Ini berawal saat saya melihat sekelompok anak sedang bermain. Mereka bermain begitu riang, berlari-lari, bercanda, tertawa bersama.
Semakin lama saya semakin memperhatikan mereka dan itu membuat saya berpikir mereka BERBEDA tetapi MENYATU.
Itu semakin membuat saya berpikir dan mengingat kembali masa kecil saya.
Sama seperti anak-anak itu yang bermain tanpa bertanya "Dari suku mana kamu? Apa status sosialmu? Apa agamamu? Apa jabatan ayahmu?"
Mereka menerima semua anak yang ingin bermain dengan melihat keinginannya, sungguh mereka benar-benar mempraktekan apa arti tidak boleh pilih kasih.
Dan ini membuat saya berpikir lebih jauh tentang apa yang terjadi di sekitar saya. Semakin dewasa, orang semakin membuat perbedaan di antara mereka.
Mereka menjadikan sesuatu sebagai patokan pergaulan, seperti suku, agama, status sosial, bahkan jabatan.
Hmm.. di mana masa kecil kita dulu? di mana saat-saat kita dapat menerima semua orang tanpa memandang status, agama, suku, jabatan? Katanya manusia itu sama derajatnya di mata Tuhan, tapi apa kenyataannya??
Bisakah kita menjadi seperti anak-anak itu? BISA!
Mulailah belajar untuk dapat menerima semua orang tanpa melihat latar belakangnya..
Saya juga termasuk salah satu orang yang sedang belajar.. :)

No comments:
Post a Comment