Di sebuah rumah pejabat di kota besar. Ia sedang membuat perayaan Natal yang begitu megah dan mewah. Banyak artis dan pejabat lainnya. Banyak juga makanan-makanan mewah. Semua yang datang bergembira merayakan Natal. Semua bernyanyi, menari, dan saling tertawa.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, kebetulan sang pejabat yang membuka pintu itu
"Permisi tuan, bolehkah saya bergabung dengan pesta tuan?" Tanya tamu tersebut
Sang pejabat tersebut memperhatikan pakaian tamu tersebut yang begitu lusuh, "Maaf, sudah tidak ada tempat di dalam. Ini kuberikan roti untuk bekalmu," kata Sang pejabat dan kemudian mengusir tamu tersebut.
Sementara di rumah sederhana di kota tersebut, sebuah keluarga juga sedang merayakan Natal, merayakan natal dalam kesederhanaan. Dengan makanan yang sederhana, tanpa musik gegap gempita tapi tetap bersukacita. Tanpa pakaian mahal tapi tetap bersyukur. Tanpa kado-kado mewah tapi tetap harmonis. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah mereka, dan anak dari keluarga itu yang membukakan pintunya.
"Permisi adik, apa saya boleh ikut bersama kalian merayakan Natal?" Tanya tamu tersebut Anak kecil tersebut terdiam sejenak dan memperhatikan pakaian lusuh tamu tersebut dan rasa iba muncul dalam dirinya, "Silahkan, keluarga saya pasti senang kedatangan tamu," dan ia mengajaknya masuk.
Akhirnya mereka makan bersama, menyanyikan kidung Natal, suasana yang hangat dan penuh dengan sukacita dan damai Natal.
Natal bukanlah soal perayaan megah
Bukan soal baju bagus
Bukan soal makanan mewah
Natal itu adalah lahirnya Juruselamat
Ia lahir dalam kesederhanaan
Dengan satu misi: menyelamatkan manusia
Apa artinya perayaan megah
Apa artinya kado mewah
Apa artinya nyanyi-nyanyian meriah
Tanpa kita mengundang Dia yang telah lahir untuk kita
Natal yang sesungguhnya adalah saat Yesus lahir di hati kita dan kita berikan tempat yang utama di hati kita.. Merry Christmas 2012 :)
