Saturday, October 29, 2011

Maafkan Aku Tak Sempat Menyayangimu

Namaku Laras, aku terlahir dari keluarga yang broken
Bahkan aku cacat, mata kiriku tidak dapat melihat sejak aku dilahirkan
Itu semua aku anggap karena keda orang tuaku
Bisa dibilang aku adalah anak yang tidak diharapkan, ibuku tidak sengaja mengandung aku dan yang pasti ia tidak menginginkanku. Namun ayahku berusaha mempertahankan aku karena ia tidak mau membunuh aku.
Akhirnya ibuku menyetujuinya namun ia tidak mau menikah dengan ayah. Saat mengandung aku ia sama sekali tidak memperhatikan aku. Ia makan sembarangan, minum-minuman keras, bahkan merokok. Mungkin itulah yang membuat mata kiriku mengalami kecacatan.
Setelah aku dilahirkan ibuku meninggalkan aku dengan ayahku. Ia pergi ke luar kota supaya tidak ada yang mengenal dirinya.
Aku hanya hidup dengan ayah, menurutku ayahku ayah yang hebat tapi aku tetap membencinya. Karena aku menjadi begini karena dia juga.
Saat masih TK aku melihat teman-temanku diantar oleh ibu mereka, dicium oleh ibu mereka, bermain bersama, bernyanyi dan semua kegiatan antara ibu dengan putrinya yang menyenangkan.
Namun, aku tidak pernah mengalami itu. Bahkan aku tidak tahu apa itu ibu.
Hidup hanya berdua dengan ayah membuatku menjadi anak yang berantakan, aku tidak pernah mematuhi perintah ayah, aku tidak pernah belajar dengan rajin. Hidup sesukaku.
Ayah selalu pergi saat aku pergi sekolah dan pulang saat aku sudah tidur, ia tidak pernah mengantar aku ke sekolah.
Setiap hari aku diantar Pak Amin, supirku. Ke mana-mana aku diantar dia. Bahkan aku menganggap dia itu adalah ayahku.
Besok adalah hari ulang tahunku, dan seperti biasa ayah selalu bertanya kado untukku.
"Sayang, besok kan kamu ulang tahun, kamu mau apa dari ayah?"
"Apa aja." Jawab aku tanpa melihat wajahnya dan langsung meninggalkannya
Aku berbuat begitu karena yang aku butuhkan hanya kasih sayang dari ayah.
pkl 00.00 pun tiba..
Tiba-tiba teman-temanku sudah menanti di luar membawa kue dan kado untukku. Sepertinya ini adalah pesta kejutan untukku. Aku sangat bahagia, teman-temanku begitu perhatian kepadaku. Bahkan ayahku belum pulang. Aku mulai tidak peduli dengannya.
Hari itu aku bangun pagi karena aku berencana jalan bersama teman-temanku. Tanpa sadar aku mencari kehadiran ayah, tapi aku tidak melihatnya. Ya sudah aku bersama Pak Amin segera meluncur untuk jalan-jalan bersama. Tawa yang begitu lepas dari bibirku, aku bahkan lupa apakah ayah sudah pulang atau belum, sedang di mana ia sekarang, apakah ia sudah makan atau belum.
Sampai malam pun ia belum tiba juga di rumah. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur padahal itu baru jam 7 malam.
Saat aku hendak tidur ayah masuk ke kamarku..
"Yah, sudah tidur. Sepertinya aku telat. Selamat tidur yah sayang dan selamat ulang tahun." Kata ayah sambil mencium keningku.
Keesokan harinya di garasi rumahku ada sebuah mobil sport audi r8 5.2 fsi quattro dan berplat nomor L4RAS.
Aku segera berteriak memanggil ayah..
"Ayahhhhh, ini mobil untuk Laras?"
"Iya sayang, itu hadiah ulang tahunmu yang ke-17." Jelas ayah sambil memberikan kunci mobil.
"Apa Laras boleh ke sekolah dengan ini?" Tanya aku sambil memohon
Akhirnya ayah pun mengijinkannya namun dengan catatan aku tidak boleh ngebut.
Aku pun langsung hangout bersama teman-temanku.
Aku pulang hingga larut malam, handphone aku matikan agar ayah tidak dapat menghubungiku.
Saat aku pulang rumahku kosong, akhirnya aku menghidupkan handphoneku dan begitu kagetnya aku saat menerima laporan missed call dari ayah sebanyak 25 kali dan dari Pak Amin sebanyak 12 kali. Aku penasaran dan menelepon ayah, namun tidak ada jawaban. Aku pun langsung menelepon Pak Amin .
"Halo, Pak kok di rumah gak ada orang?"
"Iya non sekarang Pak Amin lagi di rumah sakit." Jawab Pak Amin dengan gelisah
"Siapa yang sakit pak?"
"Anu non, bapak,"
"Kenapa sama ayah pak?" Aku mulai panik
"Bapak kecelakaan non"
Aku langsung menuju rumah sakit dan tanpa sadar di mobil aku menitikan air mata.
Aku segera masuk ke ruang ICU, melihat ayah tergulai tak berdaya. Ku lihat rambutnya yang tanpa kusadari mulai memutih, kulihat di wajahnya keriput mulai tampak, padahal umurnya baru 30an.
Ia seperti memikul beban berat di pundaknya.
Tanpa sadar aku kembali menangis di sampingnya dan meminta maaf atas semua kesalahanku, ada air mata yang menetes dari mata ayah. Tiba-tiba mesin yang memantau detak jantung itu hanya menunjukkan garis horizontal. Aku sangat terkejut dan segera berteriak histeris sehingga dokter langsung datang ke ruangan itu dan mengatakan hal yang tidak ingin aku dengar bahwa ayahku telah tiada.
Aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku hanya sebatang kara.
Pak Amin mendekatiku ia berkata bahwa ayah begini karena ia mencariku dan Pak Amin memberiku sebuah kertas, itu tampak seperti surat dan ia bilang bahwa itu ditulis oleh ayah saat ayah kritis.
Aku membuka dan membacanya

Untuk Laras, anakku tersayang.
Mungkin saat Laras baca surat ini ayah udah gak bisa ngeliat Laras lagi. Tapi Laras jangan nangis yah.
Sebenarnya dari kemarin dan dua hari yang lalu ayah lembur supaya ayah bisa ngerayain ultah Laras yang ke-17 bersama-sama. Ayah gak mau cuma ngasih Laras kado tapi ayah mau membayar semua kesalahan ayah sama Laras dengan menghabiskan waktu ayah bersama Laras.
Ayah tahu betapa menderitanya kamu hidup tanpa ibu. Ayah tahu betapa sakitnya kamu saat diejek teman-temanmu sebagai 'anak haram'. Ayah tahu ada perasaan iri saat kamu melihat teman-temanmu bersama ibu mereka.
Ayah tahu kamu sangat membenci ayah karena kelakuan ayah dan ibumu kamu jadi begini.
Tapi satu yang perlu kamu tahu, ayah sangat menyayangimu bahkan lebih dari yang kamu tahu. Setiap hari ayah pergi pagi dan pulang malam hanya untuk kamu. Agar kamu bisa hidup enak nantinya.
Sebenarnya ibumu berusaha menggugurkanmu tapi ayah selalu melarangnya karena ayah tahu kamu akan menjadi kebanggaan ayah. Mungkin ini adalah kado terakhir dari ayah, ayah mau ayah tetap bersama-sama dengan kamu. Ayah akan memberikan mata ayah agar kamu dapat melihat dengan bebas.
Maafkan ayah karena telah membuatmu menderita.
Ayah sayang kamu..

Sontak air mata langsung membasahi kertas itu, aku tak kuasa menahan tangis. Aku tak malu dilihat semua orang saat itu. Penyesalan timbul di benakku, mengapa aku baru menyadari bahwa ayah mempertaruhkan semuanya demi aku. Dalam hati aku hanya bisa berkata "Aku sayang Ayah"


Semua ayah, orang tua pasti sangat menyayangi anaknya, jangan pernah menganggap orang tuamu tidak menyayangimu karena mereka sibuk bekerja. Karena itu adalah wujud kasih sayang mereka, mereka ingin yang terbaik untukmu. Dan sesungguhnya itu adalah pengorbanan yang mereka lakukan untukmu..

Friday, October 28, 2011

Krisan Itu Kembali Mekar

Sudah sekian lama aku melihat kelopakmu jatuh
Aku sangat sedih
Tak ada lagi warna yang indah di kelopakmu
Aku ingin engkau mekar kembali
Aku ingin kembali melihat warnamu yang indah
Tuhan, aku ingin melihat krisan itu mekar kembali
Aku memang menunggu lama, tapi aku tidak menyerah
Aku melakukan segala cara agar engkau mekar kembali
Akhirnya semua tidak sia-sia
Krisan itu mekar kembali
Kelopakmu mulai tumbuh
Warnamu terlihat indah
Aku senang kau dapat mekar kembali
Aku akan selalu berusaha menjagamu agar kau tetap mekar
ya Tuhan, biarkanlah agar krisan ini terus mekar ..

Krisan yang Layu

Indahnya bunga krisan
Warna ungu yang terpancar di kelopakmu
Membuatku enggan berpaling darimu
Inginku selalu memilikimu
Tak akan pernah ku lepas engkau
Aku akan selalu menjagamu agar kau tetap bermekaran
Namun kini..
Kelopakmu jatuh satu per satu
Seakan itu pertanda kesedihan
Itu seolah pertanda kehancuran
Apa yang akan terjadi?
Akhirnya saat itu tiba
Sepertinya engkau sudah tidak sanggup
Engkau menyerah dan hanya menyisakan 4 kelopakmu
Aku ingin semua kelopakmu kembali
Aku tak ingin hanya melihat 4 kelopak
Aku ingin melihat warna yang indah itu lagi
Namun sepertinya itu hanya anganku
Namun aku masih berharap engkau akan mekar kembali..

Thursday, October 27, 2011

Mulai dengan Bahagia Akhiri dengan Bahagia

Ini adalah awal yang membahagiakan
Berkumpul bersama seakan tak akan pernah terpisahkan
Memulai dengan tawa
Menjalani dengan riang
Melewati hari dengan penuh keceriaan
Namun..
Perlahan semua itu menghilang
Berkumpul itu sulit
Seakan tak ada lagi waktu bersama
Tawa itu seakan mahal dan tak sanggup terbayarkan
Keriangan itu seakan hanya impian belaka
Hari-hari dijalani dengan penuh duka
Ingin rasanya aku kembali ke masa itu
Ingin mengubah semuanya
Semua yang telah dibangun dengan kebersamaan
Semua yang telah dibangun dengan tawa
Semua yang telah dilalui dengan keceriaan
Kini hilang semua
Sebenarnya aku tak berharap semua ini berakhir
Aku ingin kebersamaan yang telah kita bangun tidak akan pernah berakhir
Walaupun aku tahu tak ada yang abadi
Jika memang harus berpisah
Biarlah kita akhiri kisah ini dengan senyum di bibir
Bukan dengan amarah di dada..

Wednesday, October 19, 2011

Maafkan Kejujuranku

Saat ku melihat sinar matamu
Aku merasa damai
Saat ku melihat senyummu
Aku terpesona
Tak peduli apa yang orang bilang tentang dirimu
Kau meyakinkanku agar nyaman bersamamu
Kau meyakinkanku kaulah yang terbaik untukku
Aku tak bisa menolak
Aku berusaha mencoba
Aku berusaha menjadi yang kau mau
Aku berusaha menjalani ini semua
NAMUN..
Aku sudah tak dapat membohongi rasa ini
Aku tak sanggup menjalani ini semua
Maaf aku harus jujur
Aku tak mau membuatmu semakin terluka
Aku harus mengatakan semua ini
Tak ada rasa di hatiku untukmu
Mungkin ini jalan yang terbaik bagi kita
Semakin lama kebohongan ini ku simpan akan membuatmu semakin terluka
Lebih baik ku akhiri semua ini
Biarlah kita mengambil jalan kita masing-masing
Maafkan ku telah membuatmu terluka..



-inspired by a friend-

Sunday, October 16, 2011

Masa Depanmu Ada di tanganmu

Kamu memang tidak bisa memilih dilahirkan di mana atau kapan
Kamu juga tidak dapat memilih lahir dari rahim siapa
Kamu tidak dapat memilih lahir dari keluarga yang bagaimana
Kamu juga tidak dapat menentukan lahir sebagai anak presiden, bejabat atau pengamen
dan kamu juga tidak dapat memilih lahir sebagai anak orang kaya atau miskin

TAPI..

kamu dapat memilih masa depanmu
Kamu dapat memilih ingin jadi apa nanti
jadi dokter, insinyur atau PENGANGGURAN
Kamu dapat memilih jadi orang kaya atau miskin
Kamu dapat memilih punya keluarga yang harmonis atau rusak
kamu dapat memilih menjadi PEMENANG atu PECUNDANG

Itu semua tergantung kamu karena masa depanmu ada di tanganmu..

Kisah Masa Laluku

Saat ku membuka album masa laluku
Terbayang wajahmu
Senyummu yang begitu mempesona
Matamu yang indah

Kembali ku teringat tentang kisah kita
Kisah yang dimulai dengan bahagia
dan harusnya diakhiri dengan kebahagiaan
Namun tidak dengan kisah kita

Kisah yang berakhir tragis
Kisah yang berakhir karena keegoisan
Kisah yang berakhir karena emosi
Kisah yang meninggalkan penyesalan

Andai aku dapat mengembalikan waktu
Ingin ku kembali ke masa itu
Tertawa bersama denganmu
Berbagi suka dan duka

Namun semua itu hanya khayalanku
Kini kau sudah bahagia bersamanya
Aku hanya bisa tersenyum melihatmu
Biarlah kisah ini menjadi kenangan manis bagiku