Sunday, November 14, 2010

Senyuman Sang Bunda

Saat kuterbangun dari buaian panjang
Saat kumulai merasakan hangatnya mentari
Saat kumembuka mata melihat dunia ini
Hanya satu yang kurindukan

Saat kutersesat di tengah lembah kehidupan
Saat kuterperangkap di tengah badai hidup
Saat kumulai lelah menghadapi hidup ini
Hanya satu yang bisa menguatkanku

Hanya senyummu yang ingin selalu kulihat
Senyum yang hangat bagaikan mentari
Senyum yang sejuk bagaikan embun pagi
Senyum yang indah bagaikan langit senja

Hanya senyummu yang bisa menopangku
Hanya senyummu yang memberiku kekuatan
Tetaplah tersenyum untukku
Bunda..

No comments:

Post a Comment