Mungkin agak aneh yah dari yang cinta-cinta tapi kali ini judulnya tentang sahabat. Daripada lama-lama langsung aja enjoy it ;)
"Hei, seru amat sih Nis ngobrolnya," seru Ika yang tiba-tiba datang
"Eh Ika, iya nih si Sony bisa banget ngelawaknya. Hahaha," jawab Nisa
"Ahh, itu mah lo aja kali Nis yang doyan ketawa. Hahaha," balas Sony
"Eh iya, thanks yah Nis udah nemenin Sony daritadi," ucap Ika
"Santai aja lagi, lagian Sony asik kok orangnya," balas Nisa
"Udah dong kalian, kok gw malah jadi kayak anak kecil yang dititipin ibunya sih? Hahaha," ledek Sony
"Oh iya, pulang yuk Son. Nis, mau bareng gak?" Sambung Ika
"Gak deh, gw masih ada urusan," jawab Nisa
"Oke, kalau gitu kita duluan yah, bye Nis," ucap Ika
"Bye yah Nis," Sony juga berpamitan
"Bye Son," jawab Nisa pelan
***
"Son, gak nyangka yah kita bisa jadian. Aku tuh masih mikir aja loh dulu kamu tuh aku cuekin tapi kamu masih setia nunggu aku. Padahal,....." Ika terdiam sejenak
"Padahal apa?" Tanya Sony penasaran
"Hmm, padahal kamu lebih deket sama Nisa," jawab Ika pelan
"Ka, dengerin aku yah," kata Sony sambil menatap mata Ika, "Aku kan udah bilang sama kamu kalau yang aku sayang itu kamu, bukan yang lain dan sampai kapan pun akan tetap begitu," jawab Sony lembut tapi pasti
"Makasih yah Son," jawab Ika lembut
Sejujurnya Ika masih ragu terhadap Sony, walaupun Sony telah menyentuh hatinya tidak dapat dipungkiri di sisi hatinya masih tersimpan nama 'Benny'. Tapi Ika selalu berusaha meyakinkan dirinya bahwa Sony adalah orang yang tepat.
"Ka, kita jalan yuk hari Sabtu," ajak Sony
"Sorry Son, aku mau nemenin mama ke salon," jawab Ika
"Ohh," jawab Sony singkat
"Kamu gak marah kan?" Tanya Ika
"Gak kok," ucap Sony singkat
***
"Eh Son, tumben lu malem minggu maen ke rumah gw, gak jalan sama Ika?" Tanya Nisa sambil mempersilahkan Sony masuk
"Ika pergi sama nyokapnya Nis, daripada di rumah yah mending gw ke rumah lo deh," jawab Sony dengan murung
"Ya udah kita ke mall aja, gimana?" Ajak Nisa semangat
"Terserah lo aja deh," jawab Sony acuh
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke mall dan menghabiskan waktu di sana. Tapi pemandangan yang tidak menyenangkan dilihat mereka. Ika sedang bersama seorang laki-laki dan laki-laki sangat mereka kenal, 'Benny'
Sony dan Nisa pun langsung menghampiri mereka.
"Aku pikir dengan kita jadian kamu udah bisa nerima aku tapi ternyata aku salah," ucap Sony dan langsung pergi meninggalkan mereka
"Gw bener-bener gak nyangka Ka, ternyata lo itu sebusuk ini! Males gw punya sahabat kaya lo!" Sambung Nisa dan kemudian pergi menyusul Sony
"Ka, sorry yah. Gara-gara gw mereka salah paham sama lo. Padahal kita kan bener-bener udah gak ada apa-apa," ucap Benny yang merasa tak enak
"Udah gakpapa Ben, nanti gw bisa jelasin ke mereka. Gw balik ke tempat nyokap gw yah Ben, bye," dan Ika pun langsung pergi menemui mamanya.
Sepulang dari mall Ika langsung menelepon Nisa dan berusaha menjelaskan semuanya.
"Halo Nis,"
"Ada apa lagi Ka?" jawab Nisa ketus
"Gw mau jelasin ke lo, kalau apa yang lu pikirin soal gw sama Benny itu salah Nis," Ika berusaha menjelaskan
"Cukup Ka, gw udah muak denger penjelasan lo!" jawab Nisa dengan nada meninggi
"Tapi gw bener gak ada apa-apa sama Benny Nis," jelas Ika lagi
"Tapi emang lu gak mikir yah perasaan Sony saat dia lihat lu berdua?"
"Tapi gw gak sengaja ketemu dia di mall Nis, dan kenapa lu juga jalan sama Sony?"
"Yahh, gw kan cuma mau menghibur dia Ka," jawab Nisa gugup
"Terus kenapa lu marah banget sama gw dan lu ngebelain Sony habis-habisan? Sebenernya sahabat lu itu gw apa Sony sih?" tanya Ika
"Yahhh, lu berd...ua saha...bat gw lah," jawab Nisa terbatah-batah
"Jujur Nis, kenapa lu selalu ngebelain Sony dan sementara lu sellau nyalahin gw?" Pertanyaan Ika sangat membuat Nisa terkejut
"Yahhhh, gakk...papa.. Ka," jawab Nisa gugup seakan menyembunyikan sesuatu
"Tolong jujur sama gw Nis, lu suka yah sama Sony?" Bagaikan disambar petir saat Nisa mendengar pertanyaan Ika itu
"........" Nisa pun hanya terdiam
"Nis, jawab gw Nis!" Kali ini suara Ika meninggi
"Iya Ka, gw suka sama Sony! Gw suka sama dia sebelum lu suka sama dia. Gw suka sama dia tapi dia lebih milih lu! Padahal lu itu udah nyuekin dia. Dan sekarang lu udah tahu semuanya, puas lu Ka??" Suara Nisa meninggi dan disertai dengan air mata
Ika pun langsung mematikan teleponnya dan tak kuasa ia menahan air matanya. Jadi selama ini sahabatnya sendiri suka pada pacarnya. Semua itu bergejolak di pikiran Ika. Ika tak tahu apa yang harus ia lakukan. Apakah ia harus tetap mempertahankan Sony tapi Nisa pasti terluka atau ia harus melepas Sony demi Nisa. Pikiran itu membuat kepalanya sakit dan ia memutuskan untuk tidur dan berharap bahwa apa yang dialaminya hari ini adalah mimpi.
***
Matahari pagi menyambut Ika dengan hangat. Saat melihat handphone mungilnya ada 2 missed call dari Sony dan 1 pesan dari Sony juga.
"Ka, maafin aku. Aku terlalu egois dan gak mau denger penjelasan kamu. Mafain aku yah. Aku tahu ini gak seperti yang aku pikirkan. Oh iya, hari minggu kita ketemu di kafe Pelangi jam 10 yah. Aku harap kamu mau datang :)"
Bingung, resah, gelisah bercampur semua di hari Ika. Pengakuan sahabatnya itu benar-benar mengganggu pikirannya. Entah ia harus menemui Sony atau tidak tapi lubuk hatinya mengatakan kalau ia harus menemui Sony.
Dan tepat jam 10 Ika sudah tiba di kafe Pelangi dan sudah ada Sony duduk di sana.
"Aku pikir kamu gak bakal datang Ka," ucap Sony
"Aku pasti datang kok," jawab Ika disertai dengan senyuman
"Oh iya Ka, maafin aku soal yang kemarin. Aku tahu aku pasti salah paham,"
"Yang harusnya minta maaf itu aku Son, maafin aku karena udah buat kamu kecewa. Aku mau kita putus Son," ucap Ika sambil menundukkan kepalanya. Tak mampu ia melihat wajah kekecewaan Sony
"Tapi kenapa Ka? Apa salah aku?" Tanya Sony sambil menatap Ika
"Kamu gak salah apa-apa. Aku yang salah. Selamat tinggal," ucap Ika dan langsung pergi meninggalkan Sony
Di sepanjang perjalanan pulang Ika terus menangis. Ia sudah tak kuat menahan air matanya. Sebenarnya ia tak rela melepas Sony, tapi Ika pikir Nisa lebih pantas menerimanya.
Seperti biasa, Sony pun langsung ke rumah Nisa dan menceritakan semuanya pada Nisa.
"Sabar yah Son, mungkin Ika gak serius bilang semua itu sama lo," Nisa menghibur Sony. Padahal ia tahu apa yang sebenarnya dilakukan sahabatnya ini. Ia hanya mau supaya Sony bisa bersama Nisa.
"Tapi gw gak sanggup Nis. Gw udah terlalu sayang sama Ika," ucap Sony
"Emang gak ada yang bisa ngegantiin posisi Ika di hati lu Son?" Tanya Nisa penasaran
"Gak ada Nis," jawab Sony datar
"Termasuk gw?" Tanya Nisa lagi
Kali ini Sony cukup terkejut mendengar pertanyaan itu, "Iya Nis, apalagi lu. Lu itu udah gw anggep sahabat terbaik dan akan tetap begitu," jawab Sony
"Tetep jadiin gw sahabat terbaik lu yah Son, karena itu udah buat gw bahagia banget," ucap Nisa penuh ketenangan
"Iya Nis, gw janji lu bakal tetep jadi sahabat gw kapan pun itu," jawab Sony
"Gw bakal bantu lu ngomong sama Ika Son," ucap Nisa sambil tersenyum
"Thankyou yah Nis," balas Sony dengan senyum mengembang di wajahnya
***
"Ikaaaaa, susah banget sih lu gw cariin," ucap Nisa sambil berlari ke arah Ika
"Ada apa yah Nis?" Tanya Ika bingung
"Gw mau ngomong sama lu," ucap Nisa dan langsung mengajak Ika ke kantin
"Mau ngomong apa sih Nis?" Tanya Ika lagi
"Gw tahu kalau lu udah putus sama Sony dan gw tahu itu semua karena gw. Jadi gw mau lu jangan ngorbanin perasaan lu buat gw Ka," ucap Nisa
"Gak, itu bukan gara-gara lu. Gw emang udah gak cocok aja sama dia," jawab Ika acuh
"Ka, gw tahu siapa lu jadi lu gak usah bohong sama gw Ka. Gw tahu kalau lu itu udah sayang kan sama Sony?" Tanya Nisa lembut
"Jujur Nis, emang iya gw udah mulai sayang sama Sony tapi rasa sayang gw kalah sama rasa sayang lu ke dia Nis, dan gw yakin lu lebih pantes buat dia," jawab Ika sambil menahan air matanya
"Tapi lu salah Ka, Sony itu sayang banget sama lu dan gw udah tanya sendiri kok sama dia kalau dia tuh cuma pengen lu dalam hidupnya, bukan yang lain. Termasuk gw," jelas Nisa
"Tapi lu gimana? Lu kan udah sayang banget sama dia," ucap Ika lagi
"Tapi lu yang lebih pantes buat dia. Dan kalau lu menghargai gw jangan sia-siakan dia yah. Anggep aja itu semua demi gw," ucap Nisa
"Nis, makasih yah. Gw beruntung banget punya sahabat kaya lu," kata Ika sambil menitikan air mata
"Gw juga Ka, bangga punya sahabat kaya lu," Kata Nisa sambil memeluk Ika
"Ehm, ehm.. Udah dong berpelukannya,"
"Sony??" Ika terkejut
"Iya, gw yang nyuruh dia kesini," jawab Nisa
"Ka, lu mau kan tetep jadi princess di hati gw?" Tanya Sony
"Pasti Son, apalagi sekarang gw udah dapet restu dari sahabat gw ini," kata Ika sambil mencubit pipi Nisa
"Sakit tahuuuu," kata Nisa sambil memegang pipnya, "Yaudah yah prince and princess lanjutin dah berdua gw mau pergi dulu mau cari prince gw. Hahahaha," Nisa melanjutkan
"Sahabat yang sejati tahu mana yang terbaik untuk sahabatnya dan sahabat akan berkorban untuk sahabatnya itu walaupun mengorbankan perasaannya sendiri. Tapi seorang sahabat juga harus menegur sahabatnya jika salah. Dan kuncinya adalah saling mengerti dan memahami. Hargai dan jangan sia-siakan sahabatmu" -tamz-

No comments:
Post a Comment