati gw masih buat Rasyid.
Sebenernya gw belum cerita sama Roland kalau gw punya pacar yang ada di negara lain dan gw belum pernah ketemu sama dia. Gw cuma bilang kalau gw LDR. Udah sampai situ aja, gw gak mau Roland tahu lebih banyak tentang itu, Tapi dia sepertinya gak mundur buat ngedeketin gw. Dia sering ngajak gw jalan bareng, awalnya sama Renata dan Kania tapi lama-lama dia cuma ngajak gw.
"Di, besok ada acara ga?" Pesan singkat yang dikirmkan Roland
"Gak ada, napa?"
"Nonton yuk, katanya sih lagi ada film bagus,"
"Hmm, boleh deh,"
"Oke deh, gw jemput besok jam 7 yah,"
"Oke. sipp,"

Rasyid tahu kalau gw sering pergi sama Roland dan gw bilang ke dia kalau gw sama Rasyid cuma temenan karena sampai saat ini kita memang masih temenan kok.
"Darl, what are you doing?" Rasyid mengirimkan pesan di facebook gw
"Waiting your message. Hehehe :P" Balas gw
"Miss you," kata Rasyid
Gw dan Rasyid udah 2 minggu ga chat atau apa pun sejenisnya. Katany sih dia lagi konsentrasi buat ujiannya dan gw juga maklum kok.
Gak sengaja gw klik profile Rasyid, padahal gw mau bales message dia itu. Yah karena sudah terlanjur jadi gw liat-liat aja sebentar, hehehe.
Seperti biasa, wall facebooknya penuh dengan game-game yang ada di facebook. Tapi ada 1 yang menarik perhatian gw. Ada cewek yang ngirim wall ke Rasyid dan cewek itu adalah cewek yang foto berdua sama Rasyid, yah karena gw penasaran jadi gw baca dengan seksama dan gw baca comment yang Rasyid kirim dan ternyata mereka bales-balesan comment. Dan yang membuat gw lebih syok lagi adalah tanggal commentnya, 7 Juni 2011 itu berarti 1 minggu yang lalu dan Rasyid gak menghubungi gw selama 2 minggu. Itu berarti dia lebih milih bales-balesan comment sama cewek itu dibanding chat sama gw yang ceweknya ini. Kalau Kania tahu dia pasti bakal nyuruh gw putus sama Rasyid.

"Darl, who is Kanaya?" Akhirnya gw memberanikan diri buat bertanya sama Rasyid
“My friend, why?” Jawab Rasyid seperti biasa
“Are you sure?”
“Of course,”
“Why did you reply her comment but didn’t text me?”
“Because I had final exam last week Sweetie,”
“But, why did u can reply her comment?”
“She asked me about exam,”
Gw sebenernya percaya gak percaya sih soalnya mereka berdua bales-balesan comment pakai bahasa India.
“I will try to believe you, Bye,” kata gw dan langsung menyudahi pembicaraan, entah kenapa gw semakin ragu sama Rasyid.

Selama satu bulan gw membalas chat Rasyid dengan ogah-ogahan dan entah kenapa hal itu bisa terjadi, padahal hubungan gw dengan Roland belum ada kemajuan, gw belum memiliki perasaan khusus sama Roland. Hati gw masih milik Rasyid.
“Sweetie, what happen with you?” Sepertinya Rasyid menyadari keanehan gw
“Nothing :)”
“Sweetie, I really love you,”
“Hmm Rasyid, I want to ask you something,”
“Yes, what?”
“Can we break?”
“Why?”
“I just want to focus. Because I will have many exams,” hanya itu alasan yang gw bisa berikan
“Okay, I will try.”

-to be continue..