Aku adalah aku yang selalu menuntut, aku yang mementingkan diri sendiri, aku yang tidak pernah bersyukur tapi semua itu berubah setelah aku bertemu malaikat kecil yang membuka mata dan hatiku.
Ia bukan anak orang kaya, ia bukan anak yang berpendidikan, ia hanya seorang anak kecil yang tahu apa arti bersyukur.
Ia hanyalah seorang pengamen jalanan yang memiliki ibu yang lumpuh. Ia bernyanyi dari angkot yang satu ke angkot yang lain dan berharap ada yang memberinya uang.
Makan sehari 3 kali? Terlalu banyak baginya, dapat makan sehari sekali saja sangat beruntung.
Ibunya hanya terkulai lemah di rumah dan ia memiliki dua orang adik yang berumur 8 dan 6 tahun dan mereka sekolah! Padahal ia sendiri putus sekolah. Ayahnya sudah meninggal jadi ia yang menjadi tulang punggung keluarganya, seorang anak laki-laki yang berusia 12 tahun.
Betapa menderitanya dia, bagiku hidupnya terlalu tragis. Tapi baginya tidak.
Apakah ia menyesal lahir di keluarga miskin? TIDAK!!
Apakah ia menyesal putus sekolah demi adik-adiknya? TIDAK!!
Apakah ia menyesal kehilangan waktu bermain untuk bekerja? TIDAK!!
Ia bukan menyesal tetapi malah bersyukur.
Ia bersyukur walaupun dilahirkan di keluarga miskin karena dari situ ia dapat merasakan begitu berharganya sebutir nasi yang sering orang lain sia-siakan.
Ia tetap bersyukur walaupun putus sekolah, ia malah bangga dapat melihat adik-adiknya terus sekolah.
Ia masih bersyukur walaupun tidak bisa bermain seperti anak seusianya, lagi-lagi ia malah bangga, itu berarti ia dapat bermanfaat bagi keluarganya.
Melihat kisah anak ini membuat saya malu.
Saya masih dapat makan sehari 3 kali namun kadang jika saya tidak suka saya malah membuangnya
Saya masih dapat bersekolah dan itu dibiayai oleh orang tua, namun kadang saya tidak menjalankannya dengan baik, saya malah bermalas-malasan dan berpikir lebih enak kalau tidak sekolah
Dan saya masih punya kedua orang tua yang utuh dan lengkap tapi kadang malah melawan dan tidak menghargainya,
Belajar dari anak ini saya mencoba selalu bersyukur dan memanfaatkan yang ada sebaik mungkin bukan malah menyia-nyiakannya, karena di setiap sesuatu yang mungkin bagi kita buruk pasti terselip sesuatu yang indah dan berharga..
No comments:
Post a Comment