Wednesday, December 28, 2011

Janji Suci Mawar Putih

"Tolong!! Mama!! Mama!!"
"Pergi Pusapa, pergi dari sini!!"
"Aaaarrgghh," Puspa terbangun dari tidurnya.
Lagi-lagi mimpi buruk itu mewarnai tidurnya. Mimpi tentang kerusuhan '98. Ia mencari air putih untuk menenangkan dirinya. Jam baru menunjukkan pukul 03.00 maka ia mencoba mengambil posisi untuk kembali tidur dan berharap mimpi itu tidak akan terulang.
****

"Bu, Puspa pergi dulu ya."
"Hati-hati yah nak."
Puspa segera meninggalkan rumahnya dan langsung pergi ke tempat Bu Diana, pemilik toko bunga. Ia bekerja di sana membantu Bu Diana.
"Mba, saya minta mawar putihnya satu buket yah," kata seorang pelanggan
"Iya mas, ini bunganya," kata Puspa sambil memberikan bunganya. Ternyata pembeli itu cukup tampan dan sepertinya mereka terkejut melihat satu sama lain dan sempat terdiam beberapa saat.
"Hm.. jadi berapa yah?"
"Jadi Rp 350.000;"
"Ini," kata si pembeli sambil menyerahkan sejumlah uang.
"Terima kasih," balas Puspa disertai dengan senyum manis di wajahnya.
Mungkin itu adalah hari keberuntungan bagi Puspa karena ia mendapat pelanggan yang tampan dan baik, tetapi ia tetap tidak mau membuka hatinya.
Hampir setiap hari pelanggan tampan itu membeli mawar putih di toko Bu Diana.
"Ini mas bunganya."
"Ehm sorry, jangan panggil gw mas. Panggil aja gw Ray. Kalau lo siapa?" Kata pembeli itu sambil mengulurkan tangannya.
Tapi Puspa tidak mau menjabat tangannya, "Maaf, saya Puspita tapi biasa dipanggil Puspa."
Semakin lama mereka semakin akrab, tetapi spertinya Puspa tetap menjaga jarak.
"Ray, kamu setiap hari beli mawar putih buat pacar kamu yah?" Puspa memberanikan diri bertanya.
"Bukan, gw belum punya pacar. Ini buat nyokap gw. Dia suka banget sama mawar putih," Ray menjelaskan
"Oohh," Puspa bingung harus menjawab apa.
"Kapan-kapan lo gw kenalin deh sama nyokap gw, mau kan?" Ray mencoba membangun suasana.
"Boleh tuh." Dan selanjutnya mereka terlibat perbincangan singkat.
Entah kenapa perasaan Ray terhadap Puspa semakin lama semakin berbeda. Sepertinya Ray mulai menyukai Puspa. Bagi Ray, Puspa itu sosok wanita yang istimewa. Sebenarnya Puspa juga mulai menyukai Ray, tapi ia takut dan berusaha menghilangkan rasa itu.
"Pus, ntar malam kamu ada acar gak? Kita pergi makan malam yuk," Ray mencoba melakukan pendekatan.
"Maaf Ray, aku gak bisa. Ini mawar putih pesanan kamu."
Selalu begitu, Puspa selalu menolak ajakan Ray. Seolah-olah ia menghindar dari Ray. Tapi bukan Raynaldo Satria Hardianto namanya kalau menyerah begitu saja.
Suatu malam Ray mengikuti Puspa pulang dari toko bunga sampai ke rumahnya. Tapi ia terhenti dan sangat terkejut saat membaca papan yang terpampang di depan rumah Puspa 'Panti Asuhan Kasih Ibu'
Jadi selama ini Puspa tinggal di panti asuhan, pikirnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan kembali ke sana esok siang.
"Permisi.." Karena tidak ada jawaban Ray memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat.
"Maaf de, cari siapa yah?" Suara ibu itu cukup mengagetkan Ray.
"Saya cari Puspa bu, ibu kenal?" Tanya Ray sesopan mungkin.
"Oh tentu kenal donk, ada apa kamu mencari dia? Oh iya, silahkan masuk, bicara di dalam saja," wanita itu mengajak Ray masuk dan mempersilahkannya duduk.
"Oh iya, nama saya Handayani biasa anak-anak memanggil saya Ibu Yani."
"Saya Ray bu."
"Oh iya, ada apa kamu mencari Puspa?" Tanya Ibu Yani dengan senyum mengembang di wajahnya.

"Jujur bu, saya mencintai Puspa, bagi saya dia istimewa. Tapi dia selalu menghindar dari saya bu, tapi saya yakin sebenarnya Puspa juga suka sama saya."
"Memang Puspa selalu menghindar dari laki-laki dan itu semua karena.." Ibu Yani menjelaskan dengan hati-hati, "karena masa lalunya."
Kata-kata Ibu Yani semakin membuat Ray penasaran.
"Masa lalu apa bu?"
"Sebenarnya ini masalah pribadi tapi karena melihat kesungguhanmu ibu akan memberitahu tapi kamu tidak akan meninggalkannya setelah tahu masa lalunya kan?"
Ray mengangguk mantap, "Saya terlalu mencintainya untuk meninggalkannya bu."
Ibu Yani mengambil napas panjang dan kemudian menceritakan semuanya.
"Dulu Puspa memiliki keluarga yang bahagia sampai umur 7 tahun. Namun sejak kerusuhan '98 petaka itu menimpa dirinya. Ibunya diperkosa oleh sekelompok pemuda di depan matanya. Tapi ia dan adik laki-lakinya diselamatkan oleh ketua RT. Saat itu ayahnya sedang berada di luar kota dan tidak mungkin pulang dalam situasi seperti itu. Setelah ayahnya pulang ia amat sangat terkejut atas kejadian yang menimpa istrinya dan merasa sangat bersalah. Sejak saat itu ayahnya depresi dan suka mabuk-mabukan. Hingga pada suatu hari saat ayahnya mabuk ia kalut dan memukul adiknya hingga meninggal dan itu membuat ayahnya meringkuk di penjara. Itu membuat Puspa semakin trauma. Ia takut menjalin hubungan dengan laki-laki, ia takut kejadian ibu dan adiknya terulang. Bahkan saat pertama kali dibawa oleh tetangganya ke sini dia tidak mau bicara dengan siapa pun. Ibu harap kamu dapat menyembuhkan trauma dan mengobati luka di hatinya."
"Iya bu, saya akan berusaha," Ray menjawab dengan penuh keyakinan.
"Kamu janji yah jangan nyakitin dia," Ibu Yani berpesan sambil menahan air mata yang hampir menetes.
"Iya bu, saya janji."
"Ibuu, Puspa pulang," suara itu mengejutkan mereka.
"Loh Ray, kamu kok ada di sini?"
"Iya Pus, nak Ray datang cari kamu. Ibu tinggal dulu yah," Ibu Yani meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
"Kok kamu bisa tahu rumah aku Ray?"
"Hmm.. Gw ngikutin lo kemarin."
"Ha?? Kamu apa-apaan sih? Ngapain kamu ngikutin aku?" Raut wajah Puspa langsung berubah tapi tatapan matanya tetap tenang.
"Maafin gw Puspa, gw cuma mau kenal lo lebih dekat, kenapa sih lo selalu nolak gw?" Nadanya tidak keras tapi tegas.
"Tapi bukan gitu caranya!"
"Terus gimana caranya? Apa yang harus gw lakukan supaya lo mau nganggep gw? Apa kalau gw mati baru lo nganggep gw?"
"Cukup Ray! Kamu gak tahu gimana hidup aku!" Jawab Puspa sambil menahan air matanya.
"Kenapa? Lo takut gw nyakitin lo? Lo takut kejadian nyokap sama ade lo keulang?" Kali ini suaranya lebih keras.
"Cukup Ray!! Cukup!! Aku gak mau lihat kamu lagi!" Air mata sudah membasahi pipi Puspa, tak sanggup lagi ia menahannya.
"Maafin gw Pus, tapi lo gak bisa terpuruk terus kaya gini, lo harus lihat masa depan lo. Lo harus lupain masa lalu lo," suaranya lembut namun tegas tapi tak mampu membuat Puspa lebih tenang.
"Mana bisa aku ngelupain itu?? Kejadian yang udah buat mama sama adikku meninggal, kejadian yang udah buat aku hidup sebatang kara. Gimana aku bisa ngelupain itu semua??" Tangisnya kali ini semakin meledak.
"Gw bakal buktiin kalau gw serius sama lo dan gak akan nyakitin lo," suaranya lembut memancarkan kedamaian yang membuat Puspa lebih tenang.
"Ayo ikut gw," kata Ray sambil menarik tangan Puspa dengan lembut.
Tidak ada paksaan, entah mengapa Puspa rela mengikuti laki-laki itu. Masuk ke mobilnya dan duduk manis sampai ke tempat tujuan tanpa bertanya ke mana mereka akan pergi.
Dan mobil Ray berhenti di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar tetapi indah. Ray masuk ke rumah itu dan tanpa diperintah Puspa mengikutinya. Ia masuk ke sebuah ruangan dan mencium kening wanita yang sedang duduk di sana. Betapa terkejutnya Puspa melihat wanita itu, tidak terlalu tua mungkin usianya tidak beda jauh dengan Ibu Yani tapi ia duduk di kursi roda. Sebenarnya ia cantik, namun penampilannya berantakan.
"Ini nyokap gw," Erik memulai pembicaraan. "Udah 2 tahun mama begini, ia depresi." Puspa hanya mendengarkan dengan seksama layaknya seorang murid mendengarkan gurunya.
"Ini terjadi karena bokap gw. Ia selingkuh dan menikahi wanita lain di belakang mama. Kejadian itu membuat mama marah, kecewa, dan depresi berat. Ia mencoba bunuh diri dengan lompat dari jendela kamarnya di lantai dua, tapi ia masih bisa diselamatkan namun itu membuat kakinya patah."
"Kenapa kamu cerita semua ini ke aku?" Puspa akhirnya bersua.
Sambil tersenyum Ray menjawab pertanyaan Puspa, "Gw cuma mau nunjukkin kalau masa lalu yang kelam bukan cuma milik lo, tapi gw gak mau terpuruk, gw mau bangkit. Kalau gw terpuruk terus siapa yang bakal ngurus mama? Gw gak mau egois."
Tiba-tiba Ray memegang tangan Puspa dengan lembut dan Puspa diam saja, dia tidak berusaha merampas tangannya dari genggaman Ray.
"Pus, di depan mama gw mau bilang sama lo. Gw sayang sama lo dan ini semua jujur dari hati gw. Biar mama yang jadi saksi."
"Jujur, aku juga sayang sama kamu, tapi..." Sura Puspa tertahan agak lama, "tapi aku takut."
Ray mengambil setangkai mawar putih dari meja rias mamanya dan memberikannya pada Puspa.
"Lihat mawar putih ini. Ini adalah lambang janji gw. Gw janji gw gak akan nyakitin lo. Gw jamin lo bisa pegang kata-kata gw." Ray menatap Puspa dengan lembut dan matanya memancarkan ketulusan.
Sejenak ruangan itu menjadi sunyi seolah semua terlelap dalam pikirannya masing-masing.
"Jadi lo mau kan jadi bagian dalam hidup gw?" Suara Ray memecah kehiningan.
Puspa memandang Ray dan kemudian tersenyum, "Aku akan coba."

Monday, December 26, 2011

Sajak untuk Merpati

Entah rasa apa ini
Perasaan yang tidak dapat kuungkapkan
Dapatkah kau membacanya
Seberkas harapan yang kutaruh di hatimu

Kau menguasai hatiku
Tidak!!
Bukan cuma itu
Kau juga menguasai pikiranku

Bayangmu tak pernah lepas dari hatiku
Senyummu tak pernah hilang dari pikiranku
Sosokmu terkunci rapat di otakku
Inikah yang dinamakn candu?

Tapi itu semua hanya angan
Tak mungkin aku memiliki dirimu
Tak dapat kugapai hatimu
Harapanku akan sirna dimakan waktu

Tapi aku enggan menahan rasa ini
Tapi aku pun tidak dapat mengungkapkannya
Aku malu
Aku takut

Hanya rasa terpendam yang ada
Perasaan yang tak akan pernah tersampaikan
Impian yang mulai sirna
Hanya angan membara yang tersisa di hati ini

Hati ini tak dapat membencimu
Jiwa ini tak sanggup melupakanmu
Tak pernah kusesali pernah menyayangimu
Dan aku bahagia melihatmu kelak bahagia walaupun bukan bersamaku..

Saturday, December 24, 2011

Natal.. hhmmm ..

Natal.. hmm..
Waktu kecil kalau gw denger kata 'Natal' pasti di otak gw langsung kepikiran sama yang namanya 'kado'. Dulu waktu gw sekolah minggu setiap Natal pasti gw selalu dapat kado dan di masa kecil gw Natal yah gitu-gitu aja, perayaan di gereja, dapat kado, dan selesai. Tapi biarpun gw masih kecil gw sempet mikir Natal kan hari lahirnya Yesus Kristus tapi kenapa kita yang dapat kado?
Tapi setelah masa kanak-kanak itu gw tinggalkan, gw dapat suatu pandangan baru tentang Natal.
Natal bukan sekedar perayaan besar-besaran, pesta mewah atau bahkan dapat kado.
Natal bagi pandangan remaja gw adalah wujud ucapan syukur kita atas lahirnya Yesus Kristus di dunia ini dan juga rasa terima kasih kita atas segala pengorbananNya, mulai dari dilahirkan di kandang sampai mati di kayu salib.
Menurut gw Natal itu gak harus mewah, Natal gak harus dirayain besar-besaran apalagi kalau perayaan kita itu gak ngundang yang ulang tahun, yaitu Yesus Kristus. Tapi bukan berarti kita bikin acara Natal yang asal-asalan yah. Menurut gw lagi nih, Natal itu dilihat dari hati kita, kesungguhan kita yang benar-benar menempatkan Dia di tempat pertama di hati kita. Dan gw baru ngerti sekarang kalau bagi-bagi kado di hari Natal itu sebagai ungkapan kasih kita terhadap sesama. Tapi, bagi-bagi kado gak harus cuma di hari Natal aja kan??

*maaf kalau tulisan gw salah, ini hanyalah pandangan seorang remaja..

MERRY CHRISTMAS 2011..

Wednesday, December 21, 2011

Seruan Hati Untuk Ibu

Aku memanggilnya dgn sebutan 'mama', mungkin ini juga kata pertama yang keluar dari bibirku.
9 bulan ia mengandungku, membawa beban berat di perutnya, sakit mungkin sudah biasa baginya, sulit bergerak mungkin akan membuatnya terbiasa.
9 bln sudah dilalui dan tibalah saat yang paling meneganggkan, mama rela memperatruhkan nyawanya, menahan sakit yang begitu hebatnya agar aku dapat terlahir di dunia ini.
Perjuangannya tidak sampai di situ saja, setiap malam aku menangis dan ia rela bangun di tengah malam untuk melihat keadaanku. Ia mengajariku cara berjalan, ia yang menopangku saat aku terjatuh.
Ia yang selalu menyuapiku walaupun harus menunggu begitu lamanya aku mengunyah.
Dia yang tanpa bosan menunggu aku saat aku baru masuk sekolah.
Aku pun beranjak dewasa, mungkin aku mulai membangkang.
Marah, itu mungkin sudah biasa bagiku. Pertama aku kesal dengan ia yang selalu marah, melarang aku melakukan ini itu, yang tak pernah segan untuk menghukumku.
Tapi, semakin aku dewasa aku sadar, marah itu adalah luapan kasih sayangnya yang khawatir aku akan jatuh di kesalahan yang sama, larangan itu adalah cara untuk memberitahuku mana yang baik dan mana yang buruk, dan hukuman itu adalah cara mendidik aku agar menjadi kuat dan mengerti apa arti tanggung jawab.
Aku salah menilaimu, engkau adalah orang yang selalu siap mendengarkan keluh kesahku, engkau yang mengajarkan aku apa arti perjuangan, engkau yang mengajarkan aku bagaimana cara menjadi wanita yang sesungguhnya.
Aku tidak akan pernah bisa membalas perjuangan dan pengorbananmu, ma. Aku hanya bisa berterima kasih lewat tulisan ini.
Maafkan aku kadang aku membuatmu marah dan kecewa.
Aku bangga memilikimu, aku bangga bisa memiliki sosok wanita seperti dirimu.
you aren't PERFECT but you are the BEST.. love u mom..

Tuesday, December 20, 2011

My Super Daddy

Aku memanggil orang ini dengan sebutan 'papa', mungkin sejak aku bisa berbicara panggilan ini terucap dari bibirku.
Ia adalah sosok yang bijaksana
yang tidak pernah meninggikan salah satu anaknya, semua sama di matanya.
Kasih sayangnya tidak timpang
semua mendapat kasih sayangnya tanpa melihat prestasi, kelakuan, apalagi fisik.
Waktu kecil, ia rela menggendongku sejauh apa pun itu, hanya agar aku tidak lelah. Setelah lelah bekerja ia rela melihatku walaupun aku sudah tertidur. Saat pergi bersamanya ia bagaikan penjaga yang selalu melindungiku.
Saat aku beranjak remaja, ia selalu memberiku arahan. Sebenarnya ia mengkhawatirkanku tapi ia berusaha mengerti aku di masa ini.
Saat aku remaja, aku sepertinya mulai menjauh darinya. Aku lebih senang berkumpul dengan teman-temanku. Aku jarang berada di rumah. Tapi ia selalu berusaha mengerti dan selalu mencari waktu untuk sekedar menanyakan bagaimana sekolahku.
Dia orang pertama yang mencariku saat aku pulang terlambat.
Dia adalah orang yang selalu ingin memenuhi keinginanku, menunda keinginannya demi keinginanku.
Ia yang selalu menyemangatiku saat aku lelah.
Ia adalah sosok yang selalu siap saat aku membutuhkannya.
Ia selalu membiarkan aku memilih, ia juga mendukung keputusan yang aku ambil.
Ia tidak mengekang tapi juga tidak membebaskanku, ia mengatur pada porsi yang pas baginya dan yang terbaik untuk aku.
Ia rela mendapat 0 demi memberiku 100
Ia selalu memberikan yang terbaik bagiku walaupun ia mendapat yang terburuk.

Kisah ini aku tulis dengan tetes air mata, bukan air mata kesedihan tapi air mata kebanggaan.
Bangga memiliki ayah sepertimu.
Thanks for everything, dad..
you are the best father in the world..

Monday, December 19, 2011

Maaf Aku Menyiakanmu

"Panggil aja aku Citra"
"Oke, aku Erik"
Itu adalah awal perkenalan gw dengan Erik, kakak kelas gw dan itu juga awal gw mengalami LOVE AT THE FIRST SIGHT atau bahasa gaulnya cinta pada pandangan pertama. Ka Erik itu ganteng, tinggi, berwibawa. Pokoknya cowok idaman banget deh. Dan semua hal gw lakuin supaya bisa deket sama dia. Mulai dari jadi pengurus OSIS sampai ikut ekskul basket, padahal gw gak suka basket.
Dan akhirnya perjuangan gw gak sia-sia. Semakin lama gw semakin deket sama dia, mulai dari bbm-an, sms-an. telepon-an, wtw-an sampe mention2-an.
"Cit, besok jalan yuk temenin gw cari buku," ajak Dio, dia adalah sahabat gw, sahabat dari bayi malah.
"Duh, sorry yo. Gw udah ada janji sama Erik," jawab gw sedikit mengacuhkan Dio
"Yah, elo Cit. Sekarang setiap gw ajak jalan pasti gak bisa. Selalu aja ada janji sama Erik." Dio berbicara santai tapi sedikit menegur gw
"Sebodo, hidup hidup gw kenapa lo yang sewot? Nyokap gw aja biasa aja. Apa lo jealous yah?"
"Yah gak lah, lo kan sahabat gw dari kecil dan kita juga udah komitmen kan gak bakal suka satu sama lain," jelas Dio
"Iya sih," jawab gw acuh tak acuh
"Ya udah kayanya gw harus cari temen jalan baru nih, soalnya lo sibuk terus sih," sindir Dio
"Ya udah sana," jawab gw singkat tanpa memperdulikan Dio

14 November 2011
Mungkin ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup gw. Erik nembak gw dan pastinya gw langsung terima dia dan hari itu kita langsung jadian..

Hari-hari bersama dia gw lewatin dengan bahagia. Dia perhatian banget sama gw. Sebenernya gw kangen juga sih sama Dio soalnya semenjak gw jalan sama Erik gw jarang banget ketemu Dio. Tapi buat gw selama ada Erik no problem.

14 Desember 2011
Hari ini gw sama Erik mau ngerayain 1 month anniv kita, Erik udah nunggu di resto tempat fav kita buat bikin kejutan sementara gw pergi ke sana sendiri. Tadinya mau di anter supir tapi karena udah telat banget gw dengan terpaksa naik ojek dan tuh tukang ojek gw suruh cepet-cepet supaya gw gak telat-telat banget.
Tapi tiba-tiba di belokan ada sebuah truk besar berlawanan arah dengan motor gw, langung aja tuh tukang ojek banting stir ke arah kiri, tapi dari belakang gw ada motor yang melaju dengan kencang dan spontan langsung nabrak kaki kiri gw dan membuat kaki gw terjepit dan selanjutnya gw gak sadarkan diri.

Saat gw terbangun, tahu-tahu gw udah ada di sebuah ruangan yang terang dan putih. Di situ gw lihat ada mama, papa, Dio, dan orang yang memakai baju putih.
"Om, tante lihat Citra siuman," gw tahu itu pasti suara Dio
"Aku di mana ma?" tanya gw sambil berusaha manyesuaikan mata gw dengan terangnya cahaya di ruangan ini
"Kamu di rumah sakit sayang, kamu kecelakaan," jawab mama sambil menangis
"Tapi aku harus pergi ma, aku udah ada janji sama Erik!" Gw berusaha untuk turun dari kasur tapi gw terhenti karena kaki kiri gw gak bisa digerakkan.
"Kaki Citra kenapa ma?"
Gak ada seorang pun yang berani menjawab pertanyaan gw.
"Kaki Citra kenapa ma??" Kali ini gw sambil berteriak dan menitikan air mata
"Ka..mu.. Kata dokter kamu.. Kaki kamu patah dan..." mama berusaha menjelaskan tapi terbatah-batah
"Dan apa ma? Cepet kasih tahu Citra!!" Gw gak sanggup menahan emosi gw
"Dan tempurung lutut kamu retak, jadi kamu gak bisa jalan dulu," mama menjelaskan sambil menangis dan memeluk gw
Gw hanya bisa terdiam dan menangis mendengar penjelasan mama. Gw takut menjalani kehidupan gw tanpa bisa bejalan.
"Tapi kata dokter kalau kamu rutin terapi dan perawatan kamu bakal sembuh kok," kata papa menyemangati gw
"Tapi berapa lama pa??" gw berusaha mencari harapan di sana
"Mungkin satu sampai dua tahun," jelas papa
Gw berusaha menerima jawaban itu. Mata gw melihat sekeliling ruangan itu mencari sosok Erik tapi gw gak menemukannya.
"Ma, Erik tadi dateng ke sini?" Tanya gw ke mama
"Gak sayang, mungkin besok." jawab mama
"ooo" cuma itu yang bisa gw jawab
Sehari, dua hari, tiga hari bahkan sampai seminggu gw di rumah sakit Erik sama sekali gak dateng. Gw gak bisa menghubungi dia karena hp gw hilang pada saat kecelakaan itu. Tapi kata Dio dia udah bilang ke Erik kalau gw kecelakaan dan masuk rumah sakit.
"Kamu udah siap sayang? Semua udah di beresin kan?"
........
"Citra,, kamu denger mama kan?" suara itu membangunkan lamunan gw
"Eh, iya ma. Udah kok. Ayo jalan." Jawab gw, sementara mata gw  masih mencari di sekeliling rumah sakit. Mencari sosok Erik yang selalu gw tunggu.
Keesokan harinya gw langsung ke sekolah, dengan kursi roda tentunya dan dibantu Dio. Orang pertama yang paling ingin gw temui adalah Erik.
Dan langsung gw suruh Dio buat nganter gw ke kelas Erik. Di situ Erik sedang ngobrol bareng temen-temennya. Gw suruh Dio buat nunggu di luar.
"Erik," panggil gw dengan lembut, tapi Erik seakan terkejut melihat sosok gw dia melihat seakan gw ini hantu atau sejenisnya. Dia melihat gw dari ujung rambut smapai ujung kaki.
"Rik, kok kamu ngeliat aku begitu?"
"Gak papa kok, kita ngobrol di luar aja yah," Erik segera mendorong kursi roda gw ke luar kelas.
"Rik, aku seneng deh akhirnya bisa ketemu kamu. Kamu baik-baik aja kan? Oh iya, kamu kok gak jenguk aku di rumah sakit sih?" gw begitu antusias bertanya
"Kamu lumpuh yah?" Erik bertanya seakan dia tidak mendengar pertanyaan gw
"Untuk sekarang sih iya, tapi satu atau dua tahun lagi aku bisa jalan kaya biasa kok," jawab gw meyakinkan Erik
"Sorry cit, gara-gara gw lo jadi kaya gini. Gw udah denger ceritanya kok," Erik meminta maaf tetapi tetap melihat gw dengan aneh
"Gpp kok rik, mungkin emang udah jalannya kaya gini, hehe.." jwb gw berusah menghibur dia
"Cit" Erik memegang kedua tangan gw "Maaf banget yah Cit,gw rasa hubungan kita harus sampai di sini deh"
"Tapi kenapa Rik?" gw meminta penjelasan
"Lo tahu kan gw itu ketua OSIS terus gw juga kapten tim basket dan lo tahu sendiri kan nyokap gw perfectionist banget dan gw jujur gw juga gak bisa terima kalau cewek gw lumpuh," Erik menjelaskan
"Tapi gw kan bakal sembuh Rik!" Gw berusaha meyakinkan
"Sorry Cit, tapi gw gak bisa nunggu selama itu," jawab Erik dan langsung pergi meninggalkan gw
Sontak air mata langsung mengucur deras di kedua pipi gw, gw gak sanggup ngelewatin ini semua. Gw ngerasa Tuhan tuh gak adil banget buat gw, Dia ngasih cobaan yang berat banget dalam hidup gw.
Dio menghampiri gw,"Lo kenapa Cit kok nangis?"
"Tolong anterin gw pulang" Kata gw tanpa menjawab pertanyaan Dio
Dan Dio langsung mengantar gw pulang tanpa bertanya lebih jauh.
Selam 3 hari gw cuma mengurung diri di kamar. Jujur, kata-kata Erik ngebuat gw down dan malu kalau gw lumpuh dan seakan gak ada lagi harapan supaya gw sembuh. Gw cuma bisa mengurung diri di kamar tanpa mau pergi ke sekolah atau terapi di rumah sakit. Mama dan papa selalu berusah menghibur gw dan sahabat-sahabat gw juga selalu berusaha menyemangati gw. Bahkan setiap hari Dio selalu membawa makanan kesukaan gw.
"Cit, gw masuk yah," kata Dio sambil mengetuk pintu kamar gw
Tadinya gw gak mau ngijinin dia masuk tapi dia maksa gak akan pergi dari pintu kamar gw sampe gw ngijinin masuk. "Ya udah masuk aja Yo"
"Nih Cit gw bawa coklat kesukaan lo yang di dalemnya ada almondnya nih," seru Dio sambil memberikan coklat ke tangan gw
"Thx yah,"
"Jalan yuk Cit, kemaren gw liat di butik langganan lo banyak barang baru tuh, bagus-bagus lagi." Jelas Dio dengan sangat antusias
"Buat apa? Semua itu udah gak guna buat gw, sekarang gw lumpuh, gak ada yang bisa gw lakukan."
"Lo salah! Liat diri lo, lo tuh cantik! Cowok mana sih yang gak suka sama lo??"
"Erik, dia gak suka sama gw karena gw lumpuh,"
"Cowok tuh bukan dia doang! Lu pantes dapetin yang lebih baik dari dia! Come on Cit!"
"Lo tahu apa sih soal hidup gw?? Erik tuh berarti banget buat gw! Erik udah nolak gw jadi buat apa lagi gw hidup???"
"Gw lebih tahu hidup lo dibanding dia! Hei, lo masih muda! Tunjukin sama dia kalau lo tuh bukan cewek lemah!"
"Tapi apa yang gw bisa lakuin tanpa kaki gw ini??" Gw udah gak sanggup nahan air mata ini
"Banyak!! Lo tahu kan 'Nick Vujicic' dia itu lebih parah dari lo! Dia gak punya kaki dan tangan, tapi apa yang bisa dia perbuat?? Dia jadi motivator! Dia gak ngeliat kekurangan dia, dia mau dari kekurangannya itu dia bisa bermanfaat bagi orang lain. Liat diri lo Cit! Lo masih punya kedua tangan dan kaki lo ini gak selamanya lumpuh, lo masih bisa sembuh! Tapi gimana lo mau sembuh kalau lo terus-terusan terpuruk gini? Miris gw liat lo Cit!" Dio menegur gw panjang lebar dan gw hanya bisa diam karena apa yang dia katakan semuanya benar.
"Gw mau tidur, jadi lebih baik lo pulang," gw udah gak sanggup mendengar semua kebenaran yang akan dibeberkan Dio
"Ok gw pulang, tapi renungin perkataan gw tadi," Dio keluar dari kamar gw dan gw kembali sendiri di kamar.
Semalaman gw memikirkan apa yang dikatakan Dio, tentang semua kebenaran yang dia ungkapkan.
Keesokan paginya...
"Ma, hari ini kita sarapan apa?" tanya gw dengan wajah penuh semangat
Mama gw sempat terkejut dengan kedatangan gw apalagi gw memakai seragam, "Mama bikin basi goreng kesukaan kamu nih,"
"Wah, udah lama nih ma aku gak makan nasi goreng, hehe."
Gw melahap nasi goreng itu dengan penuh semangat dan setelah selesai gw langsung berangkat ke sekolah. Sebelum berangkat mama menncium jidat gw seakan mama mengantar anaknya yang baru pertama kali sekolah.
Di sekolah gw langsung bertemu Dio, sepertimya Dio juga kaget seperti mama.
"Napa lo ngeliat gw kaya ngeliat setan??" ledek gw
"Gpp, udah berani masuk lo?" Dio ngeledek gw balik
"Udah lah, ngapain takut gw kan bukan cewek lemah. hahha" Gw menjawab pertanyaan Dio dengan candaan dan kami berdua bercanda bersama. Rasanya gw kangen banget suasana seperti ini.
"Jadi kapan lo mau jak gw jalan? Katanya mau traktir gw lo!" Gw berusaha membangun suasana
"Kapan-kapan. bweee" Dio berlari kecil meninggalkan gw sambil mengeluarkan lidahnya yang membuat wajahnya semakin aneh. hehehe..
"Tunggu dong, curang nih, gw kan gak bisa lari,"
"Oh iya gw lupa, ywd sini buruan gw tunggu di sini,"
"Awas yah gw kejar lo! hahahahaa"

Persahabatan memang ikatan yang paling murni.
Seorang sahabat mampu menjadi cheerleader saat kamu lemah.
Seorang sahabat mampu menjadi tong sampah saat kamu ingin meluapkan keluh kesahmu.
Seorang sahabat mampu menerima kamu apa adanya dengan segala kekuranganmu.
Hargailah sahabatmu dan jangan tukar mereka dengan apa pun.

Monday, December 12, 2011

Jadilah Anak-Anak

Ini berawal saat saya melihat sekelompok anak sedang bermain. Mereka bermain begitu riang, berlari-lari, bercanda, tertawa bersama.
Semakin lama saya semakin memperhatikan mereka dan itu membuat saya berpikir mereka BERBEDA tetapi MENYATU.
Itu semakin membuat saya berpikir dan mengingat kembali masa kecil saya.
Sama seperti anak-anak itu yang bermain tanpa bertanya "Dari suku mana kamu? Apa status sosialmu? Apa agamamu? Apa jabatan ayahmu?"
Mereka menerima semua anak yang ingin bermain dengan melihat keinginannya, sungguh mereka benar-benar mempraktekan apa arti tidak boleh pilih kasih.
Dan ini membuat saya berpikir lebih jauh tentang apa yang terjadi di sekitar saya. Semakin dewasa, orang semakin membuat perbedaan di antara mereka.
Mereka menjadikan sesuatu sebagai patokan pergaulan, seperti suku, agama, status sosial, bahkan jabatan.
Hmm.. di mana masa kecil kita dulu? di mana saat-saat kita dapat menerima semua orang tanpa memandang status, agama, suku, jabatan? Katanya manusia itu sama derajatnya di mata Tuhan, tapi apa kenyataannya??
Bisakah kita menjadi seperti anak-anak itu? BISA!
Mulailah belajar untuk dapat menerima semua orang tanpa melihat latar belakangnya..
Saya juga termasuk salah satu orang yang sedang belajar.. :)

Saturday, November 19, 2011

Hingga Akhir kau Tetap yang Terbaik

Ada dua sahabat yang selalu bersama sejak kecil. Yang satu bernama Prily dan yang satu lagi bernama Angelica. Sifat kedua sahabat ini sangat berbeda. Prily adalah anak yang mandiri dan tidak pernah mau menyusahkan orang lain, sedangkan Angelica adalah anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain dalam melakukan segala sesuatu, terutama Prily.
"Pril, temenin gw ke toko buku yuk, mau cari novel nih." Ajak Angelica.
Prily berpikir sejenak, "Oke, tapi sebentar aja yah soalnya gw banyak tugas."
"Oke deh, lu emang sahabat gw yang paling baik." Seru Angelica sambil mencubit pipi Prily.
Walaupun memiliki kesibukan lain, Prily tetap menyempatkan diri menemani Angelica kapan pun Angelica membutuhkan. Mungkin karena Prily tahu Angelica kesepian, maklum orangtuanya sangat sibuk.
Persahabatan mereka memang bahagia, mereka berusaha untuk saling mengerti satu sama lain, namun bukan berarti mereka tidak pernah bertengkar. Dan jika bertengkar, bisa dipastikan Prily selalu mengalah.
Namun pada suatu hari....
"Pril, temenin ke mall yuk. Ada baju bagus tuh, nanti kita beli bareng biar kembaran. hehehe.." Ajak Angelica sambil mengambil tempat duduk di sebelah Prily
Prily diam sejenak seperti menerawang sesuatu, "Sorry ngel, gw sibuk." Jawab Prily tanpa memandang Angelica.
"Yah Pril, bentar aja. Biasanya juga lu doyan banget shopping. Bajunya bagus banget lho Pril." Rayu Angelica
Gw sibuk ! Lu ngerti gak sih?"  Seru Prily dengan nada membentak.
"Sorry kalo gw ganggu." Angelica langsung meninggalkan Prily.
Angelica sangat terkejut dengan kelakuan sahabatnya itu. Prily tidak pernah membentak Angelica sekali pun, malah Angelica yang sering membentak Prily.
Akhirnya ia pergi ka mall sendiri, namun ia tetap ingat pada sahabatnya itu dan membelikan satu untuk sahabatnya itu.
Esoknya, Angelica datang ke kelas Prily dengan membawa goody bag bertuliskan ZARA.
"Hi Pril, liat deh kemaren gw beli blouse terus gw beli juga satu buat lo. Punya gw warna pink, punya lo warna ungu." Seru Angelica dengan riang sambil memamerkan blousenya itu.
Prily seakan tidak tertarik untuk mendengarkan Angelica bahkan ia pun tidak merespon. Ia tetap asik pada bukunya.
"Pril, liat dulu dong. Seru amat sih." Pinta Angelica sambil menutup buku  yang sedang dibaca Prily.
"Tuh udah gw liat. Puas lo???" Jawab Prily dengan ketus
"Lo kenapa sih? Kalo ada masalah lu cerita aja gw." Seru Angelica meminta penjelasan
"Bukan urusan lo!!" Bentak Prily dan langsung meninggalkan Angelica.
Angelica semakin bingung dengan tingkah sahabatnya ini. Padahal kemarin-kemarin ia baik-baik saja.
Sudah dua hari Prily tidak masuk sekolah. Sms Angelica pun tidak dibalas dan telepon juga tidak diangkat.
Akhirnya Angelica mendatangi rumah Prily, namun kata penjaga rumahnya mereka sekeluarga sedang pergi ke luar kota.
Dua bulan berlalu. Angelica tidak pernah lagi berhubungan dengan Prily. Ia selalu mencoba menghubungi Prily namun tidak pernah ada jawaban dan rumahnya pun selalu kosong.
Hungga suatu hari ada kiriman pos berupa CD, namun tidak ada nama pengirimnya. Angelica penasaran dan langsung menyetel CD itu. Ia sangat terkejut karena muncul wajah Prily terbaring lemah di suatu tempat seperti kamar rumah sakit dan ia lebih terkejut lagi karena rambut indah Prily tidak menghiasi kepalanya dan ia pun tampak sangat kurus.
" Hola ngel, pertama kamu pasti kaget yah liat gw kaya gini. Gimana keren gak kalo gw botak? hehehe..
Langsung aja yah ngel, sebenernya gw kirim video ini gw mau minta maaf sama kamu. Maafin gw yah Ngel kalo waktu itu gw udah bentak-bentak lo, marah sama lo dan ngilang gitu aja.
Sebenernya gw gak mau gituin lu, tapi gw terpaksa dan harus lakuin ini. Gw ngelakuin ini karena gw pengen lu mandiri. Gw mau lu gak bergantung lagi sama gw. Ini bukan karena gw gak suka nemenin lu. Tapi ini karena gw gak bisa lagi nemenin lu. Gw mengidap kanker otak stadium akhir dan dokter pun udah pasrah sama keadaan gw. Katanya gw udah gak mungkin diselamatkan dan tinggal tunggu Tuhan panggil gw. hehe..
Nanti kalo gw udah gak ada lu harus bisa yah kemana-mana sendiri. Lo harus belajar buat mandiri dan gak bergantung terus sama orang lain. Jangan jadi Angelica yang manja lagi tapi jadi Angelica yang mandiri dan bisa dibanggain sama bonyok lu. Oh iya, sorry yah Ngel gw gak kasih tahu ini sebelumnya soalnya gw gak mau lu mikirin gw. Biar penyakit ini gw yang tanggung sendiri.
Oh iya, satu lagi ngel. Thanks banget yah buat kado terakhir dari lu. Gw suka banget sama blouse itu. hehee..
Ngel, tetep jadi sahabat terbaik gw yah walaupun gw udah gak ada. Sorry yah gw gak bisa nepatin janji gw buat nanti double wedding sama lu. Tapi gw selalu berdoa buat lu supaya lu selalu bahagia.
Maafin gw yah atas semua kesalahan gw mulai dari kita kecil sampai sekarang. Gw selalu berusaha buat jadi sahabat terbaik buat lu. Terima kasih udah jadi salah satu bagian terpenting dalam hidup gw Ngel."
Angelica pun tak kuasa menahan tangis setelah melihat video itu. Ternyata begitu berat beban yang ditanggung sahabatnya itu.
Ia langsung berlari ke rumah Prily dan memaksa penjaga rumahnya untuk meberitahu keadaan Prily. Tanpa pikir panjang ia langsung menuju RS Citra Lestari tempat Prily dirawat dan langsung mencari kamar Prily.
Tapi terlambat, Prily telah tiada.
Angelica dipersilahkan oleh mama Prily untuk melihat Prily terakhir kalinya.
Smbil menangis, ia berkata di hadapan tubuh Prily yang sudah tidak bernyawa itu,"Sorry Pril gw terlambat. Gw gak bisa jadi sahabat yang baik buat lu. Gw selalu nuntut lu tapi lu selalu aja sabar ngadepin gw. Gw bangga punya sahabat kaya lu. Lu bakal selalu ada di hati gw dan selalu jadi sahabat yang terbaik buat gw. Dan gw janji gw bakal mandiri dan buat lu bangga. Selamat tinggal Pril."



Seorang sahabat gak akan pernah menjatuhkan sahabatnya, seorang sahabat akan selalu membuat sahabatnya menjadi lebih baik walaupun dengan cara yang menyakitkan karena persahabatan itu murni dari hati.
Memang tidak ada yang abadi, namun jadikanlah persahabatan itu abadi. Persahabatan yang murni yang akan dikenang hingga akhir hayat.

Friday, November 18, 2011

Prihatin!!

Kita tahu kalau Indonesia baru saja masuk semifinal sepak bola Sea Games 2011 dan pasti seluruh Indonesia juga tahu bahwa kemarin Indonesia tunduk atas Malaysia 0-1, padahal, di tiga laga awal Indonesia selalu memenangkan pertandingan.
Gunjingan, cacian, makian, dan hinaan banyak datang dari masyarakat Indonesia atas kekalahan ini, tapi menurut gw pribadi Indonesia gak buruk kok. Buktinya cuma kejebolan 1 doank kan..
Kita sebagai penonton memang kadang bisa melihat lebih jelas dari para pemain, tapi kita sebagai penonton belum tentu bisa seperti mereka yang bermain di lapangan.
Semua cacian yang datang tidak melihat betapa besar perjuangan skuad garuda muda, mereka tidak melihat apa yang telah para pemain korbankan untuk membela merah putih.
Mereka hanya melihat kekalahan ini adalah sebuah kesalahan yang sangat besar dan seakan mereka sangat dirugikan atas kekalahan itu.
Mereka tidak melihat dengan menang atau kalah Indonesia tetap akan masuk semifinal, mereka hanya memandang sebelah mata, mereka tidak mau memandang lebih luas.
Buat gw, menang atau kalah gw tetap bangga sama skuad garuda muda..

Saturday, November 12, 2011

Fenomena 11-11-11

11-11-11 atau 11 November 2011
Memang tanggal yang fenomenal sih,, apalagi ditambah jam 11:11.
Bagi kebanyakan orang ini disebut tanggal keberuntungan atau hari keberuntungan
Hampir semua orang berusaha membuat kenangan manis di tanggal ini..
Mulai dari nikah,, jadian,, sampai lahiran juga..
Gak salah sih kalo menurut gw..
Soalnya gw juga akuin nih tanggal emang bagus dan gak bakal terulang di hidup gw dan gak semua orang pernah ngalamin tanggal ini, udah gitu angkanya juga bagus, satu semua.
Tapi sebenernya gw agak kurang setuju dengan itu dijadikan sebagai tanggal atau hari keberuntungan (ini menurut gw yahh)
KENAPA??
Karena menurut gw semua hari itu sama. Mau tanggal 13-11-10 atau apa pun juga semua sama bagi gw.
Dan bagi gw semua tanggal atau hari itu harus disyukuri. Gw msh bisa nafas sampe sekarang aja itu semua karena Dia, dan gw bisa ada di hari kemaren itu juga semua karena Dia..
Jadi, kalau bagi gw semua hari adalah hari keberuntungan dan di semua hari juga gw selalu dapet berkat dari Dia yang luar biasa dalam hidup gw..

Kali Ini, Tumbuh Duri di Krisan Itu

Krisan yang selali berusaha kujaga
Krisan yang waktu itu sudah mekar
kini...
Tumbuh duri di dalamnya
Duri yang sebenarnya sudah lama tumbuh
Namun tak ada yang menyadari itu
Semakin lama sepertinya duri itu semakin membesar
Duri yang akan membuat krisan itu terbagi dua
Duri yang akan membuat krisan itu hancur berkeping-keping
NAMUN..
Aku tak mau mencabut duri itu
Tapi aku tak mau duri itu menghancurkan krisan
Aku mau duri itu menjadi kelopak
Kelopak yang akan memperindah krisan..

Friday, November 11, 2011

Maafkan Rasa Ini

Semula rasa ini biasa saja
Tak ada yang bermakna
Yang ada hanya ikatan pertemanan
Ikatan yang murni untuk bersahabat

Kujalani hari-hari bersama sebagai seorang sahabat
Suka duka, canda tawa
Sedih bahagia, semua tangis
Kita lalui bersama

Hingga aku menyadari
Rasa itu mulai timbul
Rasa yang tak biasa
Rasa yang tak murni lagi

Rasa benci saat kau bersama dia
Iri hati saat kau bercanda dengan dia
Muak mendengar kisah kau dengan dia
Cemburu melihat kau berada dengan dia

Aku tahu aku salah
Telah ku nodai janji murni persahabatan kita
Tapi maafkan aku
Tak pernah ku menyesal pernah kumiliki rasa ini

Walaupun rasa ini terlarang
Walaupun kau tak bisa terima ini
Tapi ijinkanlah aku
Mengenang rasa ini seorang diri ..

Sunday, November 6, 2011

Always Waiting for You

Di sini kumenunggu
Di tengah garis batas kehidupan
Di tengah kebosanan
Di ambang ketidakpastian

Jujur..
Telah lelah kumenanti
Telah lelah hati ini selalu berharap
Telah habis peluhku selalu menunggumu

Ingin rasanya kumenyerah
Akhiri semua ini
Melupakan semua perjuangan ini
Meninggalkan jejak kesetiaan itu

Namun tak kulakukan semua itu
Tetap aku bertahan
Bertahan hingga akhir waktu
Berjuang mencapai semua itu

Selalu setia kumenantimu
Aku tak tahu engkau dimana
Namun yang kuyakini
Kau jaga janji kesetiaan itu..

Friday, November 4, 2011

Masa Kecil Itu Tinggal Kenangan

Telah kusimpan kisah lama itu
Kisah dimana kita bermain bersama
Sejak kecil kita telah bersama
Mulai dari kita baru bisa merangkak
Kita belajar berjalan bersama
Hingga kita bisa berbicara dengan lancar
Tak pernah hari-hariku tanpa dirimu
Setiap fase hidupku selalu ada dirimu yang bersamaku
NAMUN..
Hal itu tinggal kenangan
Saat kita saling mengerti apa itu CINTA
Persahabatan ini seakan tak pernah ada
Kita rela melakukan apa pun demi mendapat cinta itu
Bahkan sepertinya persahabatan ini tak berarti lagi bagimu
Aku tak bisa menyalahkan siapa pun
Mungkin ini jalan terbaik
Namun aku yakin masih ada jalan yang lebih baik dari ini
Aku tak akan pernah membuang kisah kita ini
Aku akan selalu ingat semua cerita indah itu
Terima kasih kawan telah menemani hari-hariku
Kau akan tetap jadi sahabat terbaikku..


This is a friend's story..

Thursday, November 3, 2011

Salam Rindu untuk Bintang

Oh bintang..
Ingin kurasakan cahayamu
Ingin kunikmati terangmu
Rasakan keindahanmu

Setiap malam kumenanti dirimu
Setiap malam selalu kupandang langit
Menanti dirimu
Selalu kutunggu kehadiranmu

Namun kali ini tampak berbeda
Tak kutemukan dirimu
Tak kulihat cahayamu
Tak kurasakan terangmu

Aku selalu menunggumu
Aku selalu menanti disini
Telah lelah kumenunggu
Namun aku akan bertahan

Bintang..
Izinkan aku menemuimu
Tuk ucapkan isi hatiku
Bahwa aku merindukanmu

Saturday, October 29, 2011

Maafkan Aku Tak Sempat Menyayangimu

Namaku Laras, aku terlahir dari keluarga yang broken
Bahkan aku cacat, mata kiriku tidak dapat melihat sejak aku dilahirkan
Itu semua aku anggap karena keda orang tuaku
Bisa dibilang aku adalah anak yang tidak diharapkan, ibuku tidak sengaja mengandung aku dan yang pasti ia tidak menginginkanku. Namun ayahku berusaha mempertahankan aku karena ia tidak mau membunuh aku.
Akhirnya ibuku menyetujuinya namun ia tidak mau menikah dengan ayah. Saat mengandung aku ia sama sekali tidak memperhatikan aku. Ia makan sembarangan, minum-minuman keras, bahkan merokok. Mungkin itulah yang membuat mata kiriku mengalami kecacatan.
Setelah aku dilahirkan ibuku meninggalkan aku dengan ayahku. Ia pergi ke luar kota supaya tidak ada yang mengenal dirinya.
Aku hanya hidup dengan ayah, menurutku ayahku ayah yang hebat tapi aku tetap membencinya. Karena aku menjadi begini karena dia juga.
Saat masih TK aku melihat teman-temanku diantar oleh ibu mereka, dicium oleh ibu mereka, bermain bersama, bernyanyi dan semua kegiatan antara ibu dengan putrinya yang menyenangkan.
Namun, aku tidak pernah mengalami itu. Bahkan aku tidak tahu apa itu ibu.
Hidup hanya berdua dengan ayah membuatku menjadi anak yang berantakan, aku tidak pernah mematuhi perintah ayah, aku tidak pernah belajar dengan rajin. Hidup sesukaku.
Ayah selalu pergi saat aku pergi sekolah dan pulang saat aku sudah tidur, ia tidak pernah mengantar aku ke sekolah.
Setiap hari aku diantar Pak Amin, supirku. Ke mana-mana aku diantar dia. Bahkan aku menganggap dia itu adalah ayahku.
Besok adalah hari ulang tahunku, dan seperti biasa ayah selalu bertanya kado untukku.
"Sayang, besok kan kamu ulang tahun, kamu mau apa dari ayah?"
"Apa aja." Jawab aku tanpa melihat wajahnya dan langsung meninggalkannya
Aku berbuat begitu karena yang aku butuhkan hanya kasih sayang dari ayah.
pkl 00.00 pun tiba..
Tiba-tiba teman-temanku sudah menanti di luar membawa kue dan kado untukku. Sepertinya ini adalah pesta kejutan untukku. Aku sangat bahagia, teman-temanku begitu perhatian kepadaku. Bahkan ayahku belum pulang. Aku mulai tidak peduli dengannya.
Hari itu aku bangun pagi karena aku berencana jalan bersama teman-temanku. Tanpa sadar aku mencari kehadiran ayah, tapi aku tidak melihatnya. Ya sudah aku bersama Pak Amin segera meluncur untuk jalan-jalan bersama. Tawa yang begitu lepas dari bibirku, aku bahkan lupa apakah ayah sudah pulang atau belum, sedang di mana ia sekarang, apakah ia sudah makan atau belum.
Sampai malam pun ia belum tiba juga di rumah. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur padahal itu baru jam 7 malam.
Saat aku hendak tidur ayah masuk ke kamarku..
"Yah, sudah tidur. Sepertinya aku telat. Selamat tidur yah sayang dan selamat ulang tahun." Kata ayah sambil mencium keningku.
Keesokan harinya di garasi rumahku ada sebuah mobil sport audi r8 5.2 fsi quattro dan berplat nomor L4RAS.
Aku segera berteriak memanggil ayah..
"Ayahhhhh, ini mobil untuk Laras?"
"Iya sayang, itu hadiah ulang tahunmu yang ke-17." Jelas ayah sambil memberikan kunci mobil.
"Apa Laras boleh ke sekolah dengan ini?" Tanya aku sambil memohon
Akhirnya ayah pun mengijinkannya namun dengan catatan aku tidak boleh ngebut.
Aku pun langsung hangout bersama teman-temanku.
Aku pulang hingga larut malam, handphone aku matikan agar ayah tidak dapat menghubungiku.
Saat aku pulang rumahku kosong, akhirnya aku menghidupkan handphoneku dan begitu kagetnya aku saat menerima laporan missed call dari ayah sebanyak 25 kali dan dari Pak Amin sebanyak 12 kali. Aku penasaran dan menelepon ayah, namun tidak ada jawaban. Aku pun langsung menelepon Pak Amin .
"Halo, Pak kok di rumah gak ada orang?"
"Iya non sekarang Pak Amin lagi di rumah sakit." Jawab Pak Amin dengan gelisah
"Siapa yang sakit pak?"
"Anu non, bapak,"
"Kenapa sama ayah pak?" Aku mulai panik
"Bapak kecelakaan non"
Aku langsung menuju rumah sakit dan tanpa sadar di mobil aku menitikan air mata.
Aku segera masuk ke ruang ICU, melihat ayah tergulai tak berdaya. Ku lihat rambutnya yang tanpa kusadari mulai memutih, kulihat di wajahnya keriput mulai tampak, padahal umurnya baru 30an.
Ia seperti memikul beban berat di pundaknya.
Tanpa sadar aku kembali menangis di sampingnya dan meminta maaf atas semua kesalahanku, ada air mata yang menetes dari mata ayah. Tiba-tiba mesin yang memantau detak jantung itu hanya menunjukkan garis horizontal. Aku sangat terkejut dan segera berteriak histeris sehingga dokter langsung datang ke ruangan itu dan mengatakan hal yang tidak ingin aku dengar bahwa ayahku telah tiada.
Aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku hanya sebatang kara.
Pak Amin mendekatiku ia berkata bahwa ayah begini karena ia mencariku dan Pak Amin memberiku sebuah kertas, itu tampak seperti surat dan ia bilang bahwa itu ditulis oleh ayah saat ayah kritis.
Aku membuka dan membacanya

Untuk Laras, anakku tersayang.
Mungkin saat Laras baca surat ini ayah udah gak bisa ngeliat Laras lagi. Tapi Laras jangan nangis yah.
Sebenarnya dari kemarin dan dua hari yang lalu ayah lembur supaya ayah bisa ngerayain ultah Laras yang ke-17 bersama-sama. Ayah gak mau cuma ngasih Laras kado tapi ayah mau membayar semua kesalahan ayah sama Laras dengan menghabiskan waktu ayah bersama Laras.
Ayah tahu betapa menderitanya kamu hidup tanpa ibu. Ayah tahu betapa sakitnya kamu saat diejek teman-temanmu sebagai 'anak haram'. Ayah tahu ada perasaan iri saat kamu melihat teman-temanmu bersama ibu mereka.
Ayah tahu kamu sangat membenci ayah karena kelakuan ayah dan ibumu kamu jadi begini.
Tapi satu yang perlu kamu tahu, ayah sangat menyayangimu bahkan lebih dari yang kamu tahu. Setiap hari ayah pergi pagi dan pulang malam hanya untuk kamu. Agar kamu bisa hidup enak nantinya.
Sebenarnya ibumu berusaha menggugurkanmu tapi ayah selalu melarangnya karena ayah tahu kamu akan menjadi kebanggaan ayah. Mungkin ini adalah kado terakhir dari ayah, ayah mau ayah tetap bersama-sama dengan kamu. Ayah akan memberikan mata ayah agar kamu dapat melihat dengan bebas.
Maafkan ayah karena telah membuatmu menderita.
Ayah sayang kamu..

Sontak air mata langsung membasahi kertas itu, aku tak kuasa menahan tangis. Aku tak malu dilihat semua orang saat itu. Penyesalan timbul di benakku, mengapa aku baru menyadari bahwa ayah mempertaruhkan semuanya demi aku. Dalam hati aku hanya bisa berkata "Aku sayang Ayah"


Semua ayah, orang tua pasti sangat menyayangi anaknya, jangan pernah menganggap orang tuamu tidak menyayangimu karena mereka sibuk bekerja. Karena itu adalah wujud kasih sayang mereka, mereka ingin yang terbaik untukmu. Dan sesungguhnya itu adalah pengorbanan yang mereka lakukan untukmu..

Friday, October 28, 2011

Krisan Itu Kembali Mekar

Sudah sekian lama aku melihat kelopakmu jatuh
Aku sangat sedih
Tak ada lagi warna yang indah di kelopakmu
Aku ingin engkau mekar kembali
Aku ingin kembali melihat warnamu yang indah
Tuhan, aku ingin melihat krisan itu mekar kembali
Aku memang menunggu lama, tapi aku tidak menyerah
Aku melakukan segala cara agar engkau mekar kembali
Akhirnya semua tidak sia-sia
Krisan itu mekar kembali
Kelopakmu mulai tumbuh
Warnamu terlihat indah
Aku senang kau dapat mekar kembali
Aku akan selalu berusaha menjagamu agar kau tetap mekar
ya Tuhan, biarkanlah agar krisan ini terus mekar ..

Krisan yang Layu

Indahnya bunga krisan
Warna ungu yang terpancar di kelopakmu
Membuatku enggan berpaling darimu
Inginku selalu memilikimu
Tak akan pernah ku lepas engkau
Aku akan selalu menjagamu agar kau tetap bermekaran
Namun kini..
Kelopakmu jatuh satu per satu
Seakan itu pertanda kesedihan
Itu seolah pertanda kehancuran
Apa yang akan terjadi?
Akhirnya saat itu tiba
Sepertinya engkau sudah tidak sanggup
Engkau menyerah dan hanya menyisakan 4 kelopakmu
Aku ingin semua kelopakmu kembali
Aku tak ingin hanya melihat 4 kelopak
Aku ingin melihat warna yang indah itu lagi
Namun sepertinya itu hanya anganku
Namun aku masih berharap engkau akan mekar kembali..

Thursday, October 27, 2011

Mulai dengan Bahagia Akhiri dengan Bahagia

Ini adalah awal yang membahagiakan
Berkumpul bersama seakan tak akan pernah terpisahkan
Memulai dengan tawa
Menjalani dengan riang
Melewati hari dengan penuh keceriaan
Namun..
Perlahan semua itu menghilang
Berkumpul itu sulit
Seakan tak ada lagi waktu bersama
Tawa itu seakan mahal dan tak sanggup terbayarkan
Keriangan itu seakan hanya impian belaka
Hari-hari dijalani dengan penuh duka
Ingin rasanya aku kembali ke masa itu
Ingin mengubah semuanya
Semua yang telah dibangun dengan kebersamaan
Semua yang telah dibangun dengan tawa
Semua yang telah dilalui dengan keceriaan
Kini hilang semua
Sebenarnya aku tak berharap semua ini berakhir
Aku ingin kebersamaan yang telah kita bangun tidak akan pernah berakhir
Walaupun aku tahu tak ada yang abadi
Jika memang harus berpisah
Biarlah kita akhiri kisah ini dengan senyum di bibir
Bukan dengan amarah di dada..

Wednesday, October 19, 2011

Maafkan Kejujuranku

Saat ku melihat sinar matamu
Aku merasa damai
Saat ku melihat senyummu
Aku terpesona
Tak peduli apa yang orang bilang tentang dirimu
Kau meyakinkanku agar nyaman bersamamu
Kau meyakinkanku kaulah yang terbaik untukku
Aku tak bisa menolak
Aku berusaha mencoba
Aku berusaha menjadi yang kau mau
Aku berusaha menjalani ini semua
NAMUN..
Aku sudah tak dapat membohongi rasa ini
Aku tak sanggup menjalani ini semua
Maaf aku harus jujur
Aku tak mau membuatmu semakin terluka
Aku harus mengatakan semua ini
Tak ada rasa di hatiku untukmu
Mungkin ini jalan yang terbaik bagi kita
Semakin lama kebohongan ini ku simpan akan membuatmu semakin terluka
Lebih baik ku akhiri semua ini
Biarlah kita mengambil jalan kita masing-masing
Maafkan ku telah membuatmu terluka..



-inspired by a friend-

Sunday, October 16, 2011

Masa Depanmu Ada di tanganmu

Kamu memang tidak bisa memilih dilahirkan di mana atau kapan
Kamu juga tidak dapat memilih lahir dari rahim siapa
Kamu tidak dapat memilih lahir dari keluarga yang bagaimana
Kamu juga tidak dapat menentukan lahir sebagai anak presiden, bejabat atau pengamen
dan kamu juga tidak dapat memilih lahir sebagai anak orang kaya atau miskin

TAPI..

kamu dapat memilih masa depanmu
Kamu dapat memilih ingin jadi apa nanti
jadi dokter, insinyur atau PENGANGGURAN
Kamu dapat memilih jadi orang kaya atau miskin
Kamu dapat memilih punya keluarga yang harmonis atau rusak
kamu dapat memilih menjadi PEMENANG atu PECUNDANG

Itu semua tergantung kamu karena masa depanmu ada di tanganmu..

Kisah Masa Laluku

Saat ku membuka album masa laluku
Terbayang wajahmu
Senyummu yang begitu mempesona
Matamu yang indah

Kembali ku teringat tentang kisah kita
Kisah yang dimulai dengan bahagia
dan harusnya diakhiri dengan kebahagiaan
Namun tidak dengan kisah kita

Kisah yang berakhir tragis
Kisah yang berakhir karena keegoisan
Kisah yang berakhir karena emosi
Kisah yang meninggalkan penyesalan

Andai aku dapat mengembalikan waktu
Ingin ku kembali ke masa itu
Tertawa bersama denganmu
Berbagi suka dan duka

Namun semua itu hanya khayalanku
Kini kau sudah bahagia bersamanya
Aku hanya bisa tersenyum melihatmu
Biarlah kisah ini menjadi kenangan manis bagiku

Friday, September 2, 2011

Memahami Persahabatan yang Sesungguhnya

Saat ini aku tengah mencari apa itu persahabatan sesungguhnya
Aku bingung dengan semua ini
Aku bimbang dengan ini
Aku ragu tentang ini
Saat ini aku melihat persahabatan hanya untuk senang
Saat ini aku melihat persahabatan hanya untuk dimengerti
Saat ini aku melihat persahabatan hanya untuk KITA
aku takut akan semua ini, aku ragu
Aku takut melangkah lebih jauh
Aku mencoba mencari dan terus mencari
sampai akhirnya aku temukan persahabatan yang sesungguhnya
Persahabatan bukan hanya senang-senang tapi saat duka
Persahabatan bukan hanya mengerti tapi memahami
Persahabatan bukan tentang KITA tapi menjadi dampak bagi MEREKA
dan persahabatan yang tulus tidak dapat dibeli oleh apapun juga..

Wednesday, August 17, 2011

Selamat Ulang Tahun Negeriku

Tak terasa sudah 66 tahun usia negeriku
66 tahun yang lalu tepat pada hari ini, Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia
Perjuangan yang tidak mudah untuk dapat mengibarkan merah putih
Begitu banyak jiwa-jiwa yang rela mati demi negeri ini
Begitu banyak pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan hanya demi satu kata "MERDEKA"
tapi,, sudahkah kita benar-benar MERDEKA??
kesejahteraan yang diharapkan
persatuan yang didambakan
keadilan yang diinginkan
sudahakah itu semua tercapai??
melihat potret negri ini, cita-cita kemerdekaan bangsa seakan sangat jauh dari harapan
kemiskinan dimana-mana
pertengkaran antara suku terjadi di berbagai daerah
keadilan dapat dibeli dengan uang
begitu terpuruknyakah negeri kita ini??
ini adalah tugas kita untuk memperbaiki negeri ini
singsingkan lengan baju untuk mengambil kembali kejayaan negeri ini
jangan mencarai apa yang kita dapatkan dari bangsa ini
tapi carilah apa yang bisa kita berikan bagi bangsa ini

Selamat ulang tahun negeriku, kibarkan kejayaanmu di mata dunia..

Sunday, June 12, 2011

Sayap Peri Cantik yang Patah

Peri cantik..
Engkau sangat indah
Sayapmu sangat mempesona
Terbang ke sana ke mari
Menebarkan virus cinta
Engkau selalu riang tersenyum
Tak pernah kulihat engkau bersedih
Saat dengan yang lain, engkau yang paling berkilau
Inilah saat engkau jatuh cinta
Sayapmu semakin berkilau
Cantikmu semakin terpancar
Tapi..
lama kelamaan kilaumu tak kulihat lagi
Ceriamu mulai hilang
dan sayap indahmu tak kutemukan lagi
Sayap yang begitu indah, kini telah patah
Apa yang terjadi peri cantik?
Apa sayapmu yang patah seperti hatimu sekarang?

Thursday, March 17, 2011

Mengerti Arti Kebersamaan Sesungguhnya

Waktu kecil saat aku baru punya sahabat, aku selalu berpikir bahwa yang dibutuhkan dalam persahabatan itu adalah kebersamaan. Jadi waktu kecil, saat di sekolah aku selalu sama-sama dengan sahabatku.
Saat ku mulai beranjak remaja pikiranku mengenai persahabatan semakin luas, aku berpikir bahwa persahabatan tetap membutuhkan kebersamaan, bahkan kebersamaan ini lebih besar. Bukan hanya di sekolah tetapi saat liburan aku dan sahabat-sahabatku pergi bersama. Bahkan kami memiliki sebuah barang yang sama.
Saat aku dewasa aku baru benar-benar mengerti tentang arti kebersamaan sesungguhnya. Kebersamaan bukan tentang selalu kemana-mana bersama, bukan tentang memilki barang yang sama. Kebersamaan adalah memanfaatkan waktu saat bersama-sama sebaiknya. Kebersamaan adalah selalu ada saat yang lain membutuhkan.
Kebersamaan itu tidak rumit. Kebersamaan adalah saling mengerti satu sama lain.

Monday, March 7, 2011

Persahabatan adalah.....

Suatu hari ada seorang anak kecil yang bertanya pada ibunya tentang persahabatan

Anak: "Ibu persahabatan itu seperti apa sih?"
          "Kata teman aku persahabatan itu kaya permen karet yang lengket teruss..?"
Ibu:    "Persahabatan memang harus lengket, tetapi persahabatan bukan permen karet yang kalau manisnya
          sudah hilang dibuang begitu saja"
Anak: "ouuu.. Terus ada yang bilang juga kalau persahabatan itu kaya tebu yang manisss buanget..?"
Ibu:    "Persahabatan memang manis, tetapi bukan seperti tebu yang jika sari-sarinya telah habis dibuang begitu
          saja"
Anak: "Kalau begitu persahabatan itu seperti tali yah bu yang puanjangg buanget..?"
Ibu:    "Persahabatan memang panjang, tetapi bukan seperti tali yang bisa putus kapan saja"
Anak: "Kalau begitu persahabatan itu seperti apa bu?"
Ibu:    "Persahabatan itu seperti puzzle yang saling melengkapi, jika 1 potongan hilang maka tidak dapat
          membentuk sebuah gambar. Begitu juga persahabatan, jika ada 1 anggotanya yang hilang persahabatan
          tidak akan sempurna"
Anak: "ouu begitu yah bu.. Persahabatan itu rumit yah..??"
Ibu:    "Persahabatan itu sebenarnya tidak rumit hanya dibutuhkan kepercayaan, yang terpenting persahabatan
          itu abadi. Tidak ada yang namanya mantan sahabat.
          Jadi jangan pernah sia-siakan sahabat yang kamu miliki. Tetap jadikan persahabatan kamu abadi..
          Mengerti..?? hehehhee .."
Anak: "Siap..!! Mengerti buu.. hehehe .."

Sunday, January 2, 2011

Terima Kasih Telah Meberikan Segalanya

Aku lahir di atas pengorbanan
di atas pengorbanan seorang ibu
Ia rela meminjamkan tubuhnya selama 9 bulan
Ia rela aku menambah bebannya selama 9 bulan

Aku hidup di atas penderitaan
di atas penderitaan seorang ibu
Ia rela menahan sakit demi aku
Ia bahkan mempertaruhakan nyawanya agar aku hidup

Aku tumbuh di atas kesesakkan
di atas kesesakkan seorang ayah
Ia rela melakukan apa pun agar aku bisa makan
Ia rela membanting tulang agar aku bisa sekolah

Sudah! Sudah cukup!
Aku sudah cukup membuat ibu menderita
Aku sudah cukup membuat ibu hampir mati
Aku sudah cukup membuat ayah lelah

Aku berjanji aku akan dewasa di atas kebahagiaan
di atas kebahagiaan seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang penurut
di atas kebahagiaan seorang ayanh yang melihat anaknya lulus menjadi sarjana
dan di atas kebahagiaan kedua orang tua yang tersenyum melihat anaknya mampu menepati janjinya..

Lihatlah ke Luar

Malam itu langit begitu indah
Dari dalam mobil aku memandang ke langit
Tak lupa aku menyapa sang bulan
Berbicara kepadanya betapa indahnya dia malam ini

Tapi sang bulan bersedih melihat ke bumi
Ia seolah ingin menangis
Ia pun menyuruh agar aku melihat ke luar
Betapa terkejutnya aku saat melihat ke luar

Banyak anak kecil yang harusnya sudah terlelap
Tetapi mereka malah berkeliaran di lampu merah
Menyanyikan sebuah lagu
yang sebenarnya belum pantas mereka nyanyikan

Tidak ada jaket yang melindungi tubuh mungilnya dari angin malam
Hanya sehelai kain yang sudah tidak layak pakai melekat di tubuhnya
Naik ke satu angkutan kemudian berpindah ke angkutan yang lain
Tanpa rasa malu, setelah selelsai bernyanyi mereka mengadahkan tangan kepada setiap penumpang

Tidak ada penumpang yang memberi uang
Bahkan menoleh pun tidak
Tetapi mereka keluar dengan tersenyum
dan tidak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih

Aku terperanga melihat semua itu
Aku malu pada diriku sendiri
Aku punya baju bagus, tempat tidur yang nyaman, dan semua kemewahan
Tapi aku selalu menuntut lebih

Dari mereka alu belajar
Belajar untuk selalu bersyukur
Dari mereka aku tahu
Tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah
Dari mereka aku sadar
Sadar bahwa masih banyak orang yang butuh bantuan

Terimakasih bulan
Ku telah memberiku pelajaran yang sangat berharga
Pelajaran yang tidak akan pernah aku temui di sekolah
Pelajaran yang akan selalu aku ingat sampai akhir hayatku..