Monday, July 16, 2012

You Are My Real Prince

"Gimana Ka, udah siap buat ospek besok?" Tanya Nisa pada Ika
"Mudah-mudahan Nis, gw deg-degan juga nih," jawab Ika
"Hai cewek-cewek cantik, lagi pada ngerumpi nih yah? Ikutan dong,"  sambung Sony yang tiba-tiba datang
"Makasih Son, gw tau kok gw cakep. Hahaha," jawab Nisa
"Yeee, bukan lo tapi Ika dong, hehehe," jawab Sony
"Ahh Son, bisa aja lo. Hahahaha," sambung Ika
"Ka, gw balik duluan yah. Mau nemenin nyokap pergi nih," ucap Nisa
"Oke deh Nis, salam buat nyokap lu yah," balas Ika
"Iya, bye," kata Nisa dan langsung meninggalkan Ika dan Sony
"Ka, gak terasa yah udah satu tahun lebih gw deket sama lu, dari lu masih jadi ade kelas gw sampe sekarang lu udah jadi mahasiswi," celoteh Sony
"Iya Son, gak terasa yah," balas Ika
"Yah, walaupun kita gak satu kampus hati gw masih buat lu kok," ucap Sony
"Sorry Son, tapi gw sampai sekarang belom bisa ngeyakinin diri gw kalau lu itu emang yang terbaik buat gw," jawab Ika
"Gw gak pernah maksa lu buat sayang sama gw kok, lagian ini kemauan gw sendiri buat nunggu lu," ucap Sony dengan nada yang begitu lembut
"Son," ucap Ika sambil menatap mata Sony, "Gw lebih suka kalau lu itu cari cewe lain Son, gw gak mau dibilang ngasih harapan kosong ke lu," ucap Ika
"Ka, tolong jangan suruh gw ngasih hati gw ke orang lain. Tolong ijinin gw selalu ada buat lu tanpa lu harus selalu ada buat gw," balas Sony
"Tapi Son...." ucap Ika ragu
"Tolong Ka, biarin gw buktiin ke lu kalau gw emang tulus sayang sama lu," timpal Sony
"Makasih yah Son," ucap Ika sambil menahan air mata yang menggenang di matanya

***
"Aduh Ka, gw deg-degan nih. Kira-kira senior kita gimana yah??" Ucap Nisa dengan suara kepanikan
Maklum, ini hari pertama mereka menjadi mahasiswi
"Aduh Nis, jangan bikin gw makin takut dong," balas Ika
"Coba kita satu kampus sama Sony, kan enak tuh punya kenalan senior. Hahahaha," celoteh Nisa
"Ada-ada aja lu, udah mending dengerin tuh senior ngomong apa," balas Ika
"Ka, liat deh. Itu kaya Benny," kata Nisa sambil menunjuk seorang laki-laki
"Iya Nis, itu emang Benny. Berarti dia satu kampus dong sama kita," balas Ika sambil tercengang dengan sosok laki-laki itu
"Emang lu gak tau Ka dia kuliah di mana?" Tanya Nisa
"Gak, kan lu tau gw udah gak berhubungan sama dia satu tahun lebih," jawab Ika
"Emang jodoh kali lu sama dia, hahaha," ledek Nisa
"Ahh apa sih lu. Udah mending perhatiin senior tuh," balas Ika
"Ahh ngeles aja deh lu. Hahaha," ledek Nisa lagi
"Udah yah neng kepo, mending perhatiin aja tuh. Hahahaha," ledek Ika balik
***
"Akhirnya kita resmi jadi mahasiswi yah Nis," ucap Ika
"Iya Ka, gw jadi terharu," balas Nisa
"Gak usah lebay juga kali. Hahaha," Timpal Ika, "Eh Nis, masa kemaren Benny sms gw, kayaknya dia tau deh kita satu kampus sama dia," lanjut Ika
"Terus lu bales?" Tanya Nisa
"Bales, abis gw gak enak. Nanti disangka sombong lagi. Lagian gw kan udah komitmen gak mau musuhan sama dia," jawab Ika
"Yahh, asal jangan kepincut lagi aja deh. Hahahaha," canda Nisa
Saat mereka sedang bercanda, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mereka sangat kenal menghampiri mereka
"Hai, udah lama yah gak ketemu," sapa laki-laki itu
Mata mereka berdua terbelalak melihat laki-laki itu. Ya, itu Benny dan gak mungkin salah.
"Benny??" Kata Ika yang sedikit terkejut
"Iya Ka, kalian berdua apa kabar?" Sapa Benny lagi
"Gw sih baik-baik aja, tapi ada yang sakit hati tuh," jawab Nisa ketus
"Nis, apa-apaan sih lu," Sela Ika, "hmmm, kita berdua baik-baik aja kok," lanjut Ika
"Gak nyangka yah kita bisa satu kampus," ucap Benny
"Iya Ben. Ehh, gw sama Nisa duluan yah, udah sore nih. Bye," ucap Ika
Ika tidak mau terlalu lama terlibat perbincangan dengan Benny. Rasa itu sebenarnya masih ada walaupun hanya tersisa sedikit. Itu sebabnya Ika menjaga jarak dengan Benny.

"Ka, nanti malam kita dinner yuk," ajak Sony
"Sorry Son, gw kayanya gak bisa deh. Hari ini gw capek banget," tolak Ika secara halus
"Oh, ya udah istirahat aja yah," jawab Sony tanpa ada raut kekecewaan di wajahnya
Dan Ika tidak menjawabnya lagi, sepanjang perjalanan dari kampus ke rumah Ika, hanya itu percakapan mereka. Tidak biasanya Ika diam seperti itu. Sepertinya ada sesuatu yang ia pikirkan atau bahkan ia sembunyikan dari Sony

Lagu 'The Power of Love' mengalun lembut dari ponsel Ika, dan ternyata itu adalah nada dering ponsel kesayangannya itu. Betapa terkejutnya saat ia melihat nama yang muncul di layar ponselnya. BENNY, buat apa dia menelpon Ika, pikirnya.
"Halo"
"Halo Ika, lagi apa?"
"Ada perlu apa yah lu telepon gw?"
"Gakpapa, lagi mau ngobrol aja nih sama lu. Hmm, gw ganggu yah?"
"Gak kok"
"Atau jangan-jangan lu takut ketauan cowok lu teleponan sama gw? Hahaha"
"Gak berubah yah lu, tetep aja asal ceplos. Hahahaha,"
"Emang gw superman apa berubah, hahaha. Eh, jawab dulu udah punya cowok baru yah sekarang?"
"Gak, orang sampe sekarang gw masih single kok. Lu kali tuh yang udah punya cewe, cewe lu kan banyak. Hahahaha"
"Gak ada kok, di hati gw masih ada lu nih"
"Hmm, Ben udah dulu yah gw mau tidur nih,"
Ika sangat tak menyangka Benny akan berkata seperti itu, masih sangat jelas terekam di pikiran Ika kejadian 1 tahun yang lalu. Ingin ia kubur ingatan itu tapi tak bisa, sama seperti rasa cintanya pada Benny

"Udah selesai Ka kuliahnya? Jadi pulang bareng gw kan?" Tanya Benny dan itu sangat membuat Nisa yang ada disana terkejut bukan main
"Hmm, gw pinjem Ika bentar yah," ucap Nisa dan langsung membawa Ika menjauh dari Benny
"Ada apa sih Nis?" Tanya Ika
"Aduh pake nanya lagi. lu deket lagi sama dia? Lu belom kapok sakit hati lagi?" Ucap Nisa
"Gw gak ada apa-apa Nisa sayang. Gw cuma temenan kok sama dia. Lagian dia udah minta maaf kok sama gw soal kejadian yang dulu itu dan keliatannya dia juga udah berubah kok," Ika menjelaskan
"Terus, Sony mau lu kemanain?" Tanya Nisa lagi
"Sony? Gw sama sama dia kan gak ada apa-apa. Sama kaya gw dan Benny," jawab Ika
"Terserah lu deh Ka," seru Nisa dan langsung meninggalkan Ika
Entah apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Setiap yang berhubungan dengan Sony pasti ia selalu begitu
"Sorry Ben, gw lama yah?" Ucap Ika pada Benny
"Gapapa kok Ka. Eh kita ke taman sebentar yah," ajak Benny
"Oh, boleh," Ika pun mengikuti jalan Benny menuju taman di kampusnya yang tidak begitu luas tapi sangat sejuk.
Mereka pun duduk di sebuah bangku mungil berwarna putih
"Ka, gw mau ngomong serius sama lu," ucap Benny
"Mau ngomong apaan?" Tanya Ika yang sangat bingung
"Gw bener-bener nyesel dulu pernah nyakitin lu Ka. Dan itu adalah kesalahan terbesar gw. Gw mau kita ngulang semuanya itu lagi," ucapan Benny begitu serius dan meyakinkan
"Jujur Ben, gw masih punya rasa sama lu, tapi maaf gw gak mau ngulang sakit itu Ben. Gw belom siap," jawab Ika sambil menahan genangan air mata di ujung matanya
"Gw janji gw gak bakal nyakitin lu Ka. Dan gw gak maksa kalau lu emang belom siap sekarang," ucap Benny sambil menghapus air mata yang telang mengalir di pipi Ika
"Ikaa??"
Suara itu mengejutkan mereka berdua. Suara yang sudah pasti Ika hapal.
"Sony?" ucap Ika dengan gugup
Sony yang tadinya ingin menjemput Ika tidak menyangka disuguhi pemandangan mesra seperti itu, "Jadi ini keputusan lu Ka?" Tanya Sony dengan gemetar sambil menahan emosinya, "Selamat yah Ka. Sorry gw ganggu lu berdua," dan Sony pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua
Percuma Ika berteriak bahkan mengejar Sony, ia tetap tidak mau berbalik
"Itu siapa Ka?" Tanya Benny yang dari tadi memperhatikan
"Siapa dia bukan urusan lu dan jangan ganggu gw lagi," jawab Ika dan ia langsung pulang meninggalkan Benny

Perasaan Ika kacau. Ia bingung ada apa dengan dirinya. Ia merasa bersalah telah membuat Sony sakit hati. Tapi mungkinkah itu hanya perasaan iba dan mungkinkah hatinya hanya untuk Benny?
Hanya satu orang yang mengerti Ika, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Nisa
"Halo Nisa?"
"Kenapa Ka?"
"Gw mau cerita"
"Cerita apa? Cerita kalau lu udah balikan sama Benny dan lu bikin Sony sakit hati?"

"Daaaa.. darii mana lu tau itu Nis?"
"Sony udah cerita semua sama gw. Gak nyangka gw Ka lu jilat ludah lu sendiri"
"Gak gitu Nis, gw gak balikan sama Benny"
"Terserah Ka, itu bukan urusan gw"

Bukannya membaik malah semakin tambah bebannya. Nisa, sahabatnya sendiri kecewa padanya. Ia tidak bermaksud membuat Sony sakit hati. Sony yang begitu baik padanya. Yang begitu tulus mencintainya. Dan ia pun tidak menjilat ludahnya sendiri. Ia menolak Benny untuk dekat seperti dulu. Kali ini pikirannya makin kacau. Sony tidak bisa dihubungi. Mungkin ia mau menenagkan isi hatinya, tapi Ika juga mau menjelaskan. Ada apa dengan dirinya, mengapa ia begitu peduli pada hati Sony? Bukankah hatinya buat Benny? Tidak. Ika sudah menyadari bahwa Sony telah menyentuh hatinya, Sony mulai mengobati lukanya secara perlahan dan Ika pun sebenarnya mulai membuka hatinya untuk Sony.
"Son, maafin gw yah. Gw gak bermaksud buat nyakitin lu. Dan Benny itu bukan siapa-siapa gw. Gw mau ketemu sama lu. Kalau lu gak mau ketemu lagi sama gw gakpapa. Tapi tolong jadiin ini pertemuan terakhir kita. Gw tunggu lu besok di danau jam 4 sore" itulah pesan yang dikirimkan Ika pada Sony. Ia sangat berharap Sony membaca pesannya itu dan mau datang ke tempat itu

***

Sebelum pukul 4 Ika sudah tiba di danau tempat mereka biasa bertemu.
Jam 4 tepat tapi belum ada tanda-tanda kehadiran Sony, Ika masih tetap menunggu. Mungkin ia telat pikirnya
Sudah 30 menit Ika menunggu namun Sony tetap tidak datang. Tapi Ika masih setia menanti.
Tepat pukul 5 dan Sony belum datang juga. Kali ini Ika putus asa dan berniat untuk pulang
"Mungkin, dia udah gak mau ketemu sama gw," ucapnya berbisik
"Kata siapa gw gak mau ketemu sama lu?" Suara itu mengejutkannya lagi, ya itu Sony
"Sony?" Kata Ika terkejut, "Lu mau ketemu sama gw?"
"Lu mau ngomong apa emang sama gw?" Kata Sony sambil mengambil posisi duduk di bawah pohon yang rindang
"Gw mau minta maaf sama lu Son. Gw udah bikin lu sakit hati. Tapi ini gak seperti yang lu kira kok. Gw sama Benny gak ada apa-apa," Ika menjelaskan
"Kalau ada apa-apa juga gakapa kok. Kan lu bukan siapa-siapa gw dan lu gak perlu minta maaf karena gw sendiri yang mau nunggu lu dan harusnya gw udah siap buat sakit hati," jawab Sony tanpa menatap wajah Ika
"Tapi ini salah gw Son. Lu pasti sakit hati kan?" Tanya Ika
"Tenang aja Ka, gw gak sakit hati. Dan sekarang gw tau kalau gw itu gak seperti 'Pangeran Impian' lu itu," ucap Sony
"Cukup Son! Lu yang udah ngajarin gw arti pangeran yang sesungguhnya," jelas Ika
"Tapi PANGERAN lu itu bukan gw kan Ka?" kali ini nada bicara Sony meninggi, "Gw seneng kok kalau lu balik lagi sama 'Pangeran Impian' lu itu,"
"Tapi Son, gw gak ada apa-apa sama Benny. Tolong Son dengerin penjelasan gw dulu," ucap Ika yang sudah tak sanggup menahan air matanya, "Lu gak tau kan Son isi hati gw? Sekarang di hati gw udah ada lu Son"
Sony begitu terkejut mendengar kata-kata Ika
"Lu udah berhasil nyentuh hati gw Son. Tolong jangan ninggalin gw dan bikin gw sakit hati untuk kedua kalinya," lanjut Ika
Sony pun mengusap air mata Ika dan berkata, "Gak pernah ada niat gw buat nyakitin hati lu Ka. Lu terlalu berarti buat gw," kemudian Sony memegang tangan Ika, "Do you want to be my princess?"
"Of course my prince," jawab Ika dengan lembut namun pasti
"Nah gitu dong, kan enak kalau gini,"
"Nisa??" Ucap Ika yang terkejut melihat Nisa
"Sony yang bilang ke gw kalau lu berdua mau ketemu jadi karena penasaran gw dateng aja. Hehehe," Nisa menjelaskan
"Oh jadi sekarang ngadu terus nih? hahaha," ledek Ika
"Kan curhat Ka, hehhe," jawab Sony
"Eh, btw selamat yah. Lama banget tau gak sih nungguin lu orang jadian. Mending makan yuk. Hahaha," ajak Nisa
"Makan aja cepet lu, tapi ayu deh. Hahahaha," jawab Sony
Akhirnya, kisah cinta Ika berakhir indah. Ia menemukan dan menerima sesorang yang tulus mencintainya. Seseorang yang rela berkorban untuknya. And he is 'The Real Prince" for Ika..

Sunday, July 1, 2012

The Real Prince

Vennica, biasa disapa Ika, seorang anak yang populer di sekolahnya. Gadis yang pandai, cantik, ia juga pandai menari. Orang-orang melihat hidupnya begitu sempurna, tapi tidak dengan kisah cintanya.

“Ka, bulan depan ada lomba dance. Mau ikut gak?” Tanya Clara, teman satu timnya
“Nanti gw pikir-pikir dulu deh yah. Gw masuk ke kelas dulu yah Ra,” Ika pun meninggalkan Clara

Namun, ia adalah anak yang sedikit sombong. Maklum dengan semua kelebihan yang dimilikinya semua orang pasti kagum padanya. Tapi kalau sudah dekat dengannya dia akan berbuat sangat baik bahkan lebih baik dari yang kita kira.

“Nisaaaa... nulis puisi lagi yah?” Tanya Ika pada sahabatnya itu
“Ka, jangan kenceng-kenceng. Gw kan malu,” jawab Nisa sambil memperhatikan keadaan kelas
“Ngapain malu? Puisi lo itu bagus banget tau Nis, masa lo gak sadar sih,” kata Ika sambil mengambil posisi duduk di sebelah Nisa, “Oh iya Nis, lihat gambar gw deh,” ucap Ika sambil mengeluarkan kertas dari tasnya
“Gambar pangeran impian lo?” Tanya Nisa sambil memperhatikan gambar itu
“Iya, pangeran tampan yang baik, kaya, rendah hati terus bisa main gitar sama jago nyanyi. Keren banget Nis!!” celoteh Ika
“Ika sayang, yang kaya gitu mah adanya cuma di sinetron. Hahahah,” ledek Nisa
“Yee biarin siapa tau ada. Hahaha,” jawab Ika

‘Teng.. Teng.. Teng’ bel masuk berbunyi

‘Pangeran Tampan’ itu memang impian Ika. Itu juga yang membuat Ika sampai sekarang belum mempunyai pacar. Ika begitu terobsesi pada ‘Pangeran Tampan’nya itu dan mempunyai impian menikah seperti putri di negeri dongeng

“Clara, kalo temen-temen yang lain setuju buat ikut lomba itu, gw setuju deh,” kata Ika
“Beneran Ka? Udah lama nih kita gak lomba,” jawab Clara
“Iya, besok gw bakal ke SMA Fajar buat daftarin tim kita,” kata Ika sambil tersenyum
“Makasih banyak Ika,” kata Clara, “Eh, gw pulang dulu yah,” Clara melanjutkan

Tim dance Ika memang sudah sering mengikuti lomba dan sering juga memenangkan perlombaan jadi tim dance mereka cukup terkenal.

“Permisi kak, kami dari SMA Nusantara ingin mendaftar lomba dance,” kata Ika pada panitia
“Oh, tunggu sebentar yah. Ben, tolong nih ada yang mau daftar,” orang tersebut memanggil temannya.
Dan ternyata, sangat terkejut Ika melihat sosok yang bernama Benny. Orang itu hampir seperti ‘Pangeran Impian’nya. Badannya tinggi, tubuhnya proporsional dan tampan. Ahirnya, Tuhan mempertemukan di dengan pangerannya, pikirnya.

“Ehm, kamu yang mau daftar?” Tanya Benny
“Ehmm, iya kak,” jawab Ika
“Jangan panggil gw kakak, panggil aja gw Bennny, kalo lo?” kata Benny sambil mengulurkan tangannya
“Ehmm, Vennica. Tapi biasa dipanggil Ika,” balas Ika
“Ya udah isi form ini dulu yah,” kata Benny sambil menyerahkan selembar formulir
Mungkin ini anugerah bagi Ika bisa berkenalan dengan cowok setampan itu.
“Ehm kak, eh Benny ini formnya,” kata Ika sambil mengembalikan form itu
“Oke, nanti kamu kami hubungi lagi yah,” ucap Benny
“Oke deh, makasih yah,” ucap Ika dan langsung pergi meninggalkan sekolah itu

Semalaman Ika membayangkan wajah tampan pangerannya itu. Ia tak sabar untuk menceritakan pada Nisa.
Dan benar saja, keesokan harinya Ika langsung bercerita dengan heboh pada Nisa

“Nis, lu tau ga kemaren gw ketemu siapa?” Tanya Ika dengan penuh semangat
“Mana gw tau kan lu belom bilang,” jawab Nisa acuh
“Gw ketemu PANGERAN GW!!” Seru Ika sambil mencubit pipi Nisa
Nisa seakan tak percaya akan perkataan sahabatnya itu, tapi Ika begitu meyakinkan, “Coba ceritain sama gw kronologisnya Ka,”
“Nih, jadi pas kemaren gw mau daftar lomba di SMA Fajar gw ketemu sama Benny, panitia yang GUANTENG BUANGET!! Dan lo tau?? Gw kenalan Nis!!” Ika menceritakan dengan sangat semangat
“SMA Fajar? Itu mah sekolah sepupu gw. Hahahha,” sambung Nisa
“Tapi sepupu lu itu bukan Benny kan? Hahaha,” ledek Ika
“Bukan, sepupu gw itu Rico,” jawab Nisa
“Cari info tentang Benny dong Nis,” pinta Ika
“Hmm, gimana yah??”
“Tolong yah Nisa sayang,” pinta Ika dengan muka memelas
“Iya deh iya. Hahahahha,” jawab Nisa
“Makasih Nisa sayang,” kata Ika sambil mencubit pipi Nisa
“Udah balik sana ke tempat lo, udah mau masuk nih,” ucap Nisa pada Ika
“Oke boss,” dan Ika kembali ke kursinya di belakang Nisa

****
Hari ini hari Minggu, biasanya kalau tidak ada kegiatan Ika dan Nisa sering pergi ke mall bersama dan mimpi apa Ika semalam, di sana ia bertemu dengan Benny!

“Benny?” sapa Ika
“Iya, Ika yah?” Sapanya balik
“Iya, masih inget? Sendiri?” Tanya Ika
“Inget lah, masa cewek secantik lo gw lupa, hehehhe. Gak sendiri kok, sama mama,” jawab Benny
“Wah, anak baik yah,” ledek Ika, “Oh iya, kenalin temen gw Nisa,”
“Hai, gw Benny,” sapa Benny
“Gw Nisa, salam kenal,” balas Nisa
“Oh iya Ben, soal lomba dance di sekolah lo, udah ada kabar terbarunya belom?” Tanya Ika
“Belom sih. Gimana kalau gw minta pin lo aja,” jawab Benny sambil mengeluarkan handphonenya
“Nah, udah gw accept tuh,” ucap Ika
“Oe, nanti gw hubungin yah. Sekarang gw mau ke tempat nyokap gw dulu. Bye,” Benny pun berpamitan dan pergi meninggalkan merea berdua
“Ikaaaaa, tuh cowok emang cakep yah. Hehehhe,” ucap Nisa
“Iyalah, dan sekarang gw udah dapet pinnya Nis!!” kata Ika girang, “Oh iya, lu udah cari info belom tentang si Benny?” Tanya Ika sambil menyeruput minuman di depannya
“Udah dong,” jawab Nisa santai
“Gimana? Gimana?” Tanya Ika penasaran
“Dia itu punya band, bisa maen gitar terus kapten tim basket juga. Terus salah satu cowok populer juga disana. Tapi kalo soal percintaannya gw gak tau soalnya kata sepupu gw dia gak jelas gitu sih,” jelas Nisa
“Itu kriteria pengeran gw banget Nis!! Emang jodoh deh gw. Hahaha,” jawab Ika antusias
“Ya ya ya. Kalo lu seneng gw juga seneng deh. Hahaha,” ucap Nisa

Dan benar saja, malam harinya Benny langsung bbm Ika
“Hai lagi apa? Ganggu gak?”
“Gak kok. Hmm, lagi nonton aja nih. Lu?”
“Sama dong. Nonton apa?”
Dan dari situ hubungan mereka semakin dekat. Sudah seminggu ini Benny dan Ika bbm-an secara rutin. Bahkan, sekarang Benny sering menjemput Ika di sekolah.

“Ciyee yang pulang dijemput sama pangerannya,” ledek Nisa
“Apa sih lu? Udah yah gw pulang dulu. Bye,” ucap Ika

Bahkan perhatian yang lebih pun diberikan Benny pada Ika. Kali ini sepertinya harapan Ika tidak bertepuk sebelah tangan. Sudah hampir sebulan hubungannya dengan Benny berjalan lancar, walaupun mereka belum resmi berpacaran.

“Gimana Ka, udah siap buat besok?” Tanya Benny saat sedang mengantar Ika pulang
“Yah, lumayan lah. Doain aja. Hehehhe,” jawab Ika
“Tenang, pasti gw doain kok, gw semangatin juga! Hehhehe,” ucap Benny
“Makasih yah Ben,” jawab Ika

Dan hari itu pun tiba. Perlombaan yang telah lama dinantikan oleh Ika dan teman satu timnya. Dan tentu harapan mereka adalah memenangkan perlombaan itu.

“Semangat yah Ika, lu pasti bisa!!” Kata Nisa menyemangati Ika
“Nah, giliran gw. Doain gw yah Nis!” Ucap Ika
“Semangat Ka, gw juga ngedoain! Hehhee,” ucap Benny

“Dan sekarang peserta terakhir dari SMA Nusantara!” Ucap sang MC dan semua penonton pun  bertepuk tangan menyambut mereka.
Dan penampilan yang sangat menakjubkan disuguhkan oleh Ika dan timnya. Sekarang saatnya untuk pengumuman pemenang yang membuat Ika dan timnya tegang, bahkan lebih tegang dari saat tampil
“Juara ke-3 diraih oleh SMA Fajar,” kata sang MC disambut sorak sorai penonton
“Juara ke-2 diraih oleh SMA Nusantara dan juara ke-1 direbut oleh SMA Kasih,”

Kaget, bangga, sealigus kecewa. Itulah perasaan Ika sekarang. Kecewa kaalu ia harus menjadi juara 2 tetapi bangga juga arena ia dapat menjadi juara.
“Selamat yah Ika,” seorang cowok yang tidak tampan namun menarik memberinya ucapan selamat.
“Makasih, siapa yah?” Tanya Ika bingung
“Gw Sony. Kita satu sekolah kok.  Tapi mungkin gw gak sepopuler lu jadi lu gak kenal gw,” jawab pemuda yang bernama Sony itu
“Oh, sorry gw gak tau. Salam kenal deh,” jawab Ika sambil tersenyum, “Gw duluan yah Son, sampai ketemu nanti di sekolah,”
“Bye, sampai ketemu,” balas Sony

****
Hari ini Ika datang ke sekolah dengan mata sembab. Ini membuat Nisa sahabatnya bertanya-tanya.
“Lu kenapa Ka? Ada masalah?” Tanya Nisa penasaran
“Benny Nis, Benny,” jawab Ika sedih
“Kenapa Benny? Kecelakaan?” Tanya Nisa panik
“Gak. Gw udah gak berhubungan lagi sama dia,” jawab Ika pasrah
“Kenapa? Kok bisa?” Tanya Nisa lagi
“Jadi kan udah tiga hari kemarin sikapnya ke gw tuh berubah banget. Padahal sebelumnya gak ada apa-apa Nis. Dan pas gw tanya jawabannya tuh nyakitin banget Nis. Nih lu baca sendiri bbmnya,” jelas Ika sambil memberikan handphonenya pada Nisa

Ika       : “Ben, lu udah males yah bbman sama gw?”
Benny  : “Ga kok. Bukan gitu,”
Ika       : “Udah bilang aja kalo lu udah gak mau bbman sama gw”
Benny  : “Bukan gitu Ika. Tapi, kita kayanya udah gak bisa deket lagi deh”
Ika       : “Maksud lu apa?”
Benny  : “Yah gw bilang gini supaya lu bisa cari cowo lain”
Ika       : “Terus kata-kata lu selama ini omong kosong?”
Benny  : “Kata-kata apa? Emang gw pernah bilang apa?”
Ika       : “Selama ini tuh lu aya ngasih harapan ke gw terus sekarang lu seenaknya bilnag gini?”
Benny  : “Harapan? Gak tuh. Hahaha”
Ika       : “Oke, makasih yah buat sakit hatinya”

“Buset Ka, bisa-bisanya tuh cowo bilang begitu ke lu? Biar gw kasih pelajaran sini!” Seru Nisa yang saat itu sangat kesal
“Udah lah, ngapain sih Nis ngurusin cowok kaya gitu, gak penting juga. Gw juga gak kenapa-napa kok,” Ika berusaha untuk tegar
“Pokoknya besok kita harus have fun! Nonton, makan, jalan-jalan! Pokoknya lu gak boleh sedih, apalagi galau!” Ucap Nisa panjang lebar
“Iya Nisa, gak bakal gw ngegalauin orang kaya gitu,” Jawab Ika

Benar saja, keesokan harinya pagi-pagi Nisa sudah ada di rumah Ika dan langsung menculik Ika untuk jalan bersamanya.
“Gimana Ka? Have fun kan? Hahaha,” ledek Nisa
“Have fun sih, tapi gw laper. Hahaha,” jawab Ika, “Makan yuk,” ajak Ika
Mereka pun langsung menuju restoran favorit mereka. Dan disuguhi pemandangan yang tidak mereka duga.
“Nis, itu Benny kan?” Tanya Ika kaget
“Iya dan dia sama cewe Ika. Mesra banget lagi,” jawab Nisa sambil memperhatikan
Dan tak kuasa air mata pun menetes di pipi Ika. Sangat kecewa, hatinya begitu perih. Sebenarnya masih ada rasa di hatinya. Tak menyangka kalau pangeran yang ia banggakan seperti itu.
Semalaman ia menangis. Tak sanggup rasanya mengingat kejadian itu. Begitu cepatnya ia mendapat pengganti dirinya atau mungkin mereka memang sudah lama. Banyak pikiran berkecamuk di kepalanya. Bahkan pikiran itu pun masih terbawa sampai di sekolah. Ia tak bisa fokus mengikuti pelajran. Adegan kemarin seolah diputar berulang-ulang di pikirannya.

“Ika, udah dong. Makan dulu yah. Gak usah dipikirin yang kemarin. Sorry gara-gara gw lu jadi ngeliat dia lagi,” hibur Nisa
“Bukan Nis, tapi gara-gara lu gw jadi tau kebenaran,” jawab Ika
“Haii, boleh gabung di sini?” ucap Sony yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka
“Duduk aja, kantin bukan punya gw kok. Hahhaha,” jawab Nisa
“Eh, Ika kenapa? Kayanya sedih amat,” kata Sony sambil memperhatikan Ika
“Bukan urusan lo!” Jawab Ika ketus dan ia langsung pergi meninggalkan Sony dan Nisa
“Duh Nis, bilangin Ika sorry yah kalo gw bikin dia tersinggung atau apa,” pinta Sony
“Tenang aja, dia Cuma sensi kok,” hibur Nisa dan ia pun langsung menyusul Ika

Berhari-hari Ika memikirkan tentang Benny dan perempuan itu, bahkan Nisa sendiri sebagai sahabtanya pun bingung. Dan ia memutuskan untuk bercerita pada Sony karena ia tahu Sony sebenarnya menyimpan perasaan pada Ika.
“Ka, sorry yah yang kemaren,” ucap Sony
“Gapapa kok, itu gw aja yang lagi sensi,” jawab Ika
“Bisa ikut gw sebentar gak?” Ajak Sony
“Kemana?” Tanya Ika bingung
“Ke tempat yang bisa bikin lu tenang,” jawab Sony
Entah kenapa tiba-tiba Ika begitu percaya pada Sony dan mengikuti ajakan Sony. Dan benar, ajakan Sony tidak mengecewakan. Mereka pergi ke sebuah danau yang begitu indah karena di situ juga terdapat taman yang sejuk yang banyak ditumbuhi pepohonan.
“Ka, ini tempat gw biasa merenung kalo gw lagi sedih,” ujar Sony
“Kata siapa gw lagi sedih?” Tanya Ika penasaran
“Kata gw terus kata Nisa juga sih. Hehehe,” jawab Sony
“Emang bener yah tuh anak. Comel banget. Haahaha,” ucap Ika
Tiba-tiba Sony memegang tangan Ika, “Ka, gw mau jujur sama lo. Sebenernya gw udah lama suka sama lo. Sejak pertama kali kita ketemu pas orientasi sekolah,” jelas Sony
“Lu suka sama gw kenapa? Karena gw cantik? Atau karena gw jago dance?,” Tanya Ika
“Bukan, tapi karena gw tau siapa lu. Gw tau gimana karakter lu. Bagi gw bukan fisik yang terpenting. Gw tau sebenernya lu itu orangnya baik, tulus, dan sebenernya lu itu peduli sama sekitar lu,” jelas Sony lagi
“Ternyata lu mata-matain gw yah? Hahahah,” ujar Ika bercanda
“Ika, gw emang gak setampan pangeran impian lu, tapi gw tulus sayang sama lu. Lu bisa pegang kata-kata gw,” ucap Sony
“Gw tau kok Son kalo lu tulus. Nisa udah cerita ke gw. Tapi maaf gw belom siap buat buka hati gw lagi untuk saat ini. Tapi gw mau kita tetep temenan,” pinta Ika
“Gak perlu lu bilang gw juga bakal selalu ada buat lu. Dan gw bakal nunggu lu sampai gw gak mampu lagi buat nunggu,” ucap Sony dengan penuh keyakinan
“Makasih yah Son, lu udah ngajarin gw banyak hal. Dulu bagi gw pangeran itu harus tampan, gagah, menarik, pokoknya perfect dah. Tapi sebenernya pangeran itu adalah dia yang melakukan segala sesuatu dengan tulus,” ucap Ika sambil tersenyum

“Pangeran yang sejati adalah ia yang mampu melakukan sesuatu dengan tulus dan juga memberikan cintanya dengan tulus” –tamz-